Pelangi Aksara

Jumat, 28 Mei 2021

Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak


 a.       Pendahuluan

      Sebaik apapun kurikulum, teknologi pendidikan, sarana prasarana serta infrastruktur di satuan pendidikan, tidak ada yang bisa menggantikan peran dari seorang guru. Sebagai guru penggerak yang baik perlu memahami nilai dan peran yang diembannya dengan penuh tanggung jawab agar menemukan jati diri sebagai guru penggerak. Yang siap memajukan pendidikan di Indonesia dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik. Pendorong transformasi pendidikan di Indonesia yang memiliki esensi bahwa kemerdekaan berpikir harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya kepada murid.

Nilai diri yang wajib melekat pada guru penggerak adalah mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid.  Nilai yang merupakan keyakinan sebagai suatu standar yang mengarahkan perbuatan dan pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Peran guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru dan mewujudkan kepemimpinan murid. Peran dari guru penggerak akan lebih maksimal jika memiliki ketrampilan sesuai dengan tujuan pendidikan dan bisa menghadirkan perubahan yang nyata bagi pendidikan. Nilai dan peran guru penggerak tidak lepas dari sebuah capaian dan profil diri yang mampu menerapkan prinsip pengembangan untuk menggerakkan sebuah lokomotif perubahan diantaranya mampu merumuskan nilai diri yang selaras dengan upaya menuntun murid menuju profil pelajar pancasila. Oleh karena itu guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Karena guru sebagai ujung tombak tercapainya tujuan pendidikan. Salah satu kemampuan dasar seorang guru adalah kreatif melaksanakan proses belajar mengajar baik pada proses pemilihan bahan ajar, metode maupun media yang digunakan sebagai penunjang pembelajaran agar sesuai dengan nilai dan perannya sebagai seorang guru penggerak.

b.      Aksi nyata nilai dan peran guru penggerak

      Upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan seakan tidak pernah berhenti. Banyak agenda kebijakan yang telah dilaksanakan termasuk penerapan kebijakan  merdeka belajar. Merdeka belajar adalah program kebijakan baru kementerian pendidikan dan kebudayaan Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Nadiem Makarim. Esensi kemerdekaan berpikir menurut Nadiem harus didahului oleh guru sebelum mereka mengajarkannya pada anak didik. Karena dalam kompetensi guru di  level manapun tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan ada pembelajaran yang terjadi. Konsep merdeka belajar terdorong karena keinginan menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa pencapaian skor atau nilai tertentu.

Karena perubahan kebijakan pendidikan sejatinya tidak cukup hanya dengan perubahan dari sektor kurikulum, baik struktur maupun prosedur perumusannya. Pembaharuan kurikulum akan lebih bermakna bila diikuti oleh perubahan praktek pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Indikator pembaharuan kurikulum ditunjukkan dengan adanya perubahan pada pola kegiatan pembelajaran, pemilihan media pendidikan, penentuan pola penilaian yang menentukan hasil pendidikan. Oleh karena itu guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa guru merupakan komponen paling strategis dalam proses pendidikan. Guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya. Hal ini menuntut perubahan perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar mengajar bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif sehingga memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung secara efektif, mengembangkan bahan pembelajaran dengan baik dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pelajaran.

Memasuki pekan ketiga pengetahuan penulis semakin tercerahkan dengan nilai dan peran guru penggerak. Salah satu peran yang akan diangkat dalam tulisan ini adalah mendorong meningkatkan prestasi akademik siswa melalui permainan kartu tajwid pada materi Hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan alif lam qomariyah. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam ada banyak materi yang tingkat kesulitannya tinggi menurut sebagian siswa, meski bagi sebagian siswa yang lain materi tersebut tergolong mudah. Salah satu materi yang dianggap sulit adalah materi tajwid  Hukum bacaan Alif lam syamsiyah dan alif lam qomariyah.

Berdasarkan pengalaman untuk materi ini tingkat kesulitannya tinggi terbukti dengan hasil perolehan nilai siswa sangat rendah dan belum mencapai standar ketuntasan minimal. Berdasarkan hal tersebut penulis mencoba mendesain pembelajaran dengan sedikit berbeda yaitu dengan menggunakan metode permainan kartu untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Untuk strategi pembelajaran di kelas dengan konsep berdering permainan kartu yang dilakukan pertama kali adalah membuat komitmen kelas secara bersama dan harus ditaati sepenuhnya dengan penuh tanggung jawab. Kemudian membentuk kelompok dengan pola menuliskan hobi dimasing masing kertas dan yang memiliki hobi yang sama dikelompokkan bersama. Mengapa ini dilakukan untuk membuat peserta didik merasa nyaman ketika mereka berkelompok dengan teman yang memiliki hobi yang sama. Setelah kelompok terbentuk guru menjelaskan konsep pembelajaran yang akan dilakukan. Mulai dengan membagi kartu dan menjelaskan cara permainannya. Setiap peserta didik dibagi sejumlah kartu kartu secara acak sebanyak 5 kartu. Peserta didik akan membuang kartu sesuai dengan kata kunci. Peserta didik yang paling cepat menghabiskan kartunyalah yang akan menjadi pemenang. Sistim permainan ini sangat efektif, sehingga  dengan konsep permainan kartu seperti ini pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran lebih meningkat.

Penulis merasa sangat senang mendapati kenyataan ketika peserta didik sangat antusias dan menikmati permainan kartu, setelah sebelumnya mendapat pengarahan tentang bagaimana cara memainkan kartu tersebut.  Peserta didik seolah bukan belajar tetapi sedang melakukan permainan. Padahal sejatinya mereka telah menerapkan dan memahami dengan baik konsep materi hukum alif Lam Syamsiah dan alif lam qomariah yang dianggap sulit melalui permainan kartu.

    Untuk membuat peserta didik nyaman dan merasa tidak tertekan adalah dengan membuat suasana kelas yang menyenangkan. Mereka perlu di bawa ke suasana kelas yang lebih santai sambil tetap mengarahkan agar tujuan yang ingin dicapai terwujud. Dan lihatlah ketika permainan berakhir yang berhasil menghabiskan kartu ditangan adalah pemenangnya. Lihatlah betapa riuhnya kelas ketika pemenang merayakan kemenangan dengan sangat gembira. Ada banyak hal positif atau praktek baik yang dapat diambil dari kejadian di kelas yaitu (1)    Peserta      didik lebih menikmati belajar dengan cara tersebut (2) Semua peserta didik terlibat aktif (3) Peserta        didik lebih cepat memahami materi (4) Suasana kelas yang sangat mendukung  ekosistem                       pembelajaran (5) Peserta didik bisa saling mengajari temannya yang belum paham sehingga sangat        efektif bagi proses pembelajaran (tutor sebaya) (6) Tujuan yang diinginkan tercapai (7) Guru hanya        mendampingi dan mengarahkan saja (8) Proses pembelajaran berpusat          pada peserta        didik. Kendala yang penulis hadapi dalam mengimplementasikan metode permainan kartu ini antara lain         (1)Suasana kelas yang sedikit riuh sehingga kadang mengganggu kelas disebelah (2) Waktu yang            dibutuhkan bisa lebih lama dari alokasi jam pelajaran (3) Perlu kesabaran ekstra mengelola kelas            karena sifatnya permainan. Ketika metode ini diterapkan di kelas pertama kali timbul ide untuk              menulisnya menjadi sebuah karya ilmiah dengan sedikit modifikasi agar tampilan kartunya                     menarik. Mengingat tampilan kartu yang dipakai pertama kali adalah dari bahan bekas pakai yaitu          potongan kardus bekas. Timbul ide untuk memodifikasinya dari kertas warna warni sehingga                   tampilannya lebih menarik. Dan melakukan modifikasi kartu seperti tampilan kartu flash. Pada               bagian depan terdapat pertanyaan dan pada bagian belakang jawabannya. Sehingga peserta didik             bisa lebih cepat paham.


c.       Penutup


Setelah penulis menganalisa rentetan peristiwa yang terjadi di kelas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan metode permainan kartu dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi yang dianggap sulit (hukum bacaan alif lam syamsiah dan alif lam qomariyah) sangat efektif dilakukan. Metode itu dapat diterapkan di kelas dan hasilnya sangat maksimal yang dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar belajar peserta didik yang meningkat dan respon dari sema peserta didik yang sangat senang dengan pola pembelajaran dengan permainan kartu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar