Pelangi Aksara

Jumat, 18 Juni 2021

Aksi Nyata 1.3. Penerapan Inkuiri Apresiatif Untuk Menumbuhkan Motivasi Siswa

 


A.    Latar Belakang

Pendidikan memiliki arti yang sangat penting dalam membentuk jati diri dan pengetahuan peserta didik. Pendidikan sendiri merupakan garda terdepan dalam pembentukan masyarakat yang berkualitas dan berintegritas tinggi. Oleh sebab itu, kualitas dan kuantitas pendidikan harus dikelola dengan baik yang kedepannya sehingga dapat mempengaruhi kualitas masyarakat yang nantinya akan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara. Untuk mendapatkan sistem pendidikan yang  bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara maka sistem pendidikan yang diterapkan haruslah relevan dengan keadaan yang akan dihadapi oleh bangsa ini.

Oleh karena itu sebagai pendidik haruslah memahami bagaimana sifat dan perilaku masyarakat yang sedang dihadapi, agar nantinya sistem pendidikan yang sedang diterapkan dapat berjalan dengan baik. Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa pengaruh pendidikan pada umumnya mampu memerdekakan manusia atas hidupnya secara lahir, sedangkan merdekanya hidup secara batin terdapat dalam pendidikan. Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya baik lahir maupun batin tidak tergantung pada orang lain akan tetapi bersandar atas kekuatan yang dia miliki

Selaras dengan sistem pendidikan yang sedang diterapkan, pembelajaran semester genap tahun pelajaran 2020/2021 di SMPN 2 Labuapi yang dilakukan melalui mekanisme pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem daring dan luring, guling (guru keliling) masih terus berlangsung. Namun kendala pembelajaran masih saja dijumpai di kelas. Masih ada siswa yang belum aktif mengikuti pembelajaran. Hal ini menunjukkan ada hal yang perlu diperbaiki. Motivasi belajar dan rasa nyaman siswa dalam belajar perlu ditumbuhkan kembali. Oleh karena itu perlu perubahan pendekatan untuk membangun optimisme dan rasa nyaman siswa dalam belajar.

Hal di atas tentu saja menjadi tantangan guru untuk mampu mendesain pembelajaran yang berpihak pada murid. Desain lingkungan belajar yang memungkinkan tumbuhnya murid merdeka yang memiliki kemandirian, motivasi intrinsik yang tinggi dan rasa nyaman saat belajar dikelas.  Guru juga perlu terus berlatih meningkatkan kapasitas dirinya dalam memvisualisasikan harapan, menggandeng sesama dan mentransformasikannya menjadi harapan bersama.

Sebagai guru, kita memerlukan sebuah visi yang jelas menggambarkan seperti apa layanan dan lingkungan pembelajaran yang perlu kita berikan pada murid kita. Keyakinan kita atas visi itulah yang akan terus membuat kita terpacu untuk melakukan peningkatan kualitas diri serta menguatkan kolaborasi di lingkungan sekolah sehingga menjadi upaya perbaikan yang berkesinambungan. Guru harus memiliki visi yang mengarah kepada perubahan, baik perubahan di kelas atau perubahan di sekolah. Untuk mencapai perubahan tersebut guru perlu mengenal pendekatan manajemen perubahan. Manajemen pendekatan perubahan sering disebut sebagai Inkuiri Apresiatif (IA).

Perubahan pendekatan untuk membangun motivasi dan rasa nyaman siswa akan ditempuh melalui pendekatan inkuiri apresiatif. Inkuiri apresiatif merupakan salah satu manajemen perubahan positif berbasis kekuatan secara kolaboratif. Implementasi inkuiri apresiatif akan menerapkan model BAGJA yang meliputi tahap Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi. Rancangan tindakan dilakukan dengan melibatkan siswa sebagai aktor utama untuk menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman mereka menuju murid merdeka.

Melalui penerapan inkuiri apresiatif model BAGJA di kelas diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman siswa menuju murid merdeka. Indikator tindakan berjalan baik yaitu siswa dapat: (1) mengungkapkan hal positif yang dimiliki siswa untuk mewujudkan filosofi murid merdeka; (2) mengungkap potensi yang dimiliki siswa; (3) mengungkapkan harapan menuju murid merdeka; (4) menjabarkan rencana untuk mewujudkan murid merdeka; dan (5) mengatur eksekusi rencana menuju murid merdeka.

B.    Rancangan Strategi Perubahan Aksi Nyata

Rancangan strategi perubahan aksi nyata yang dilakukan untuk membangun motivasi dan rasa nyaman siswa dalam belajar ditempuh melalui pendekatan inkuiri apresiatif model BAGJA. Pendekatan inkuiri apresiatif model BAGJA dipilih karena pendekatan ini merupakan salah satu manajemen perubahan positif berbasis kekuatan secara kolaboratif. Tahapan inkuiri apresiatif model BAGJA yang dilakukan pada kegiatan ini diuraikan sebagai berikut.

 

 1.     Buat Pertanyaan

Buat Pertanyaan merupakan tahapan merumuskan pertanyaan untuk menggali hal-hal pada diri siswa yang dapat membuat siswa bersemangat dan nyaman saat belajar.

2.     Ambil Pelajaran

Ambil Pelajaran merupakan tahap untuk menemukan pelajaran positif yang telah dimiliki siswa untuk menumbuhkan semangat dan nyaman saat belajar. 

3.     Gali Mimpi

Gali Mimpi merupakan tahapan untuk merumuskan tujuan dari perubahan yang akan dilakukan.

4.     Jabarkan Rencana

Jabarkan Rencana merupakan tahapan untuk merumuskan langkah-langkah dan kapan langkah-langkah perubahan akan mulai dilakukan.

5.     Atur Eksekusi.

Atur Eksekusi merupakan tahapan untuk merumuskan siapa saja yang akan terlibat dalam mewujudkan perubahan dalam menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman saat belajar.

Kegiatan pada setiap tahapan di atas dipandu dengan pertanyaan penuntun. Daftar pertanyaan penuntun dan tindakan yang dilakukan pada setiap tahapannya disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1.

RANCANGAN STRATEGI PERUBAHAN

PRAKARSA

PERUBAHAN

Strategi Pengenalan Kekuatan dan Potensi Murid ( Menumbuhkan Motivasi dan rasa nyaman murid menuju murid merdeka, melalui pendekatan IA model BAGJA

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

1.      Hal apa saja yang membuat siswa termotivasi dan nyaman saat belajar dikelas

 

 

 

2.      Apa saja catatan baik yang ditemukan pada siswa saat mereka belajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.      Potensi apa saja yang bisa kita gali dari murid

1.      Menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman, memilih strategi dan metode pembelajaran yang variatif dan menarik

Bagaimana siswa dapat belajar dengan baik dan selalu riang (berdering)

 

2.      Siswa terlibat aktif berkolaboratif bersama siswa lain melakukan diskusi dan tanya jawab. Siswa diminta menuliskan jawaban pada kertas flidcard lalu menempelkannya pada papan tulis/ kertas folio yang telah disediakan disetiap kelompok Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan

Menunjukkan sikap yang baik selama kegiatan belajar

Siswa selalu senang dalam belajar

 

3.      Semangat untuk belajar dan mengembangkan diri, rasa percaya diri yang mulai tumbuh, kemampuan untuk berkolaborasi dengan teman, tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas yang diberikan tepat waktu, disiplin.

A-mbil pelajaran (Discover)

Praktik baik  apa saja yang pernah dilakukan untuk menumbuhkan potensi, motivasi dan rasa nyaman saat belajar dikelas?

1.      Dengan berkolaborasi bersama murid merefleksikan beberapa hal positif pada diri dan lingkungan murid untuk menumbuhkan potensi, motivasi dan rasa nyaman saat belajar. Hasil refleksi ditulis pada flidcard dan ditempelkan pada papan tulis/kertas folio yang telah disediakan.

2.      Mengikutkan murid dalam berbagai lomba

3.      Menerapkan konsep berdering

G-ali mimpi (Dream)

Hal positif apa saja yang akan dimaksimalkan pada murid   dimasa depan untuk menggali potensi, motivasi dan rasa nyaman saat belajar dikelas?

1.      Dengan berkolaborasi bersama murid merefleksikan beberapa hal positif yang akan dimaksimalkan di masa depan untuk menggali potensi, motivasi dan rasa nyaman saat belajar. Hasil refleksi ditulis pada flidcard dan ditempelkan pada papan tulis/kertas folio yang telah disediakan.

2.      Semangat untuk belajar dan mengembangkan diri, tumbuhnya rasa percaya diri dan tanggung jawab

J-abarkan rencana (Design)

Langkah-langkah apa, yang perlu dilakukan untuk menumbuhkan potensi, motivasi saat belajar dikelas dan kapan menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman saat belajar dikelas mulai dilakukan

1.      Dengan berkolaborasi bersama murid merumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan  murid untuk menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman saat belajar dikelas .  Langkah-langkah yang akan dilakukan murid ditulis pada flidcard dan ditempelkan pada papan tulis/kertas folio yang telah disediakan.

2.      Menggali informasi tentang minat, kebutuhan, potensi dan kekuatan mereka. Musyawarah dengan seluruh warga sekolah tentang program untuk memaksimalkan potensi dan kekuatan mereka. Membagi tugas dalam menyiapkan pembelajaran yang dapat memaksimalkan potensi dan kekuatan mereka. Membuat program pembelajaran yang dapat memaksimalkan potensi dan kekuatan mereka. Melaksanakan program pembelajaran yang dapat memaksimalkan potensi dan kekuatan mereka

A-tur eksekusi (Deliver)

Siapa yang akan membantu murid menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman saat belajar dikelas

1.      Dengan berkolaborasi Bersama murid memetakan pihak-pihak yang akan membantu dalam upaya menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman saat belajar dikelas. Hasil dari memetkan kekuatan ditulis dikertal flidcard selanjutnya ditempelkan pada papan tulis/kertas folio yang telah disediakan.

 

C.   Hasil dari Aksi Nyata

Hasil yang diperoleh pada tiap tahapan BAGJA diuraikan sebagai berikut.

1.     Buat Pertanyaan

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas sticky note, beberapa hal yang membuat siswa termotivasi dan nyaman saat belajar antara lain:

a.       Ruang belajar yang bersih dan nyaman;

b.      Diberikan reword;

c.       Teman-teman yang ramah dan saling menghargai;

d.      Soal yang menarik dan menantang;

e.       Tidak ada pem-bully-an; dan

f.        Suasana kondusif saat pembelajaran berlangsung.

 2.     Ambil Pelajaran

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas flipcard, beberapa hal yang sudah ada pada diri dan lingkungan murid (keluarga, teman, guru) untuk menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman saat belajar antara lain:

a.       Mempunyai motivasi untuk belajar;

b.      Dukungan orang tua untuk belajar; dan

c.       Teman-teman yang siap membantu dan bisa berkolaborasi saat belajar;

d.      Tempat belajar yang nyaman

3.     Gali Mimpi

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas flipcard, beberapa hal yang akan terjadi di masa depan dengan memiliki motivasi dan rasa nyaman saat belajar antara lain:

a.       Bisa membahagiakan orang tua;

b.      Menjadi orang sukses;

c.       Mendapatkan nilai yang baik;

d.      Menjadi pintar;

e.        Bisa meraih cita-cita;

f.       Mendapatkan prestasi; dan

g.      Menjadi orang yang berguna;

4.     Jabarkan Rencana

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas flipcard, langkah yang perlu dilakukan siswa untuk menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman saat belajar antara lain:

a.       Membuat kesepakatan

b.      Membuat/mengatur kelompok belajar

c.       Memperbaiki motivasi belajar;

d.      Mengatur ruang belajar

e.       Berkolaborasi, berdiskusi dan belajar bersama teman;

f.       Berbagi tugas dalam kelompok

g.      Mempresentasikan hasil dan memberikan umpan balik dengan saling menghargai antar anggota kelompok

5.     Atur Eksekusi.

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas flipcard, pihak-pihak yang akan membantu upaya menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman saat belajar antara lain:

a.       Orang tua siswa;

b.      Saudara siswa (kakak);

c.       Teman-teman murid; dan

d.       Guru.

D.   Pembelajaran yang Didapat

Implementasi inkuiri apresiatif model BAGJA dalam menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman murid dalam belajar yang dilakukan secara kolaboratif bersama dengan murid memberikan banyak pelajaran, baik bagi guru ataupun bagi murid. Implementasi ini memberikan kesempatan kepada guru dan murid untuk berlatih mencari solusi bersama. Murid  mendapatkan kesempatan untuk belajar mengungkapkan beberapa hal positif yang dimilikinya dalam menumbuhkan motivasi  dan menciptakan suasana nyaman dalam belajar dikelas. Selain itu, murid  juga dapat berlatih bagaimana mengatur rencana dan mengeksekusi rencana dalam menubuhkan motivasi dan rasa nyaman dalam belajar. 

Beberapa kendala yang dihadapai saat melakukan implementasi aksi nyata juga memberikan pelajaran tersendiri. Bagaimana mengaktifkan siswa dalam mengungkapkan pendapat yang sudah lama tidak bertatap muka menjadi tantangan tersendiri. Guru dituntut memiliki kreativitas untuk memancing murid mengungkapkan pendapatnya. Salah satu cara yang ditempuh yaitu dengan menyediakan flipcard dan murid menuliskan pendapatnya pada flipcard tersebut. Cara ini mampu memfasilitasi murid dalam mengungkapkan pendapatnya, terutama dalam menjawab pertanyaan yang disiapkan pada setiap tahapan BAGJA.

E.   Rencana Perbaikan

Rencana perbaikan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki implementasi inkuri apresiatif di masa mendatang dalam rangka mewujudkan murid merdeka belajar yang memiliki rasa nyaman dan bersemangat saat belajar di antaranya adalah (1) membuat perencanaan yang lebih matang; (2) mempersiapkan media yang lebih menarik; dan (3). berkolaborasi dengan rekan sejawat, terutama dengan guru bimbingan konseling dan guru wali kelas.






Minggu, 06 Juni 2021

Refleksi Pekan Kelima (Model 4 C)

 

Sebagai seorang calon guru penggerak sangat penting untuk memiliki sebuah visi yang ingin diwujudkan kedepannya. Mengapa visi sangat penting bagi seorang guru penggerak. Pertama dengan adanya visi, seorang guru penggerak akan mampu membuat standar kerja yang optimal. Sehingga akan membuat pekerjaannya lebih bermakna. Karena ada beberapa standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Kedua dengan adanya visi akan meningkatkan semangat kerja dan komitmen guru penggerak. Ketiga memastikan tujuan dasar sehingga memiliki acuan dasar untuk berkembang. Keempat dengan adanya visi memiliki pedoman dalam bekerja sebagai sarana untuk pengambilan keputusan. Dan ini sangat berkaitan erat dengan peran yang diemban oleh seorang guru penggerak. Karena untuk bisa mewujudkan visi dibutuhkan guru yang terampil dan memiliki kompetensi sehingga mampu berkontribusi secara aktif untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Ide dan materi yang diperoleh dalam modul 1.3. ini secara umum tidak ada perbedaan yang mendasar dari praktek yang telah dijalankan selama ini. Hanya ada materi baru yang diperoleh penulis pada modul ini yaitu adanya sebuah pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan yang disebut Inkuiri apresiatif (IA) melalui tahapan BAGJA.

Untuk dapat mewujudkan visi dan melakukan proses perubahan  maka diperlukan sebuah pendekatan atau paradigma. Pendekatan ini dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan. Jika diibaratkan seorang pelari yang memiliki tujuan akhir yaitu finish, maka ia butuh peralatan yang mendukung selama berlatih seperti alat olah raga. Alat olah raga itulah yang disebut dengan Inkuiri Apresiatif (IA). IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Cooperrider, yang adalah tokoh yang mengembangkan IA, menyatakan bahwa pendekatan IA dapat membantu membebaskan potensi inovatif dan kreativitas, serta menyatukan orang dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh proses manajemen perubahan yang biasa. Manajemen perubahan yang biasa dilakukan lebih menitikberatkan pada masalah apa yang terjadi dan apa yang salah dari proses tersebut untuk diperbaiki. Hal ini berbeda dengan IA yang berusaha fokus pada kekuatan yang dimiliki setiap anggota dan menyatukannya untuk menghasilkan kekuatan tertinggi.

IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi positif dan pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti positif ini merupakan potensi dan aset organisasi. Dengan demikian, dalam implementasinya, IA dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum organisasi menapak pada tahap selanjutnya dalam melakukan perencanaan perubahan.

Menurut Cooperrider, saat ini kita hidup pada zaman yang membutuhkan mata yang dapat melihat dan mengungkap hal yang benar dan baik. Mata yang mampu membukakan kemungkinan perbaikan dan memberikan penghargaan. Bila organisasi lebih banyak membangun sisi positif yang dimilikinya, maka kekuatan sumber daya manusia dalam organisasi tersebut dipastikan akan meningkat dan kemudian organisasi akan berkembang secara berkelanjutan. Perubahan yang positif di sekolah tidak akan terjadi jika pertanyaan yang diajukan mengenai kondisi sekolah saat ini diawali dengan permasalahan yang terjadi atau mencari aktor sekolah yang melakukan kesalahan.

Pertanyaan yang sering diajukan adalah, “Mengapa capaian hasil belajar siswa rendah?”, “Apa yang membuat rencana kegiatan sekolah tidak berjalan lancar?”, dan lain sebagainya. Motivasi untuk melakukan perubahan tentu akan berangsur menurun jika diskusi diarahkan pada permasalahan. Suasana psikologis yang terbangun tentu akan berbeda jika pertanyaan diawali dengan pertanyaan positif seperti ini, hal-hal baik apa yang pernah dicapai murid di kelas? Apa hal menarik yang dapat dipetik pelajarannya dari setiap guru di kelas? Bagaimana mengembangkan praktik baik setiap guru untuk dipertahankan sebagai budaya sekolah?

Setelah memahami pendekatan IA selanjutnya ada langkah langkah yang perlu kita terapkan untuk mewujudkan visi yaitu tahapan BAGJA. Tahap pertama, Buat Pertanyaan Utama. Di tahap ini, merumuskan pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan apa yang diinginkan atau diimpikan. Tahap kedua, Ambil Pelajaran. Pada tahapan ini, mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di sekolah dan pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut. Tahap ketiga, Gali Mimpi. Pada tahapan ini, menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang diimpikan dan diharapkan terjadi di sekolah. Disinilah visi benar-benar dirumuskan dengan jelas. Tahap ketiga, Jabarkan Rencana. Di tahapan ini, dapat merumuskan rencana tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi. Tahapan terakhir, Atur Eksekusi. Di bagian ini, memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan terlibat, bagaimana strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan.

Banyak perubahan yang ingin saya lakukan setelah memperoleh materi ini. Dimulai dari diri sendiri dengan menggali potensi dan kekuatan yang dimiliki secara maksimal sehingga menghasilkan semangat untuk melakukan perubahan dan aksi nyata. Kemudian mensosialisasikan kepada rekan guru di satuan pendidikan dan komunitas MGMP agar apa yang telah diperoleh menjadi suatu pengetahuan dan pengalaman yang bermakna sehingga semua guru dapat bergerak secara bersama menciptakan ekosistem pembelajaran yang menyenangkan sesuai visi yang telah ditetapkan sebelumnya. Terus berlatih meningkatkan kapasitas dirinya dalam memvisualisasikan harapan, menggandeng rekan guru yang lain dan mentransformasikannya menjadi harapan bersama. Harapan kita adalah visi kita. Visi kita sekarang adalah masa depan anak didik kita. Masa depan anak didik kita adalah masa depan bangsa kita Indonesia tercinta.

Jumat, 28 Mei 2021

Aksi Nyata Penerapan Pemikiran KI Hajar Dewantara di sekolah dan di kelas


a.      
Pendahuluan

Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan yang dapat membentuk peradaban. Pendidikan adalah suatu perubahan yang  selalu bergerak, tidak pernah berhenti sesuai kodrat alam dan kodrat jaman. Ibarat planet dalam tata surya yang selalu bergerak. Sumbunya adalah nilai kemanusiaan. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak, agar dapat memperbaiki lakunya dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Dalam proses menuntun anak diberi kebebasan namun guru sebagai pamong memberi tuntunan agar tidak kehilangan arah dan menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD dapat dilakukan antara lain dengan menumbuhkan nilai karakter dengan mengucapkan salam, berdoa, melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, menyapa anak dan menanyaan kabar mereka hari itu. Membiasakan memberi teladan kepada anak. Memberikan motivasi agar siswa belajar dengan nyaman dan bahagia. Memberikan kebebasan untuk berpendapat dalam ruang diskusi, menghargai pendapat anak.

Agar proses pembelajaran sesuai dengan pemikiran KHD  terwujud dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain, memahami karakteristik anak dengan melihat  latar belakang dan kebiasaan anak sehari hari. Memberikan kebebasan kepada siswa untuk bereksplorasi (merdeka belajar) dan berinovasi dalam kegiatan pembelajaran. Menyiapkan diri semaksimal mungkin untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan. Menerapkan metode pembelajaran berdering (belajar dengan riang) melalui aplikasi quiziz.

b.      Aksi nyata pemikiran KHD di kelas dan di sekolah

Awalnya ketika mengajar yang saya inginkan adalah anak selalu memperhatikan setiap arahan dan penjelasan saya. Sehingga terkadang saya lupa jika ada anak yang memang secara fisik tidak bisa diam.  Kasus seperti ini kadang menguras seluruh energy yang dimiliki agar anak mau focus terhadap proses pembelajaran yang berlangsung.  Untuk mengajar daring dengan keterbatasan tempat dan gerak diperlukan tenaga yang sedikit lebih besar daripada mengajar di kelas.

Sebagai seorang guru saya tidak mungkin memaksa anak untuk menyukai situasi kelas saya dan tugas yang saya berikan. Saya analogikan dengan ungkapan yang mudah diterima, tidak mungkin saya sebagai guru memaksa anak yang sangat suka olah raga untuk menyukai pelajaran Pendidikan Agama Islam yang sangat tidak disukainya. Karena ketidakmahirannya membaca Al Quran membuat anak tidak menyukai pelajaran saya. Awalnya saya menyerah tetapi kemudian saya lantas berpikir apa yang harus saya lakukan dengan anak tersebut. Saya cuma seorang guru dan bukan hanya anak tersebut yang harus saya hadapi. Itu yang saya pikirkan dan saya alami sebelum mempelajari modul 1.1 di guru penggerak

Syukur kepada Allah Swt yang telah mempertemukan saya dalam komunitas pendidikan guru penggerak. Saya bisa belajar banyak dan saya percaya bahwa setiap anak adalah istimewa dengan segala kekurangan dan kelebihannya masing masing. Mereka hadir dengan segala potensi dan bakatnya yang istimewa. Tugas kita sebagai guru menuntunnya menemukan “bintang” yang ada dalam dirinya. Berbicara dari hati ke hati dengan tulus ikhlas, menciptakan pola pembelajaran yang sedikit berbeda ternyata membuatnya lebih tertarik.

Agar pembelajaran di kelas saya lebih baik, saya perlu menata dan melakukan perubahan yang sistemik mulai dari cara mengelola kelas, menghadapi anak dengan berbagai karakteristik dan latar belakang yang berbeda, metode dan strategi pembelajaran terbaik yang harus saya terapkan akan menjadi prioritas utama.  Semuanya dilakukan dengan tujuan agar  ruh mendidik dengan hati bisa maksimal  saya terapkan di kelas. Membangun ekosistem yang mendukung pelaksanaan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Sehingga anak akan belajar dengan bahagia.

Salah satu yang dapat saya terapkan adalah dengan menggunakan salah satu aplikasi pembelajaran quizizz. Mereka secara tidak langsung telah belajar sambil bermain. Dan itu sangat efektif untuk proses pembelajaran di kelas saya. Dalam pembelajaran dengan menggunakan aplikasi quizizz ini, dengan tampilan yang sangat colorfull membuat peserta didik seolah bermain game padahal mereka sedang mengerjakan soal. Tidak ada kendala yang berarti karena semua peserta didik sebelum masuk ke aplikasi telah diberi penjelasan secara maksimal.

 Penulis dan peserta didik  sangat senang terlibat dalam proses perubahan yang dilakukan di kelas. Perubahan yang sangat besar yang terlihat adalah antusiasme peserta didik terhadap pembelajaran yang dilakukan. Peserta didik seolah dibawa kedunia permainan yang sangat menyenangkan. Tidak ada peserta didik yang merasa bosan, hanya yang menjadi kendala ketika melakukan pembelajaran dengan aplikasi quiziz adalah sinyal tiba tiba lelet. Tetapi secara umum peserta didik terlihat senang melakukan pembelajaran dengan metode ini. Penulis berharap pembelajaran yang menyenangkan ini dapat terus dilakukan dan ditingkatkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

c.       Penutup

Menuntun anak didik sesuai roh merdeka belajar dengan menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan membuat anak didik bahagia selama pembelajaran berlangsung adalah suatu keniscayaan. Sebagai pendidik yang baik kita harus bisa menuntun mereka menemukan “bintang”dalam dirinya agar bisa bersinar dan memberi manfaat bagi  kehidupan diri dan sekitarnya.


Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak


 a.       Pendahuluan

      Sebaik apapun kurikulum, teknologi pendidikan, sarana prasarana serta infrastruktur di satuan pendidikan, tidak ada yang bisa menggantikan peran dari seorang guru. Sebagai guru penggerak yang baik perlu memahami nilai dan peran yang diembannya dengan penuh tanggung jawab agar menemukan jati diri sebagai guru penggerak. Yang siap memajukan pendidikan di Indonesia dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik. Pendorong transformasi pendidikan di Indonesia yang memiliki esensi bahwa kemerdekaan berpikir harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya kepada murid.

Nilai diri yang wajib melekat pada guru penggerak adalah mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid.  Nilai yang merupakan keyakinan sebagai suatu standar yang mengarahkan perbuatan dan pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Peran guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru dan mewujudkan kepemimpinan murid. Peran dari guru penggerak akan lebih maksimal jika memiliki ketrampilan sesuai dengan tujuan pendidikan dan bisa menghadirkan perubahan yang nyata bagi pendidikan. Nilai dan peran guru penggerak tidak lepas dari sebuah capaian dan profil diri yang mampu menerapkan prinsip pengembangan untuk menggerakkan sebuah lokomotif perubahan diantaranya mampu merumuskan nilai diri yang selaras dengan upaya menuntun murid menuju profil pelajar pancasila. Oleh karena itu guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Karena guru sebagai ujung tombak tercapainya tujuan pendidikan. Salah satu kemampuan dasar seorang guru adalah kreatif melaksanakan proses belajar mengajar baik pada proses pemilihan bahan ajar, metode maupun media yang digunakan sebagai penunjang pembelajaran agar sesuai dengan nilai dan perannya sebagai seorang guru penggerak.

b.      Aksi nyata nilai dan peran guru penggerak

      Upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan seakan tidak pernah berhenti. Banyak agenda kebijakan yang telah dilaksanakan termasuk penerapan kebijakan  merdeka belajar. Merdeka belajar adalah program kebijakan baru kementerian pendidikan dan kebudayaan Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Nadiem Makarim. Esensi kemerdekaan berpikir menurut Nadiem harus didahului oleh guru sebelum mereka mengajarkannya pada anak didik. Karena dalam kompetensi guru di  level manapun tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan ada pembelajaran yang terjadi. Konsep merdeka belajar terdorong karena keinginan menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa pencapaian skor atau nilai tertentu.

Karena perubahan kebijakan pendidikan sejatinya tidak cukup hanya dengan perubahan dari sektor kurikulum, baik struktur maupun prosedur perumusannya. Pembaharuan kurikulum akan lebih bermakna bila diikuti oleh perubahan praktek pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Indikator pembaharuan kurikulum ditunjukkan dengan adanya perubahan pada pola kegiatan pembelajaran, pemilihan media pendidikan, penentuan pola penilaian yang menentukan hasil pendidikan. Oleh karena itu guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa guru merupakan komponen paling strategis dalam proses pendidikan. Guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya. Hal ini menuntut perubahan perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar mengajar bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif sehingga memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung secara efektif, mengembangkan bahan pembelajaran dengan baik dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pelajaran.

Memasuki pekan ketiga pengetahuan penulis semakin tercerahkan dengan nilai dan peran guru penggerak. Salah satu peran yang akan diangkat dalam tulisan ini adalah mendorong meningkatkan prestasi akademik siswa melalui permainan kartu tajwid pada materi Hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan alif lam qomariyah. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam ada banyak materi yang tingkat kesulitannya tinggi menurut sebagian siswa, meski bagi sebagian siswa yang lain materi tersebut tergolong mudah. Salah satu materi yang dianggap sulit adalah materi tajwid  Hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan alif lam qomariyah.

Berdasarkan pengalaman untuk materi ini tingkat kesulitannya tinggi terbukti dengan hasil perolehan nilai siswa sangat rendah dan belum mencapai standar ketuntasan minimal. Berdasarkan hal tersebut penulis mencoba mendesain pembelajaran dengan sedikit berbeda yaitu dengan menggunakan metode permainan kartu untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Untuk strategi pembelajaran di kelas dengan konsep berdering permainan kartu yang dilakukan pertama kali adalah membuat komitmen kelas secara bersama dan harus ditaati sepenuhnya dengan penuh tanggung jawab. Kemudian membentuk kelompok dengan pola menuliskan hobi dimasing masing kertas dan yang memiliki hobi yang sama dikelompokkan bersama. Mengapa ini dilakukan untuk membuat peserta didik merasa nyaman ketika mereka berkelompok dengan teman yang memiliki hobi yang sama. Setelah kelompok terbentuk guru menjelaskan konsep pembelajaran yang akan dilakukan. Mulai dengan membagi kartu dan menjelaskan cara permainannya. Setiap peserta didik dibagi sejumlah kartu kartu secara acak sebanyak 5 kartu. Peserta didik akan membuang kartu sesuai dengan kata kunci. Peserta didik yang paling cepat menghabiskan kartunyalah yang akan menjadi pemenang. Sistim permainan ini sangat efektif, sehingga  dengan konsep permainan kartu seperti ini pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran lebih meningkat.

Penulis merasa sangat senang mendapati kenyataan ketika peserta didik sangat antusias dan menikmati permainan kartu, setelah sebelumnya mendapat pengarahan tentang bagaimana cara memainkan kartu tersebut.  Peserta didik seolah bukan belajar tetapi sedang melakukan permainan. Padahal sejatinya mereka telah menerapkan dan memahami dengan baik konsep materi hukum alif Lam Syamsiah dan alif lam qomariah yang dianggap sulit melalui permainan kartu.

    Untuk membuat peserta didik nyaman dan merasa tidak tertekan adalah dengan membuat suasana kelas yang menyenangkan. Mereka perlu di bawa ke suasana kelas yang lebih santai sambil tetap mengarahkan agar tujuan yang ingin dicapai terwujud. Dan lihatlah ketika permainan berakhir yang berhasil menghabiskan kartu ditangan adalah pemenangnya. Lihatlah betapa riuhnya kelas ketika pemenang merayakan kemenangan dengan sangat gembira. Ada banyak hal positif atau praktek baik yang dapat diambil dari kejadian di kelas yaitu (1)    Peserta      didik lebih menikmati belajar dengan cara tersebut (2) Semua peserta didik terlibat aktif (3) Peserta        didik lebih cepat memahami materi (4) Suasana kelas yang sangat mendukung  ekosistem                       pembelajaran (5) Peserta didik bisa saling mengajari temannya yang belum paham sehingga sangat        efektif bagi proses pembelajaran (tutor sebaya) (6) Tujuan yang diinginkan tercapai (7) Guru hanya        mendampingi dan mengarahkan saja (8) Proses pembelajaran berpusat          pada peserta        didik. Kendala yang penulis hadapi dalam mengimplementasikan metode permainan kartu ini antara lain         (1)Suasana kelas yang sedikit riuh sehingga kadang mengganggu kelas disebelah (2) Waktu yang            dibutuhkan bisa lebih lama dari alokasi jam pelajaran (3) Perlu kesabaran ekstra mengelola kelas            karena sifatnya permainan. Ketika metode ini diterapkan di kelas pertama kali timbul ide untuk              menulisnya menjadi sebuah karya ilmiah dengan sedikit modifikasi agar tampilan kartunya                     menarik. Mengingat tampilan kartu yang dipakai pertama kali adalah dari bahan bekas pakai yaitu          potongan kardus bekas. Timbul ide untuk memodifikasinya dari kertas warna warni sehingga                   tampilannya lebih menarik. Dan melakukan modifikasi kartu seperti tampilan kartu flash. Pada               bagian depan terdapat pertanyaan dan pada bagian belakang jawabannya. Sehingga peserta didik             bisa lebih cepat paham.


c.       Penutup


Setelah penulis menganalisa rentetan peristiwa yang terjadi di kelas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan metode permainan kartu dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi yang dianggap sulit (hukum bacaan alif lam syamsiah dan alif lam qomariyah) sangat efektif dilakukan. Metode itu dapat diterapkan di kelas dan hasilnya sangat maksimal yang dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar belajar peserta didik yang meningkat dan respon dari sema peserta didik yang sangat senang dengan pola pembelajaran dengan permainan kartu.

Rabu, 26 Mei 2021

Intisari Pemikiran Ki Hajar Dewantara

    

Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Ki Hajar Dewantara (KHD) memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan yang dapat membentuk peradaban.

Pendidikan adalah suatu perubahan yang  selalu bergerak, tidak pernah berhenti sesuai kodrat alam dan kodrat jaman. Ibarat planet dalam tata surya yang selalu bergerak. Sumbunya adalah nilai kemanusiaan. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak, agar dapat memperbaiki lakunya dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Dalam proses menuntun anak diberi kebebasan namun guru sebagai pamong memberi tuntunan agar tidak kehilangan arah dan menemukan kemerdekaannya dalam belajar

Proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD Menumbuhkan karakter dengan Mengucapkan salam, berdoa, Menyapa anak dan menanyaan kabar mereka hari itu. Memberikan motivasi agar siswa semangat untuk belajar membuat komitmen yang harus disepakati bersama. Menjelaskan tujuan pembelajaran Mengarahkan untuk membentuk kelompok sendiri sehingga mereka belajar dengan nyaman dan bahagia. Memberikan tugas kelompok yang harus dipecahkan dan diskusikan bersama. Memberikan kebebasan untuk berpendapat dalam ruang diskusi sekaligus mempresentasikannya di depan kelas. Setelah pembelajaran selesai penting bagi guru menanyakan apakah anak belajar dengan bahagia pada hari itu

Agar proses pembelajaran sesuai dengan pemikiran KHD  terwujud dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

1.      Memahami karakteristik anak dengan melihat biodata, latar belakang dan kebiasaan anak sehari hari

2.      Menyiapkan diri semaksimal mungkin untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan

3.      Menerapkan metode pembelajaran Berdering (Belajar dengan Riang)

4.      Selalu belajar, berbagi dan berkolaborasi dengan rekan sejawat dan komunitas.

Dari konsep KHD yang sudah saya terapkan yaitu tidak pernah membeda bedakan anak karena setiap anak itu memiliki bakat dan keistimewaan masing masing. Dan selalu melakukan proses pembelajaran dengan konsep Berdering (Belajar dengan Riang)

Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara (Tugas 1.1.a.1)

          Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan dan Pengajaran yang bisa saya pahami adalah tiga konsep yang sudah membumi yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani. Memiliki makna yang sangat luas bahwa perlu adanya sinergi dari semua pelaku pendidikan terutama guru yang berjuang di akar rumput untuk saling bekerja sama, belajar, berbagi dan berkolaborasi untuk bertumbuh dan bergerak bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan sesuai yang dicita citakan bersama. Menciptakan suatu perubahan yang mendukung untuk saling belajar, berbagi dan berkolaborasi. Menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. 
       Konsep kemerdekaan dan kemandirian dalam belajar sesuai ajaran KHD sejatinya hanya bisa diwujudkan dengan pendidikan yang memerdekakan dan membentuk karakter kemanusiaan yang cerdas dan beradab. Oleh karena itu konsep KHD dapat menjadi solusi membangun kembali pendidikan dan kebudayaan nasional sesuai ruh tujuan pendidikan nasional Pendidikan dan pengajaran di sekolah saya sesuai konsep KHD secara umum sudah terlaksana, namun belum maksimal dilakukan. Masih banyak pola pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang belum berpihak pada peserta didik. Belum memberikan ruang seluas luasnya untuk belajar senyaman mungkin dalam suasana bahagia tanpa tertekan. Saya biasa menyebutnya dengan Berdering (Belajar Dengan Riang) 
      Dengan mengikuti PPGP ini insyaa Allah wawasan penulis akan tercerahkan dan siap untuk menjadi agen transformasi menerapkannya di sekolah. Sebagai seorang guru saya merasa bahwa saya sudah melaksanakan dan memiliki kemerdekaan dalam melaksanakan aktifitas sebagai guru. Semangat kemerdekaan dan kemandirian sesuai tiga konsep KHD yang saya pahami adalah dengan selalu belajar bagaimana cara mengajar yang baik, memahami karakteristik peserta didik dan mengerti dengan benar apa tujuan dari pembelajaran yang akan dilakukan. Konsep “Berdering” (belajar dengan riang) selalu menjadi warna dalam proses pembelajaran yang saya lakukan. Tidak mungkin orang dapat melaksanakan sesuatu pekerjaan jika tidak dimulai dari hati dan rasa yang bahagia. 
        Harapan dan Ekspektasi 
1. Harapannya saya bisa belajar dan mengimplementasikan apa yang telah saya pelajari kepada peserta      didik, rekan kerja dan di komunitas MGMP PAI SMP kabupaten Lombok Barat agar bisa membawa      perubahan ke arah yang lebih baik. 
2. Peserta didik saya lebih terbuka, bisa menerima segala perubahan yang terjadi sebagai proses dalam      pembejaran dan melaksanakannya dengan senang, bahagia tanpa tertekan. 
3. Pendidikan tidak bisa dimaknai sebagai pemaksaan tetapi lebih bagaimana menyelaraskan semua            potensi untuk berkembang dan bertumbuh sesuai harapan bersama. Belajar, berbagi dan                          berkolaborasi      serta bersinergi dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila

Senin, 15 Maret 2021

Menulis Kisah Perjalanan

 

Sebelumnya tidak pernah terlintas untuk menulis sebuah kisah perjalanan dalam bentuk  artikel dan menerbitkannya menjadi buku. Setelah mendapat kuliah online dari bapak Taufik Hidayat, S.Si,M.Si, menulis kisah perjalanan menjadi sebuah buku adalah suatu tantangan tersendiri. Untuk menulis kisah perjalanan menjadi sebuah artikel atau buku perlu melalui tahapan yaitu:

1.    Mengamati

Amati dengan baik keadaan di sekitar tujuan perjalanan anda sehingga bisa menggambarkannya kembali dalam sebuah tulisan. Menata kembali detail keadaan ruangan arsitektur bangunan dan semua yang anda lihat. Perhatikan siapa saja yang ada, suasana di sekitar, keadaan cuaca dan hal yang menarik lainnya. Ceritakan dengan baik dalam bentuk tulisan agar bisa dinikmati oleh banyak orang.

2.    Membuat foto

Menulis dan bisa bercerita berdasarkan foto yang ada  Gunakan bahasa yang sederhana, simple dan menarik untuk dibaca. Semacam branding pada tulisan anda. Saat melakukan perjalanan apalagi ke mancanegara ada baiknya anda mengetahui juga sedikit banyak mengenai budaya,bahasa , kebiasaan dan sejarah tempat yang dituju . Masukan dialog atau percakapan dalam bahasa local, walau kita hanya mengerti sedikit sedikit. Ini akan membuat tulisan lebih menarik dan hidup. Dengan mendokumentasikan tempat yang anda tuju, akan sangat membantu anda menulis dengan baik.

Ya dari sebuah foto anda bisa mengenang kembali keadaan sewaktu anda disana . Anda gambarkan situasinya keadaan sekitar atau bangunan yang diamati . Lalu tuangkan dalam tulisan Dalam buku masjid, digambarkan misalnya suasana tiang masjid, sholat, mimbar, mihrab, sajadah, karpet, dinding, langit langitnya. Orang yg sedang sholat,  bisa juga isi khotbah. Dari satu foto saja bisa jadi satu halaman  Agar tulisan anda enak dan menarik dibaca, itu tergantung gaya bahasa yg dipakai .Jangan monoton gunakan teknik teknik menulis, kadang kadang pakai flash back juga.

3.    Diskusi wawancara

Untuk menulis sebuah artikel perjalanan yang baik anda perlu untuk melakukan diskusi atau wawancara dengan orang yang paham tentang tempat yang menjadi tujuan perjalanan anda. Melakukan wawancara dengan penjaga atau tour guide tentang tempat tersebut. Sehingga anda bisa menggali informasi yang lebih dalam tentang tempat yang anda tuju. Kemudian menulisnya menjadi sebuah artikel menarik.

4.    Mencari informasi tambahan

Mencari informasi tambahan maksudnya adalah mencari informasi terkait tempat yang anda tuju dari internet, majalah dan sumber lain mengenai tempat tersebut. Sehingga anda memiliki banyak informasi yang lebih dan bisa anda olah lebih dalam lagi sesuai bahasa anda.

Dengan mencari informasi tambahan artikel atau tulisan anda akan lebih kaya informasi. Salah satu contoh adalah tulisan beliau tentang masjid heydar Aliyev di  Baku Azerbaijan. Ini adalah masjid yang imamnya ada dua yaitu untuk imam salat untuk golongan syiah dan imam salat untuk golongan sunni. Azerbaijan adalah negara syiah tapi sunni juga bebas dan akur saja.

5.    Mencari keunikan

Satu hal yang harus dilakukan oleh penulis artikel sebuah kisah perjalanan adalah mencari informasi yang unik dan menarik tentang tempat yang ingin anda tulis. Yang belum pernah diungkap atau ditulis oleh penulis lain. Pada tulisan mengenai makam jendral muslim nasionalis di Taipei . Pak Taufik memulainya dari tertidur di kursi makam, kemudian terbangun dan memulai perjalanan naik taksi menuju  makam.  Kemudian beliau melukiskan sepinya suasana pemakaman, arsitektur makam,  tulisan Arab dan Cina yg ada di pusara . Kemudian beliau mengutip tulisan yang ada. Dan mencari tahu sejarah dari makam tersebut. Dari berkunjung ke makam anda bisa belajar sejarah bahwa banyak jendral muslim yg ikut Chiang Kai Shek ke Taiwan waktu Tiongkok dikuasai komunis . Bahkan jendral Bai ini jadi menteri pertahanan Republik Tiongkok. Rahasianya agar menarik adalah usahakan kita mencari hal unik yang ada di suatu tempat tersebut. Sejarah yg menarik, judul yang membuat penasaran. Misalnya artikel ketemu Gus Dur di masjid di Quanzhou Tiongkok. Disini beliau bertemu dengan imam masjid. Bercakap cakap dalam Bahasa Arab, kemudian di akhiri bertemu Gus Dur. Bahkan dengan memperhatikan papan nama bisa jadi artikel menarik seperti artikel belajar bahasa Cina gratis di Brunei

6.    Merangkum dalam tulisan

         Bagaimana merangkum dan menulis menjadi sebuah buku? Pengalaman menulis buku adalah kompilasi beberapa artikel dengan tema yang sama. Misalnya mengenai perjalanan ke masjid masjid . Satu demi satu artikel mengenai masjid dikumpulkan dan kalau sudah banyak bisa menjadi buku. Jadi pada awal nya beliau memang tidak nyangka bisa menjadi buku . Tapi begitu mulai banyak artikel yang ditulis akhirnya bisa menjadi sebuah buku. 

        Memang setiap pergi ke suatu kota atau negara diusahakan mampir ke masjid Setiap mampir diusahakan difoto dan kemudian ditulis menjadi artikel mengenai masjid itu. Tidak mudah jika anda ke luar negeri mencari sebuah masjid. Kadang kadang mencari masjid adalah hal yang gampang gampang susah. Salah satu yg susah  adalah mencari masjid di Athena Yunani. Dimana beliau akhirnya menemukan sebuah masjid rahasia di bawah tanah dan bahkan menjadi marbot. Itulah keunikan menulis sebuah kisah perjalanan.

Hal yang memotivasi untuk menulis sebuah kisah perjalanan adalah sebuah keinginan  untuk selalu maju dan lebih baik dari sebelumnya.  Kalau dipikir sejak kecil beliau belum pernah naik pesawat terbang hingga tamat SMA. Tetapi sejak SMA suka menghafal peta buta dunia. Beliau menghafal negara bagian Amerika, Republik di Uni Soviet dengan harapan suatu saat bisa berkunjung ke negara tersebut. Siapa sangka pada tahun 1989 beliau bisa ke Amerika dan tahun 2008 bisa ke Rusia walau Uni Soviet sudah tidak ada. Beliau bisa  berkunjung negara Eks Uni Soviet seperti Georgia, Latvia, Azerbaijan Armenia, Belarus dan lain lain.

Adapun tujuan utama beliau menulis dan menjadikan sebuah buku lebih untuk kemanusiaan. Dengan menulis tempat tempat di berbagai negara kita bisa belajar bahwa manusia dimana saja sama. Ada yang baik dan ada yang buruk. Mata hati kita menjadi lebih terbuka atas keberagaman manusia. Kita tidak akan sombong membanggakan bahwa negara kita saja yang paling indah bahwa bangsa kita yg paling sopan, makanan kita yang paling enak. Tetapi kita akan lebih terbuka mengenai perbedaan budaya, bahasa, seni dan lain lain. Bahkan dari berkunjung ke kuburan kita bisa belajar sejarah dan budaya suatu bangsa. Hidup adalah suatu perjalanaan, karena itu  kita harus selalu siap akan kejutan kejutannya yang nikmat.