Pelangi Aksara
Rabu, 26 Mei 2021
Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara (Tugas 1.1.a.1)
Senin, 15 Maret 2021
Menulis Kisah Perjalanan
Sebelumnya tidak pernah terlintas untuk
menulis sebuah kisah perjalanan dalam bentuk
artikel dan menerbitkannya menjadi buku. Setelah mendapat kuliah online
dari bapak Taufik Hidayat, S.Si,M.Si, menulis kisah perjalanan menjadi sebuah
buku adalah suatu tantangan tersendiri. Untuk menulis kisah perjalanan menjadi
sebuah artikel atau buku perlu melalui tahapan yaitu:
1.
Mengamati
Amati
dengan baik keadaan di sekitar tujuan perjalanan anda sehingga bisa
menggambarkannya kembali dalam sebuah tulisan. Menata kembali detail keadaan ruangan
arsitektur bangunan dan semua yang anda lihat. Perhatikan siapa saja yang ada, suasana
di sekitar, keadaan cuaca dan hal yang menarik lainnya. Ceritakan dengan baik
dalam bentuk tulisan agar bisa dinikmati oleh banyak orang.
2.
Membuat foto
Menulis
dan bisa bercerita berdasarkan foto yang ada
Gunakan bahasa yang sederhana, simple dan menarik untuk dibaca. Semacam
branding pada tulisan anda. Saat melakukan perjalanan apalagi ke mancanegara
ada baiknya anda mengetahui juga sedikit banyak mengenai budaya,bahasa ,
kebiasaan dan sejarah tempat yang dituju . Masukan dialog atau percakapan dalam
bahasa local, walau kita hanya mengerti sedikit sedikit. Ini akan membuat
tulisan lebih menarik dan hidup. Dengan mendokumentasikan tempat yang anda
tuju, akan sangat membantu anda menulis dengan baik.
Ya
dari sebuah foto anda bisa mengenang kembali keadaan sewaktu anda disana . Anda
gambarkan situasinya keadaan sekitar atau bangunan yang diamati . Lalu tuangkan
dalam tulisan Dalam buku masjid, digambarkan misalnya suasana tiang masjid,
sholat, mimbar, mihrab, sajadah, karpet, dinding, langit langitnya. Orang yg
sedang sholat, bisa juga isi khotbah. Dari
satu foto saja bisa jadi satu halaman Agar tulisan anda enak dan menarik dibaca, itu
tergantung gaya bahasa yg dipakai .Jangan monoton gunakan teknik teknik
menulis, kadang kadang pakai flash back juga.
3.
Diskusi wawancara
Untuk
menulis sebuah artikel perjalanan yang baik anda perlu untuk melakukan diskusi
atau wawancara dengan orang yang paham tentang tempat yang menjadi tujuan
perjalanan anda. Melakukan wawancara dengan penjaga atau tour guide tentang
tempat tersebut. Sehingga anda bisa menggali informasi yang lebih dalam tentang
tempat yang anda tuju. Kemudian menulisnya menjadi sebuah artikel menarik.
4.
Mencari informasi tambahan
Mencari
informasi tambahan maksudnya adalah mencari informasi terkait tempat yang anda
tuju dari internet, majalah dan sumber lain mengenai tempat tersebut. Sehingga
anda memiliki banyak informasi yang lebih dan bisa anda olah lebih dalam lagi
sesuai bahasa anda.
Dengan
mencari informasi tambahan artikel atau tulisan anda akan lebih kaya informasi.
Salah satu contoh adalah tulisan beliau tentang masjid heydar Aliyev di Baku Azerbaijan. Ini adalah masjid yang
imamnya ada dua yaitu untuk imam salat untuk golongan syiah dan imam salat
untuk golongan sunni. Azerbaijan adalah negara syiah tapi sunni juga bebas dan
akur saja.
5.
Mencari keunikan
Satu hal yang harus dilakukan oleh penulis artikel sebuah kisah perjalanan adalah mencari informasi yang unik dan menarik tentang tempat yang ingin anda tulis. Yang belum pernah diungkap atau ditulis oleh penulis lain. Pada tulisan mengenai makam jendral muslim nasionalis di Taipei . Pak Taufik memulainya dari tertidur di kursi makam, kemudian terbangun dan memulai perjalanan naik taksi menuju makam. Kemudian beliau melukiskan sepinya suasana pemakaman, arsitektur makam, tulisan Arab dan Cina yg ada di pusara . Kemudian beliau mengutip tulisan yang ada. Dan mencari tahu sejarah dari makam tersebut. Dari berkunjung ke makam anda bisa belajar sejarah bahwa banyak jendral muslim yg ikut Chiang Kai Shek ke Taiwan waktu Tiongkok dikuasai komunis . Bahkan jendral Bai ini jadi menteri pertahanan Republik Tiongkok. Rahasianya agar menarik adalah usahakan kita mencari hal unik yang ada di suatu tempat tersebut. Sejarah yg menarik, judul yang membuat penasaran. Misalnya artikel ketemu Gus Dur di masjid di Quanzhou Tiongkok. Disini beliau bertemu dengan imam masjid. Bercakap cakap dalam Bahasa Arab, kemudian di akhiri bertemu Gus Dur. Bahkan dengan memperhatikan papan nama bisa jadi artikel menarik seperti artikel belajar bahasa Cina gratis di Brunei
6. Merangkum dalam tulisan
Bagaimana merangkum dan menulis menjadi sebuah buku? Pengalaman menulis buku adalah kompilasi beberapa artikel dengan tema yang sama. Misalnya mengenai perjalanan ke masjid masjid . Satu demi satu artikel mengenai masjid dikumpulkan dan kalau sudah banyak bisa menjadi buku. Jadi pada awal nya beliau memang tidak nyangka bisa menjadi buku . Tapi begitu mulai banyak artikel yang ditulis akhirnya bisa menjadi sebuah buku.
Memang setiap pergi ke suatu kota atau negara diusahakan mampir ke masjid Setiap mampir diusahakan difoto dan kemudian ditulis menjadi artikel mengenai masjid itu. Tidak mudah jika anda ke luar negeri mencari sebuah masjid. Kadang kadang mencari masjid adalah hal yang gampang gampang susah. Salah satu yg susah adalah mencari masjid di Athena Yunani. Dimana beliau akhirnya menemukan sebuah masjid rahasia di bawah tanah dan bahkan menjadi marbot. Itulah keunikan menulis sebuah kisah perjalanan.
Hal
yang memotivasi untuk menulis sebuah kisah perjalanan adalah sebuah keinginan untuk selalu maju dan lebih baik dari sebelumnya.
Kalau dipikir sejak kecil beliau belum
pernah naik pesawat terbang hingga tamat SMA. Tetapi sejak SMA suka menghafal
peta buta dunia. Beliau menghafal negara bagian Amerika, Republik di Uni Soviet
dengan harapan suatu saat bisa berkunjung ke negara tersebut. Siapa sangka pada
tahun 1989 beliau bisa ke Amerika dan tahun 2008 bisa ke Rusia walau Uni Soviet
sudah tidak ada. Beliau bisa berkunjung
negara Eks Uni Soviet seperti Georgia, Latvia, Azerbaijan Armenia, Belarus dan
lain lain.
Adapun
tujuan utama beliau menulis dan menjadikan sebuah buku lebih untuk kemanusiaan.
Dengan menulis tempat tempat di berbagai negara kita bisa belajar bahwa manusia
dimana saja sama. Ada yang baik dan ada yang buruk. Mata hati kita menjadi
lebih terbuka atas keberagaman manusia. Kita tidak akan sombong membanggakan
bahwa negara kita saja yang paling indah bahwa bangsa kita yg paling sopan,
makanan kita yang paling enak. Tetapi kita akan lebih terbuka mengenai
perbedaan budaya, bahasa, seni dan lain lain. Bahkan dari berkunjung ke kuburan
kita bisa belajar sejarah dan budaya suatu bangsa. Hidup adalah suatu
perjalanaan, karena itu kita harus selalu
siap akan kejutan kejutannya yang nikmat.
Minggu, 14 Maret 2021
Menembus Critical Area penulis
Menurut Afif hidayatullah
salah satu trainer dan motivator pendidikan Indonesia, guru dibagi dalam
beberapa tipe. Tipe ini menentukan dan
mempengaruhi hebatnya anak didik di era new normal ini. Tipe ini dibagi 3 yaitu:
1.
Guru santai yaitu guru yang cenderung malas
dan santai dan lebih mementingkan kepentingan sendiri. Lebih memikirkan
aktivitas yang santai daripada memikirkan anak didiknya. Cenderung tidak peduli
dan mencintai anak didik seperti anaknya sendiri. Dia tidak melihat anak
didiknya sudah belajar dengan baik atau tidak. Jangan sampai anda menjadi guru
santai.
2.
Guru Tugas yaitu guru yang hanya mengumpulkan
tugas lalu selesai. Guru seperti ini hanya mementingkan tugas tanpa
memperhatikan anak perkembangan belajar dengan baik. Apakah guru tugas mampu
menghipnotis di era new normal ini? Jawabnya tentu tidak. Guru tugas hanya
mementingkan tugas tanpa memperhatikan motivasi semangat dan bagaimana anak
didik belajar di era new normal ini. Guru tugas ini hanya menggugurkan kewajiban saja.
3.
Guru Motivator adalah guru yang mampu
mengins[pirasi anak didik agar bermental pejuang. Penuh semangat, percaya diri,
tidak gampang menyerah dan putus asa. Guru motivator akan memperjelas tujuan
yang ingin di capai sehingga anak didik paham akan dibawa kemana. Kedua
membangkitkan minat belajar anak didik. Anak didik akan terdorong untuk belajar
manakala mereka memiliki minat untuk belajar.
Selanjutnya
menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Anak didik akan merasa senang
bila belajar dalam kondisi atau suasana yang menyenangkan, aman bebas dari rasa
takut. Kemudian memberikan pujian yang wajar terhadap anak didik sehingga anak
didik merasa dihargai. Guru motivator adalah guru yang tidak pernah menyerah. Bisa
menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anak didik. Yang mencintai proses. Jatuh itu biasa bangkit itu hebat.
Menembus Critical Area Anak didik
Dalam pikiran manusia ada critical area yaitu
penghubung antara pikiran sadar dan alam bawah sadar. Sebagai guru kita harus
mampu menembus critical area anak didik sehingga mereka tetap penuh semangat,
penuh inspirasi dan tidak pernah menyerah. Bagaimana caranya? Langkah pertama
yang harus kita lakukan adalah:
1.
Repetisi yaitu pengulangan berkali kali kata
positif yang akan masuk ke pikiran dan menempel di alam bawah sadar. Jangan
pernah menyerah tetap semangat. Ayo Bisa dan kata kata positif lainnya yang
dilakukan secara berulang ulang sehingga menyatu dipikiran anak didik yang
akhirya menempel di alam bawah sadar. Sehingga anak didik akan terbiasa untuk
melakukan dengan penuh semangat.
2.
Memiliki figur otoritas Anda bisa menjadi
contoh teladan yang baik dan
memprofilkan ke anak didik bahwa anda layak menjadi figur yang patut diteladani. Datang terlebih dahulu dan siap menyapa anak
didik atau hal hal lain, sehingga profil anda terkenal positif di mata anak
didik.
3.
Emosi yang intens artinya apa yang anda
sampaikan bukan hanya sekedar ucapan tetapi juga di pikiran, hati jiwa dan raga
sehingga menyebabkan energy bisa menembus
critical area anak didik.
Jika anda bisa
melakukan hal ini, anda akan sukses dan
menjadi guru yang hebat dan luar biasa. Jangan pernah berhenti untuk berubah,
belajar dan mengembangkan potensi diri menuju perubahan yang lebih baik.
Tetaplah menjadi guru yang mampu menembus
critical area anak didik dan menjadi guru motivator. Yang selalu kreatif semangat
dan membangkitkan motivasi belajar anak didik sehingga terbentuk perilaku
belajar yang efektif.
Kamis, 11 Maret 2021
Motivasi Berprestasi
Setiap
orang pasti ingin memiliki prestasi di bidang masing masing. Untuk berprestasi
diperlukan motivasi yang kuat untuk mencapainya. Motivasi dalam berprestasi
merupakan faktor pendorong untuk menentukan keberhasilan dalam mencapai sesuatu
yang diinginkan agar meraih kesuksesan. Dengan demikian motivasi berprestasi
ditandai oleh keinginan untuk mencapai standar keunggulan yang telah
ditetapkan.
Sebuah
kisah inspirasi dari seorang guru berprestasi juara 1 tingkat nasional tahun 2015
dan 5 besar guru inovatif kemendikbud tahun 2020. Bapak Sigit Suryono, M.Pd. bertutur
tentang masa lalu yang penuh dengan
kegagalan, terpinggirkan dan juga bukanlan orang yang menonjol dalam kelas. Mempunyai
orang tua yang berprofesi sebagai guru SD yang sangat disiplin dalam membimbing
dan mengawasi untuk belajar. Rangking satu selalu diraih saat SD, namun
bertolak belakang saat SMP maksimal rangking 24 dari 44 siswa dalam satu kelas,
bahkan pernah di 41, 43 masa yang sulit.
Namun persahabatan di SMP sampai saat ini masih membekas tidak mengenal
rangking dan status sosial. Saat SMA rangking pun jauh dari harapan. Hanya
maksimal pernah rangking 8 yang lainnya diatas 20. Di Kampus bahkan hampir DO
(drop out) saat kuliah S1 Pendidikan Fisika di UNY dan lulus 7 tahun. Pernah dapat IPK 1,28 malu juga kalau lihat saat belajar jadi
siswa. Setelah selesai S1 beliau langsung melanjutkan ke S2 mengambil jurusan
TP (Teknologi Pendidikan).
Inilah
era merasakan jadi orang hebat saat bisa menyelesaikan dengan tepat. Dengan
hasil cumlaude yang merubah cara pikir dan pandangan. Orang akan sukses jika
dia fokus dan senang dengan apa yang dikerjakannya. Orang akan sukses jika bisa
fokus pada bidang yang dia bisa ditekuni dan dilakukan inovasi terus menerus.
Pengalaman
gagal saat dimasa sekolah sampai kuliah di S1 benar-benar membekas dan itu
mempengaruhi cara mengajar pada anak didik. Beliau termasuk orang yang tidak
akan membeda-bedakan anak didik karena prestasi akademiknya. Beliau cenderung
sebagai motivator bagi anak didik karena pengalaman hidup saat SMP jadi juara 3 dari belakang dan
pengalaman buruk lainnya. Saat mengajar inilah pengalaman bertambah dan sering melakukan kolaborasi
dengan siswa untuk melakukan riset tentang pembuatan media dan model pembelajaran.
Membuat
catatan kecil bagaimana orang berbicara, presentasi, menyampaikan ide dan
pemikiran dan gagasan ilmiah dalam kegiatan tersebut. Setiap even lomba
tersebut beliau mencatat menapa "gagal" baik dari sisi presentasi,
fokus presentasi, cara presentasi, membuat presentasi yang efektif, dan
seterusnya.
Tidak
putus asa meski sering gagal. Menyikapi kegagalan dengan menulis penyebab kegagalan. Apakah
karena persiapan kurang? Apakah karena
powerpoint tindak fokus pada materi yang seharusnya kita presentasikan? Apakah pembahasannya dangkal?, Apakah sudah
mempersiapkan dengan maksimal? Pelajarilah kenapa kita gagal, Tulislah sumber
kegagalah dan perbaikilah di masa yang akan datang. Pasti suatu saat akan
sukses saat mengikuti setiap kompetisi yang kita hadapi.
Selain
harus fokus dan menyenangi yang kita lakukan juga belajar, kolaborasi dan berbagi.
Belajarlah dari kegagalan dan belajarlah
dari orang yang sukses. Dekatlah dengan komunitas yang siap berbagi dengan
siapapun. Selalu Berpegang pada buku
panduan lomba, buat gagasan inovasi yang kontinyu. Kiat bisa sukses dan
berprsetasi adalah; mau mendengar kritik dan saran dari banyak orang, Mau
belajar dari siapapun baik dari teman sejawat, dengan siswa terlebih dengan
para ahli yang sudah teruji, Kosongkan dan turunkan Ego sehingga kita bisa menerima
ilmu dari siapapun. Jangan angkuh dan
merasa paling hebat: Karena diluar sana banyak orang yang lebih hebat dari kita,
Berusahalah secara maksimal, kegagalah hanyalah keberhasilan yang tertunda.
Keberhasilan
seseorang ditentukan sikap yang konsisten terhadap keinginan untuk meraih
prestasi. Untuk meraih prestasi sangat
dipengaruhi oleh faktor eksternal dan kematangan psikologis. Jika ada anak yang
rangking terus saat sekolah, namun karena faktor eksternal tidak mendukung dia
tidak bisa sekolah di tingkat lanjut, orang tuanya broken home, meninggal atau
sebab lain bisa jadi dia suatu saat gagal.
Maka keberhasilan orang banyak ditentukan bagaimana seseorang itu bisa
adaptif dengan lingkungan disekitarnya, gaya belajar, kehidupan sosial,
dukungan orang tua, munculnya kreatifitas dan kolaborasi.
Sama
halnya dengan memulai menulis. Ide menulis akan tetap muncul jika kita sering
membaca, berbagai pengalaman, berbagi masalah dan juga sering mengamati
karya-karya rekan guru lain baik lewat media online, blog. Kemudian bisa
diawali dengan ATM (Amati,Tiru,Modifikasi), kemudian setelah terbiasa munculkan
ide dan gagasan dari masalah yang ada di
sekitar saat mengajar, pasti masalah
setiap tahun akan muncul yang berbeda-beda itu bisa digunakan sebagai sumber
inspirasi kita.
Untuk
memunculkan motivasi berprestasi maka yang diperlukan adalah cari model
inspirator, bisa dari Kepala sekolah, rekan guru yang sukses, Ketua MGMP atau
orang disekitar kita yang sukses. Belajarlah dari mereka dan lakukan secara
kontinyu. intinya adalah setiap orang punya kekuatan dan kehebatan
masing-masing sesuai dengan bidang dan keahlian serta hobi. Dan keberhasilan
ditentukan oleh seberapa besar usaha yang telah meraka lakukan. Semakin
berusaha keras insyallah suatu saat akan menikmati hasilnya, jika masih gagal
berarti banyak orang yang lebih lama meluangkan waktu untuk itu.
Orang-orang
hebat yang selalu ingin belajar dan belajar. Maka bekerja samalah dengan orang
lain dan berbagi ilmu, Insya Allah berkah. Prestasi bukanlah suatu tujuan namun
prestasi akan didapatkan oleh setiap orang yang telah bekerja dengan maksimal
dan terus berusaha memperbaiki diri setiap saat. Prestasi yang paling utama
bukan ditunjukkan oleh predikat-predikat yang kita sandang namun prestasi yang
hakiki adalah bagaimana kita bisa menjadi sosok yang bisa menginspirasi anak
didik kita sehingga suatu saat mereka akan sukses dalam bidangnya masing-masing.
Selasa, 09 Maret 2021
Menembus Critical Area Anak Didik
Menurut Afif hidayatullah
salah satu trainer dan motivator pendidikan Indonesia, guru dibagi dalam
beberapa tipe. Tipe ini menentukan dan
mempengaruhi hebatnya anak didik di era new normal ini. Tipe ini dibagi 3 yaitu:
1.
Guru santai yaitu guru yang cenderung malas
dan santai dan lebih mementingkan kepentingan sendiri. Lebih memikirkan
aktivitas yang santai daripada memikirkan anak didiknya. Cenderung tidak peduli
dan mencintai anak didik seperti anaknya sendiri. Dia tidak melihat anak
didiknya sudah belajar dengan baik atau tidak. Jangan sampai anda menjadi guru
santai.
2.
Guru Tugas yaitu guru yang hanya mengumpulkan
tugas lalu selesai. Guru seperti ini hanya mementingkan tugas tanpa
memperhatikan anak perkembangan belajar dengan baik. Apakah guru tugas mampu
menghipnotis di era new normal ini? Jawabnya tentu tidak. Guru tugas hanya
mementingkan tugas tanpa memperhatikan motivasi semangat dan bagaimana anak
didik belajar di era new normal ini. Guru tugas ini hanya menggugurkan kewajiban saja.
3.
Guru Motivator adalah guru yang mampu
mengins[pirasi anak didik agar bermental pejuang. Penuh semangat, percaya diri,
tidak gampang menyerah dan putus asa. Guru motivator akan memperjelas tujuan
yang ingin di capai sehingga anak didik paham akan dibawa kemana. Kedua
membangkitkan minat belajar anak didik. Anak didik akan terdorong untuk belajar
manakala mereka memiliki minat untuk belajar.
Selanjutnya
menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Anak didik akan merasa senang
bila belajar dalam kondisi atau suasana yang menyenangkan, aman bebas dari rasa
takut. Kemudian memberikan pujian yang wajar terhadap anak didik sehingga anak
didik merasa dihargai. Guru motivator adalah guru yang tidak pernah menyerah. Bisa
menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anak didik. Yang mencintai proses. Jatuh itu biasa bangkit itu hebat.
Menembus Critical Area Anak didik
Dalam pikiran manusia ada critical area yaitu
penghubung antara pikiran sadar dan alam bawah sadar. Sebagai guru kita harus
mampu menembus critical area anak didik sehingga mereka tetap penuh semangat,
penuh inspirasi dan tidak pernah menyerah. Bagaimana caranya? Langkah pertama
yang harus kita lakukan adalah:
1.
Repetisi yaitu pengulangan berkali kali kata
positif yang akan masuk ke pikiran dan menempel di alam bawah sadar. Jangan
pernah menyerah tetap semangat. Ayo Bisa dan kata kata positif lainnya yang
dilakukan secara berulang ulang sehingga menyatu dipikiran anak didik yang
akhirya menempel di alam bawah sadar. Sehingga anak didik akan terbiasa untuk
melakukan dengan penuh semangat.
2.
Memiliki figur otoritas Anda bisa menjadi
contoh teladan yang baik dan
memprofilkan ke anak didik bahwa anda layak menjadi figur yang patut diteladani. Datang terlebih dahulu dan siap menyapa anak
didik atau hal hal lain, sehingga profil anda terkenal positif di mata anak
didik.
3.
Emosi yang intens artinya apa yang anda
sampaikan bukan hanya sekedar ucapan tetapi juga di pikiran, hati jiwa dan raga
sehingga menyebabkan energy bisa menembus
critical area anak didik.
Jika anda bisa
melakukan hal ini, anda akan sukses dan
menjadi guru yang hebat dan luar biasa. Jangan pernah berhenti untuk berubah,
belajar dan mengembangkan potensi diri menuju perubahan yang lebih baik.
Tetaplah menjadi guru yang mampu menembus
critical area anak didik dan menjadi guru motivator. Yang selalu kreatif semangat
dan membangkitkan motivasi belajar anak didik sehingga terbentuk perilaku
belajar yang efektif.
Senin, 08 Maret 2021
Rahasia Kedahsyatan Menulis
Bagaimana menjadi sosok yang
siap untuk menulis yang dimulai dari ketidaksempurnaaan. Menurut Aris Ahmad
Jaya penulis best seller “30 Hari Mencari Jati Diri” menjadi penulis adalah suatu keharusan bagi guru.
Tugas guru ada empat yaitu mengajar, mendidik, menginspirasi dan terakhir
menggerakkan. Keempatnya bisa dilakukan dengan menulis.
Buku jauh lebih mengakar
dari penulisnya. Buku 30 hari mencari jati diri contohnya, menjadi kisah yang
sangat menginspirasi.. Bagaimana sebuah buku lebih dikenal pembaca daripada
penulisnya. Beliau pernah naik bus dan duduk dengan penumpang di sebelahnya
yang sedang membaca buku. Pembaca buku sama sekali tidak mengenali jika orang
yang menulis buku yang dibacanya sedang ada di sebelahnya. Beliau hanya
tersenyum melihat orang di sebelahnya. Aris Ahmad jaya mengakui jika
identitasnya sengaja disembunyikan. Tetapi karya (buku) tidak bisa
disembunyikan.
Dengan menulis usiamu akan lebih panjang dari umurmu Buku akan memberikan inspirasi bagi banyak orang. Demikian juga dengan penulis buku. Dengan menulis kita akan meninggalkan jejak sejarah Pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak pernah menjadi pemenang. Itu adalah satu kalimat yang sangat memotivasi yang disampaikan oleh Aris Ahmad Jaya. Dengan menulis kita akan tetap hidup. Dengan menulis kita akan terkoneksi dengan masa lalu dan masa depan. Dengan menulis kita akan tetap hadir meskipun kita telah tiada. Orang orang besar adalah orang orang yang meninggalkan jejak.
Sebuah cerita yang tertulis
mampu mempertemukan otak kiri dan kanan dalam imajinasi yang nyata. Dan ini
tidak bisa diwakili oleh sebuah film hebat sekalipun. Karena imajinasi akan
lebih dahsat dari visualisasi. Pernah anda menonton film dari sebuah buku best
seller? Begitu menonton film anda bisa merasakan bahwa imajinasi yang tertulis
dalam bukunya lebih dahsyat dari visualisasi filmnya. Itulah dahsyatnya
kekuatan sebuah buku atau tulisan.
Sebuah tulisan yang bagus
akan mempesona, menggugah, melahirkan senyum, tawa dan tangis. Ekspresi sedih
dan gembira bahkan dapat menggerakkan dan memotivasi pembaca. Jika membaca
kisah sedih tak terasa pembaca ikut terhanyut dalam cerita yang ditulis. Disisi
lain ketika suguhan cerita itu lucu tak jarang pembaca ikut tersenyum sendiri.
Itulah efek dari sebuah tulisan yang mampu menggugah pembaca.
Menulis mengikat ide dan
gagasan. Gagasan bisa muncul ibarat petir di siang bolong yang melesat dan
menggelegar begitu cepat. Oleh karena itu ikatlah ide dan gagasan itu dengan
tulisan. Ide bisa muncul tanpa kita duga. Ketika gagasan muncul segeralah
mengambil langkah untuk menuliskan apa saja yang ada dalam pikiran anda.
Menulisnya di handphone atau di secarik kertas agar ide tersebut tidak hilang
lenyap.
Menulis itu mencurahkan rasa.
Sebagai contoh saat anda menulis cerita fiksi tentang semua yang anda lihat, anda
alami dan anda rasakan dapat tertuang dalam sebuah tulisan. Mulailah menulis
darimana saja yang menjadi minat anda dan anda sukai. Apa yang anda rasakan,
suka duka yang anda alami bahkan emosi anda ikut hadir dan tercurah dalam
tulisan anda. Apa yang anda tulis bisa
jadi akan menjadi sebuah tulisan yang menarik dan memotivasi banyak orang.
Menulis itu berbagi dan
menginspirasi. Ide dan gagasan yang mungkin jika tidak tertulis hanya akan
menjadi ide dalam kepala anda semata. Tetapi ketika anda menuangkannya dalam
sebuah tulisan atau sebuah buku, itu
artinya anda sudah berbagi dan menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal hal
yang luar biasa. Berjalanlah, ditengah jalan anda akan bertemu jalan. Jika
tidak bertemu jalan, buatlah jalan maka orang lain akan mengikuti jalanmu.
Nilai anda bukanlah karena anda bernilai,
tetapi karena anda telah memberi sentuhan emas. Menginspirasi banyak orang
lewat karya dan tulisan anda. Selamat berkarya.
Minggu, 07 Maret 2021
Menjadi Inovatif dan Kreatif
Setiap orang pasti memiliki karya,
dalam bentuk apapun itu. Karya yang dibuat dengan sungguh-sunguh pasti akan
menunjukkan jalan menuju kesuksesan. Modal utama mencapai prestasi adalah mimpi
dan Implementasi. Agar mimpi tidak hanya menjadi sekedar mimpi maka harus ada
tindakan yang aktual yang benar-benar anda lakukan dan laksanakan. Inovatif yaitu kemampuan seseorang dalam mendayagunakan
kemampuan dan keahlian untuk menghasilkan karya baru.
Sedangkan kreatif adalah proses sebuah
mental yang melibatkan penampilan ide, konsep baru atau hubungan baru antar
gagasan dan konsep yang sudah ada. Orang yang kreatif adalah mereka yang mau
melatih otaknya untuk mencari hal hal baru. Selama anda mau melatih dan
membiasakan otak untuk mencari sesuatu yang baru, maka anda bisa menjadi orang
yang kreatif.
Langkah awal menjadi orang yang
kreatif adalah mengubah mindset anda tentang orang yang kreatif. Masih banyak
yang berpikir kreatifitas merupakan bakat yang tidak semua orang bisa
memilikinya. Faktanya kreativitas merupakan sesuatu yang bisa dilatih dan
dipelajari.
Selanjutnya banyak orang yang mengira
ide ide kreatif muncul dari pemikiran yang rumit. Padahal justru ide ide
cemerlang nan kreatif banyak dihasilkan dari sebuah pemikiran yang sederhana.
Ide kreatif bisa muncul dari hal sederhana yang dikembangkan menjadi gagasan
yang lebih kreatif dan berbeda dari sebelumnya (inovatif).
Seperti yang dilakukan oleh Ibu Umi
Rosida,M.Pd.I seorang guru dengan segudang prestasi antara lain Juara 1 Lomba
INOBEL (Inovasi Pembelajaran) tingkat nasional tahun 2017, Short Course Jepang
2018, Juara 2 guru Berprestasi Tingkat Kab. Kediri 2019, Juara Apresiasi Guru
Inspiratif Kemendikbud 2020. Prestasi tersebut dimulai dari hal hal sederhana.
Untuk Inobel beliau mendesain media
pembelajaran yang berupa permainan sederhana yang bernama Mad Cetar (Mad Cerdas
Berputar). Mad adalah salah satu materi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
dan berhasil meraih juara 1 tingkat nasional.
Tips selanjutnya menurut Umi Rosida adalah
menuliskan apa yang anda inginkan dan rasakan. Satu hal yang tidak pernah
dilewatkan oleh orang yang melatih dirinya untuk kreatif adalah mencatat atau
menulis. Karena ide kreatif datang tanpa pernah kita undang. Bisa tiba tiba
muncul seperti hantu dimana saja anda berada. Hal ini dilakukan agar ide itu
tidak hilang ditelan waktu. Ketika suatu saat anda membutuhkan ide ide segar,
bisa membuka kembali catatan dan melihat ide menarik yang bisa ditulis kembali.
Tahukah anda bahwa terlalu lama berada
dalam zona nyaman akan membuat otak menjadi kurang kreatif? Ketika anda dizona
nyaman, otak anda jarang digunakan untuk berpikir mencari sesuatu yang baru.
Karena jarang dipakai akan menjadi tumpul. Segera keluar dari zona nyaman.
Memang pada awalnya kondisi ini akan memaksa anda sedikit berbeda untuk mencari
pemikiran dan ide ide baru. Jangan takut untuk berbeda karena itulah yang akan memunculkan
ide ide kreatif.
Tidak perlu takut salah. Tidak ada
satupun manusia di dunia ini yang tidak pernah berbuat kesalahan. Karena untuk
menjadi kreatif justru terjadi saat
membuat kesalahan. Otak anda akan bekerja maksimal untuk mencari jalan
penyelesaian masalah atau solusi yang lebih tepat. Dari mencari solusi itulah
otak anda akan berpikir secara kreatif.
Selanjutnya untuk membuat suatu
inovasi lakukan diskusi dengan rekan sejawat atau orang yang dianggap bisa
membantu. Mengapa kita perlu diskusi? Seringkali sebuah karya tidak terealisasi
karena kelemahan kita dalam memunculkan ide. Dengan berdiskusi kita bisa
mencari inspirasi dari orang lain. Kemudian menterjemahkan, memodifikasi dan
pada akhirnya akan muncul sebuah kreasi yang kemudian kita sempurnakan menjadi
sebuah inovasi. Dan Inovasi yang anda buat
akan menjadi hebat jika anda bisa melakukan kolaborasi Baik dengan siswa jika
anda seorang guru maupun dengan rekan
sejawat anda.
Maka konsistensi akan menjadi
Inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama dengan yang anda lakukan.
Inilah prestasi yang sesungguhnya, jika anda melakukan hal baik, orang lain
terinspirasi dan melakukan hal yang sama dengan yang anda lakukan.
Tips yang kedua saat membuat Inovasi
tentukan secara pasti apakah itu inovasi dalam bidang metode atau media. Pilih
salah satu saja, agar tidak terjadi kerancuan atas keberhasilan inovasi yg sudah kita lakukan. Apakah itu
karena medianya atau karena metodenya. Judul menjadi salah satu bagian yang
sangat penting dalam penilaian karya. Hindari membuat judul dengan akronim yang
tidak memiliki arti. Judul sebuah karya tulis harus menunjukkan sesuatu yang
inovatif dan unik dan tidak lebih dari 20 kata.
Peningkatan Pemahaman Tajwid Melalui
Pengembangan Media MAD Cetar (MAD Cerdas Berputar) adalah judul karya tulis
beliau yang mendapat juara 1 Inobel sehingga mendapat kesempatan untuk Short
Course di Jepang. Karena memang media beliau berbentuk seperti lingkaran yg
berwarna warni yang cara penggunaanya diputar. Mad adalah nama materi dalam mapel PAI.
Tips selanjutnya dalam menuliskan
karya tulis ilmiahnya harus sesuai dengan gaya selingkung perlombaan tersebut. Struktur
penulisan karya tulis ilmiah masing-masing lomba berbeda. Jika ingin mendapat
penilaian yang terbaik, anda benar-benar harus memahami dan melengkapai apa
saja kelengkapan dan struktur penulisan karya ilmiah tersebut. Jangan mengirim karya yang
seadanya, misalnya karya tulis kita berbentuk PTK, maka harus kita merubah gaya
penulisannya sesuai dengan gaya selingkung yang diminta sesuai dengan pedoman
perlombaan.
Selanjutna karya tulis anda harus
bebas Plagiat atau lolos uji similarity dan sitasi. Uji similarity (atau
tingkat kesamaan karya anda dengan karya yang sudah ada sebelumnya). Masing-masing
dari karya yg anda kirim akan di cek dengan menggunkan plagiarisme checker yaitu turnitin
yang dilakukan oleh dosen-dosen dari PT yang ditunjuk oleh kesharlindungdikdas.
Uji sitasi adalah ketepataan jumlah kutipan yang dipakai di dalam karya tulis dengan referensi yang ditulis. Agar diterima
maka Uji similarity kita harus sekecil mungkin dan uji sitasi kita harus
setinggi mungkin
Seperti yang sudah dikatakan
sebelumnya, orientasi kita sebagai guru adalah siswa. Lakukan hal-hal terbaik
yang bisa anda lakukan untuk siswa, maka
Allah swt akan memberikan yang terbaik. Karena dari setiap perlombaan hampir
semuanya melihat seberapa besar kebermanfaatan inovasi yang kita lakukan itu untuk
siswa. Dan seberapa mudah hal itu diduplikasi oleh orang lain dan dimanfaatkan
oleh siswa di tempat yang berbeda. Tapi biasanya titik utamanya adalah
kebermanfaatan bagi siswa di sekolah.
Untuk tetap semangat mengikuti lomba harus terus menerus belajar dan berinovasi
untuk siswa. Mulailah untuk menulis dan menghasilkan karya. Menulis membutuhkan
konsentrasi dan konsistensi. Anda adalah orang yang paling tahu kapan bisa menulis
dengan penuh konsentrasi dan silahkan konsisten dengan waktu yang dipilih untuk
bisa menyelesaikan tulisan. Guru mulia
karena karya, jangan pernah berhenti berkarya dan menginspirasi peserta didik.
Dalam bentuk apapun karya yang dibuat jika dikerjakan dengan sungguh sungguh
pasti akan menunjukkan jalan kesuksesan. Selamat berkarya.