Pelangi Aksara

Senin, 15 Maret 2021

Menulis Kisah Perjalanan

 

Sebelumnya tidak pernah terlintas untuk menulis sebuah kisah perjalanan dalam bentuk  artikel dan menerbitkannya menjadi buku. Setelah mendapat kuliah online dari bapak Taufik Hidayat, S.Si,M.Si, menulis kisah perjalanan menjadi sebuah buku adalah suatu tantangan tersendiri. Untuk menulis kisah perjalanan menjadi sebuah artikel atau buku perlu melalui tahapan yaitu:

1.    Mengamati

Amati dengan baik keadaan di sekitar tujuan perjalanan anda sehingga bisa menggambarkannya kembali dalam sebuah tulisan. Menata kembali detail keadaan ruangan arsitektur bangunan dan semua yang anda lihat. Perhatikan siapa saja yang ada, suasana di sekitar, keadaan cuaca dan hal yang menarik lainnya. Ceritakan dengan baik dalam bentuk tulisan agar bisa dinikmati oleh banyak orang.

2.    Membuat foto

Menulis dan bisa bercerita berdasarkan foto yang ada  Gunakan bahasa yang sederhana, simple dan menarik untuk dibaca. Semacam branding pada tulisan anda. Saat melakukan perjalanan apalagi ke mancanegara ada baiknya anda mengetahui juga sedikit banyak mengenai budaya,bahasa , kebiasaan dan sejarah tempat yang dituju . Masukan dialog atau percakapan dalam bahasa local, walau kita hanya mengerti sedikit sedikit. Ini akan membuat tulisan lebih menarik dan hidup. Dengan mendokumentasikan tempat yang anda tuju, akan sangat membantu anda menulis dengan baik.

Ya dari sebuah foto anda bisa mengenang kembali keadaan sewaktu anda disana . Anda gambarkan situasinya keadaan sekitar atau bangunan yang diamati . Lalu tuangkan dalam tulisan Dalam buku masjid, digambarkan misalnya suasana tiang masjid, sholat, mimbar, mihrab, sajadah, karpet, dinding, langit langitnya. Orang yg sedang sholat,  bisa juga isi khotbah. Dari satu foto saja bisa jadi satu halaman  Agar tulisan anda enak dan menarik dibaca, itu tergantung gaya bahasa yg dipakai .Jangan monoton gunakan teknik teknik menulis, kadang kadang pakai flash back juga.

3.    Diskusi wawancara

Untuk menulis sebuah artikel perjalanan yang baik anda perlu untuk melakukan diskusi atau wawancara dengan orang yang paham tentang tempat yang menjadi tujuan perjalanan anda. Melakukan wawancara dengan penjaga atau tour guide tentang tempat tersebut. Sehingga anda bisa menggali informasi yang lebih dalam tentang tempat yang anda tuju. Kemudian menulisnya menjadi sebuah artikel menarik.

4.    Mencari informasi tambahan

Mencari informasi tambahan maksudnya adalah mencari informasi terkait tempat yang anda tuju dari internet, majalah dan sumber lain mengenai tempat tersebut. Sehingga anda memiliki banyak informasi yang lebih dan bisa anda olah lebih dalam lagi sesuai bahasa anda.

Dengan mencari informasi tambahan artikel atau tulisan anda akan lebih kaya informasi. Salah satu contoh adalah tulisan beliau tentang masjid heydar Aliyev di  Baku Azerbaijan. Ini adalah masjid yang imamnya ada dua yaitu untuk imam salat untuk golongan syiah dan imam salat untuk golongan sunni. Azerbaijan adalah negara syiah tapi sunni juga bebas dan akur saja.

5.    Mencari keunikan

Satu hal yang harus dilakukan oleh penulis artikel sebuah kisah perjalanan adalah mencari informasi yang unik dan menarik tentang tempat yang ingin anda tulis. Yang belum pernah diungkap atau ditulis oleh penulis lain. Pada tulisan mengenai makam jendral muslim nasionalis di Taipei . Pak Taufik memulainya dari tertidur di kursi makam, kemudian terbangun dan memulai perjalanan naik taksi menuju  makam.  Kemudian beliau melukiskan sepinya suasana pemakaman, arsitektur makam,  tulisan Arab dan Cina yg ada di pusara . Kemudian beliau mengutip tulisan yang ada. Dan mencari tahu sejarah dari makam tersebut. Dari berkunjung ke makam anda bisa belajar sejarah bahwa banyak jendral muslim yg ikut Chiang Kai Shek ke Taiwan waktu Tiongkok dikuasai komunis . Bahkan jendral Bai ini jadi menteri pertahanan Republik Tiongkok. Rahasianya agar menarik adalah usahakan kita mencari hal unik yang ada di suatu tempat tersebut. Sejarah yg menarik, judul yang membuat penasaran. Misalnya artikel ketemu Gus Dur di masjid di Quanzhou Tiongkok. Disini beliau bertemu dengan imam masjid. Bercakap cakap dalam Bahasa Arab, kemudian di akhiri bertemu Gus Dur. Bahkan dengan memperhatikan papan nama bisa jadi artikel menarik seperti artikel belajar bahasa Cina gratis di Brunei

6.    Merangkum dalam tulisan

         Bagaimana merangkum dan menulis menjadi sebuah buku? Pengalaman menulis buku adalah kompilasi beberapa artikel dengan tema yang sama. Misalnya mengenai perjalanan ke masjid masjid . Satu demi satu artikel mengenai masjid dikumpulkan dan kalau sudah banyak bisa menjadi buku. Jadi pada awal nya beliau memang tidak nyangka bisa menjadi buku . Tapi begitu mulai banyak artikel yang ditulis akhirnya bisa menjadi sebuah buku. 

        Memang setiap pergi ke suatu kota atau negara diusahakan mampir ke masjid Setiap mampir diusahakan difoto dan kemudian ditulis menjadi artikel mengenai masjid itu. Tidak mudah jika anda ke luar negeri mencari sebuah masjid. Kadang kadang mencari masjid adalah hal yang gampang gampang susah. Salah satu yg susah  adalah mencari masjid di Athena Yunani. Dimana beliau akhirnya menemukan sebuah masjid rahasia di bawah tanah dan bahkan menjadi marbot. Itulah keunikan menulis sebuah kisah perjalanan.

Hal yang memotivasi untuk menulis sebuah kisah perjalanan adalah sebuah keinginan  untuk selalu maju dan lebih baik dari sebelumnya.  Kalau dipikir sejak kecil beliau belum pernah naik pesawat terbang hingga tamat SMA. Tetapi sejak SMA suka menghafal peta buta dunia. Beliau menghafal negara bagian Amerika, Republik di Uni Soviet dengan harapan suatu saat bisa berkunjung ke negara tersebut. Siapa sangka pada tahun 1989 beliau bisa ke Amerika dan tahun 2008 bisa ke Rusia walau Uni Soviet sudah tidak ada. Beliau bisa  berkunjung negara Eks Uni Soviet seperti Georgia, Latvia, Azerbaijan Armenia, Belarus dan lain lain.

Adapun tujuan utama beliau menulis dan menjadikan sebuah buku lebih untuk kemanusiaan. Dengan menulis tempat tempat di berbagai negara kita bisa belajar bahwa manusia dimana saja sama. Ada yang baik dan ada yang buruk. Mata hati kita menjadi lebih terbuka atas keberagaman manusia. Kita tidak akan sombong membanggakan bahwa negara kita saja yang paling indah bahwa bangsa kita yg paling sopan, makanan kita yang paling enak. Tetapi kita akan lebih terbuka mengenai perbedaan budaya, bahasa, seni dan lain lain. Bahkan dari berkunjung ke kuburan kita bisa belajar sejarah dan budaya suatu bangsa. Hidup adalah suatu perjalanaan, karena itu  kita harus selalu siap akan kejutan kejutannya yang nikmat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar