Pelangi Aksara

Selasa, 12 Januari 2021

Merubah Motivasi Menjadi Aksi Nyata


 

Setiap Orang Istimewa

Setiap orang yang akan memulai sesuatu pekerjaan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya pasti akan mengalami kebingungan, tidak percaya diri dan sederet rasa pesimis lainnya.  Tetapi siapa sangka berangkat dari kebingungan dan rasa tidak percaya diri inilah akhirnya lahir sebuah karya berupa buku berjudul kelas maya dan diterbitkan oleh penerbit mayor yaitu penerbit ANDI. Setelah sebelumnya ibu Eva Hariati Israel berani menerima tantangan dari Prof.Richardus Eko Indrajit untuk menulis dalam waktu seminggu. Setelah bukunya dinyatakan diterima tanpa revisi oleh penerbit mayor( penerbit Andi).

Kunci keberhasilan seorang penulis adalah menciptakan semangat dan konsisten. Apabila semangat sudah tumbuh dan mendarah daging, maka ketika ada kesalahan dalam tulisan, baik itu typo atau EYD minimal semangat itu yang akan terus mendorong untuk terus memperbaiki diri. Berbeda jika dari awal tidak terbangun semangat  dan terikat dengan aturan yang ada dapat dipastikan menulis dipastikan akan berhentu ditengah jalan.

Menulis buku adalah suatu kegiatan yang memerlukan disiplin yang tinggi serta focus. Menulis buku menjadi ketrampilan yang mengasah kerja otak agar terus berpikir dan bekerja dengan ide ide kreatif. Bagi penulis pemula latihan dan terus latihan merupakan salah satu cara jitu menjadi seorang penulis yang produktif. Setiap orang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu tugas kita pribadi adalah menggali keistimewaan tersebut menjadi sesuatu potensi yang bisa diarahkan untuk menghasilkan suatu karya. Dan dukungan terbaik itu harus datang dari diri sendiri, kalau tekat dan niat sudah ada dan bergerak, inilah  energi yang paling menggerakkan diri.

Untuk tahap awal mungkin akan banyak kendala yang dihadapi. Jika ada hambatan atau kendala, jangan dijadikan penghalang untuk mengembangkan diri. Karena setiap diri memiliki keistimewaan dan potensinya sendiri. Jika  anda  terpengaruh dengan penilaian orang lain anda tidak ada berkembang dengan baik. Mengambil yang positif abaikan hal hal yang negatif. kebaikan yang di bagikan melalui tulisan akan tumbuh menjadi kebaikan kebaikan yang lain. Jangan pernah berhenti hanya karna kritikan, kritikan yang datang jadikan refleksi diri untuk perbaikan kearah yang lebih baik.

Bergabung Di Grup Menulis

Pengalaman yang terjadi dalam setiap kehidupan manusia bisa menjadi inspirasi menulis. Dari pengalaman yang pernah dialami akan mudah mendeskripsikan apa yang telah kita lihat, kita rasakan. Untuk tahap awal tidak perlu menulis yang muluk muluk serta rumit. Menulis sesederhana yang kita lihat. Bergabung di grup menulis juga sangat bagus untuk membangun suasana atau mengasah kemampuan menulis. Karena dengan bergabung dalam grup menulis kita akan bertemu walaupun dalam dunia maya dengan orang orang yang memiliki hobi yang sama.

Banyak grup menulis online yang ada sebagai tempat untuk bergabung dan memgasah ketrampilan menulis. Salah satunya adalah grup menulis online yag digagas oleh Om Jay (Wijaya Kusumah, M.Pd.) yang bekerja sama dengan PGRI. Selama proses belajar dalam grup menulis bersama om jay ini , refleksi peristiwa, perasaan dan pembelajaran serta pengembangan diri bisa didapatkan dalam komunitas menulis ini Hal yang menarik lainnya yang didapatkan dari proses menulis ini adalah bertambah wawasan dan keilmuan. Bertambahnya wawasan tentang publikasi dan teknik menentukan tema penulisan yang sesuai tren zaman. Hadirnya narasumber narasumber yang luar biasa yang terus berbagi dan memotivasi. Motivasi  yang membuat  ingin menulis harus selalu dilatih dan dihadirkan sehingga bisa berbagi dan berkarya. Dengan menulis berarti membagikan ilmu yang bermanfaat dan  menghasilkan sebuah karya yang akan tidak akan hilang.

Salah satu hal yang patut kita syukuri saat ini adalah berada dalam komunitas menulis yang memiliki visi misi yang sama, mengembangkan diri untuk bisa menulis lebih baik. Dengan bergabung di pelatihan belajar menulis bisa mengenal nara sumber yang hebat. Narasumber yang hebat dan memiliki banyak karya akan membagikan pengalaman-pengalaman terbaiknya. Ini adalah sesuatu yang bermanfaat bagi penulis pemula. Dengan bergabung dalam suatu komunitas menulis bisa mengggerakkan, memotivasi untuk mencoba menuangkan apa yang ada di benak menjadi sebuah tulisan. Dengan keinginan kuat untuk belajar menulis dan mempunyai mimpi untuk menerbitkan buku akan menjadi sebuah kenyataan.

Fokus dan Percaya Diri

Fokus adalah suatu kemampuan konsentrasi pada tingkat kepekaan suatu objek tanpa menambah hal lainnya yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan kualitas konsentrasi. Pada saat kondisi focus maka kita telah menghilangkan segala pengaruh yang mungkin mengganggu perhatian kita pada suatu subjek tertentu. Sehingga perhatian kita benar benar hanya tertuju pada suatu hal yang sedang kita pikirkan atau kita kerjakan dalam hal ini kegiatan menulis.

Ada beberapa tips agar kita dapat focus terhadap apa yang menjadi tujuan kita (menulis) antara lain:

1.    Tetap Ingat pada Impian Besar Anda

2.    Fokus pada solusi dan jangan terjebak masalah

3.    Pelajari apa yang telah dilakukan oleh orang lain

4.    Pikirkan tahapan yang harus dilalui satu persatu

5.    Fokus pada hal paling mendesak dan penting

6.    Kerjakan

Percaya diri dan yakin pada diri sendiri, lakukan dengan nyaman dan sepenuh hati jangan lupa doa. Percaya diri merupakan suatu keyakinan dalam jiwa manusia bahwa tantangan hidup apapun harus dihadapi dengan berbuat sesuatu. Kepercayaan diri ini lahir dari kesadaan bahwa jika memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu harus dilakukan. Kita pasti bisa, ketika kita sudah memulai sesuatu yang baik maka kebaikan kebaikan lainnya juga akan mengikut termasuk motivasi dan semangat juga dengan sendirinya hadir. Mungkinkah? Pertanyaan ini juga yang mendominasi hati dan pikiran setiap orang yang baru memulai sesuatu pekerjaan. Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa ketika tekad dan niat sudah bulat, maka motivasi, semangatdan rasa percaya diri itu akan hadir dengan sendirinya. Jangan patah semangat untuk mencoba dan percaya diri menyodorkan tulisan anda ke penerbit mayor.

Menulis Buku dan Menerbitkan di Penerbit Mayor

            Untuk menulis dan menerbitkan buku bagi penulis pemula mungkin terdengar berlebihan. Tetapi faktanya sebanyak 9 orang penulis pemula yang tergabung di grup menulis Om Jay gelombang 7 berhasil melewati tantangan tersebut. Untuk melewati tantangan tersebut pasti terdapat banyak kendala mulai dari tidak memiliki ide ingin menulis apa, waktu untuk menulis disela kesibukan yang ada dan masih banyak kendala lain. Tetapi itu semua bukanlah menjadi hambatan untuk bergerak maju dan menghasilkan karya. Agar buku yang kita tulis bisa melewati proses seleksi dari penerbit mayor, harus memenuhi beberapa criteria yaitu:

1.    Tema buku, jika dicari pada google tren menunjukkan grafik yang bagus

2.    Profil penulis , semakin terkenal dan kredibel akan sangat baik

3.    Target pasar yang menguntungkan

4.    Ragam tulisan kita sesuai dengan visi misi penerbit

Apa keuntungan yang kita dapat ketika kita berhasil menulis dan buku yg kita tulis itu terbit

1.    Kepuasan batin.satu hal yang tidak bisa kita ukur dengan apapun

2.    Integritas ,kredibilitas dan percaya diri semakin baik

3.    Motivasi bertambah

4.   Terbuka peluang peluang baru untuk menjadi narasumber, motifator menulis dan hal hal positif lainnya

5.    Buku terbit tanpa biaya apapun , karena semua ditanggung penerbit dan diedarkan secara nasional dengan ber ISBN

6.    Mendapat Royalty

Rubah motivasi menjadi aksi nyata mulai dari sekarang. Mulailah bergerak, dengan bergerak pasti akan sampai pada tujuan. Lakukan mulai dari sekarang dan dari diri sendiri. Buka simpul ide ide cemerlang yang ada pada diri anda. Jangan patah semangat untuk mencoba dan percaya diri. Yakinkan diri pasti bisa, ketika menekan tombol star dalam pikiran anda, insyaa Allah akan dilancarkan sampai akhir. Inilah pentingnya niat dan usaha untuk selalu berjalan seiring agar menghasilkan karya terbaik anda.

 


Rabu, 06 Januari 2021

Menulis Reportase

 

Menulis berita, peristiwa, laporan pandangan mata dari lapangan atau istilah jurnalistiknya reportase. Secara tertulis atau (kadang) dilengkapi foto dari TKP (istilah kepolisian tempat kejadian perkara) ke kantor redaksi koran/media.  Reportase merupakan keterampilan dasar sekaligus tugas utama seorang wartawan. Reportase merupakan bagian dari pembuatan berita.

Reportase bisa dikatakan merupakan proses terpenting karena dari proses inilah terkumpul bahan atau informasi untuk diberitakan. Reportase merupakan laporan keadaan suatu tempat atau kejadian yang ditulis secara lengkap dan cermat. Reportase biasanya ditulis atau dilaporkan oleh seorang wartawan mengenai peristiwa yang dilihatnya.

Kegiatan ini sangat penting dalam menghasilkan sebuah berita, informasi yang terkandung dalam reportase merupakan fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan narasumber yang kemudian diolah menjadi satu berita yang komplit. Berita yang baik adalah berita yang menyajikan fakta fakta secara jujur, obyektif. Oleh karena itu untuk menulis sebuah reportase haruslah mempunyai sifat jujur, obyektif dan tidak memihak.

Unsur unsur berita

Untuk menulis sebuah berita yang baik harus memenuhi unsure 5W + 1H sehingga menghasilkan berita yang lengkap. Unsur berita tersebut meliputi:

1.    What (apa) yaitu peristiwa apa yang akan ditulis atau diberitakan

2.    Who (siapa) yaitu siapa saja tokoh yang terlibat dalam peristiwa tersebut

3.    Where (dimana) yaitu dimana terjadinya peristiwa yang ingin ditulis atau diberitakan

4.    When (kapan) yaitu kapan waktu kejadian atau peristiwa itu terjadi

5.    Why (mengapa) yaitu mengapa peristiwa itu terjadi atau alasan serta penyebab yang menjadi latar belakang terjadinya peristiwa

6.    How (bagaimana) yaitu bagaimana kejadian itu terjadi atau proses kejadian atau peristiwa yang ingin ditulis /diberitakan.

Jika semua unsur di atas telah terpenuhi maka suatu berita atau reportase bisa dikatakan lengkap.

Untuk menulis reportase yang baik ada tekniknya:yaitu:

1.    Observasi

Yaitu wartawan langsung datang ke lokasi kejadian mengamati dan mengumpulkan data data atau fakta terkait 5W1H. Dengan menggunakan semua indera saat melakukan pengamatan. Dengan terjun langsung ke lapangan reportase akan merasakan langsung peristiwa yang terjadi di lapangan sehingga ia bisa menyampaiakan informasi yang valid kepada pembaca

2.    Wawancara

Wawancara adalah proses reportase dengan cara bertanya kepada narasumber untuk menggali informasi atau keterangan.Wawancara merupakan bentuk reportase dengan cara mengumpulkan data berupa pendapat opini dan pengamatan seseorang tentang suatu peristiwa yang terjadi

3.    Riset data

Yang disebut juga studi literature dan riset dokumentasi yaitu wartawan membuka arsip, buku atau referensi terkait dengan berita yang akan ditulis.

 

Reportase merupakan laporan keadaan suatu tempat yang ditulis secara lengkap. Nah, ada perbedaan pola penulisan berita di koran/media dengan menulis bebas untuk artikel di media. Tentu berbeda lagi jika menulis untuk karangan ilmiah, skripsi, makalah, tesis atau disertasi. Di media, ada format atau standar baku, yakni berita tidak boleh (dilarang) memasukkan opini penulisnya atau wartawannya. Tapi si wartawan ingin menyampaikan pendapat, gagasan, pemikiran, boleh saja. Ada tempat khusus yakni opini, artikel, yang by name.

Untuk rubrik artikel di media, sudah disiapkan, baik koran, majalah, tabloid, dan lain lain. Selain wartawan sebagai  tugas utamanya, rubrik opini ini bisa diisi oleh orang luar. Maksudnya pembaca, sesuai keahlian dan bidang yang dikuasainya. Untuk tulisan ini, ada kompensasi dari redaksi media tersebut, berupa honorarium yg besarnya tergantung kemampuan media yang bersangkutan Mereka yang ahli/pakar satu bidang ilmu, bahkan menjadi penulis tetap, yang tentu honornya juga lumayan. Saat ini media besar seperti Kompas, Majalah Tempo, Republika, Media Indonesia dan beberapa majalah menerapkan standar honor.

Sayangnya dengan datangnya era digital ini, media cetak dan sebangsanya, banyak yang tiarap lalu tidur untuk selamanya. Kini era berganti dengan online Satu sisi mengurangi pasar media cetak, sisi lain membuka peluang baru sebagai netizen, atau citizen jurnalis. Media Informasi pun semakin memiliki banyak pilihan. Dulu harus ke lapak kaki lima, lampu merah, pengecer, agen untuk dapat membeli koran/majalah, sekarang cukup dengan gadget atau hp, dunia sudah terbentang luas.

Jadi benar kata orang, untuk mahir menulis harus banyak membaca. Ya minimal membaca ulang tulisan sendiri dimana kekurangannya, ejaannya dan lain lain.  Untuk mahir menulis, harus banyak membaca.  dengan banyak membaca akan memperkaya perbendaharaan kata (diksi), belajar EYD atau istilah sekarang adalah PUEBI serta menambah wawasan, terutama bagaimana format menulis yang baik, belajar menyusun paragraf, huruf sambung, istilah istilah baru dan lain lain.

Yang lebih terasa lagi, dengan banyak membaca tulisan orang lain, kita belajar style (gaya) penulisan orang. Kita bisa meniru untuk kemudian akan muncul gaya khas kita sendiri. Menulis dengan kunci 3D. Tulislah yang D-ialami sendiri, yg D-isukai, yg D-ikuasai.  Rajin membaca, nonton TV/film, dengar radio untuk memperkaya wawasan sebagai tabungan ide kalau mau menulis, terutama genre fiksi.  

Tips menulis yang bisa dilakukan juga menurut bapak Nur Aliem Halvaima, SH, MH adalah,

1.    PDLS = Peka Dengan Lingkungan Sekitar (KEPO),

2.    TBTO = Terus Belajar atau Baca (dari) Tulisan Orang

3.    TLMM = Terus Latihan Menulis di Media (Medsos)

4.    TILM = Terus Ikut Lomba Menulis, sebagai uji coba sejauh mana kualitas tulisan kita

Percaya diri terhadap tulisan anda dan berani mengirim tulisan ke media untuk ikut lomba atau diterbitkan akan menjadi langkah awal untuk tetap semangat menulis dan menghasilkan karya selanjutnya, sehingga karya atau tulisan anda bisa dikenal oleh orang lain. Ketika tulisan anda dimuat atau diterbitkan menjadi sebuah buku akan menambah semangat untuk menulis yang lebih baik lagi dan memiliki kebahagian serta kebanggaan tersendiri karena dapat menghasilkan sebuah karya yang bisa dikenang oleh anak cucu kita kelak.

Sabtu, 02 Januari 2021

Mengubah Ekspektasi Menjadi Prestasi

 


Salah satu bentuk pengembangan diri dalam mengeksplore kompetensi  dalam menulis adalah dengan cara bergabung dalam satu komunitas positif seperti WA Grup Belajar Menulis. Bukan tanpa alasan, tentunya setiap orang yang bergabung punya harapan yang ingin dicapai. Terkait dengan hal tersebut  Kata “ekspektasi” tentunya sudah sangat familiar di telinga. Setiap orang, setiap saat pasti memiliki ekspektasi terhadap berbagai hal yang di inginkan dalam hidup. Sebagai contoh, ekspektasi  ketika bergabung dalam grup menulis ini adalah ingin menghasilkan sebuah karya berupa jejak literasi yang dapat dikenal dan dikenang meskipun  sudah berkalang tanah. Sayangnya, ekspektasi kita tidak selalu sama dengan realita. Ekspektasi tak seindah kenyataan. Hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi dalam tulisan buku ke-2 Ibu Jamila K.Baderan yang diterbitkan pada tahun 2019.

Dalam hal menulis, harapan terbesar kita adalah mampu merangkai kata-kata menjadi sebuah paragraf menarik yang terus berangkai menjadi bab demi bab hingga akhirnya menjadi sebuah buku. Sekilas, menulis adalah hal yang sangat mudah. Bukankah kita sudah sering menulis sejak kecil? Tetapi, ketika kemampuan menulis tersebut disandingkan dengan ekspektasi sebuah karya yang bernilai bagi orang lain muncullah masalah besar. diantaranya ,

1.    Bagaimana memulai sebuah tulisan?

2.    Apa ide/topik yang harus kita tulis?

3.    Apakah tulisan saya menarik?

Mewujudkan ekspektasi memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi bagi para penulis pemula. Dalam prosesnya kita harus berjuang melawan semua hambatan yang datang baik dari diri sendiri mapun dari lingkungan sekitar.Sebenarnya, tantangan menulis terbesar itu ada pada diri kita sendiri. Yaitu mood dan kemauan alias niat. Oleh karena itu untuk mengubah ekspektasi menjadi prestasi kita harus berubah. Ada 2 hal penting yang harus kita ubah, yaitu mindset dan passion. Mindset adalah cara pikir tentang sesuatu yang dapat mempengaruhi sikap dan tindakan kita. Sementara passion adalah sesuatu yang membuat kita tidak pernah merasa bosan.Kedua hal ini di bahas secara detail dalam buku saya yang ketiga hasil kolaborasi bersama Prof. Eko Indrajit yang Alhamdulillah di terima dan diterbitkan oleh Penerbit Andi.

Pengalaman saya dalam mewujudkan ekspektasi dalam menulis adalah berjuang membangun tekad  dan keyakinan yang kuat untuk mencapai realitas. Terkadang saya juga harus nekat mengambil keputusan yang jika dipikir dengan akal sehat pencapaiannya sangat mustahil. Untuk itulah saya selalu berusaha konsisten terhadap ekspektasi yang susah payah saya bangun. Pantang mundur jika kaki sudah melangkah.

Saat menerima tantangan Prof. Eko untuk menulis buku dalam seminggu, ada sejuta keraguan yang menyelimuti hati dan pikiran saya. Berbagai pemikiran negatif menghantui, namun berkat kenekatan, dibarengi niat, tekad, serta konsistensi yang kuat akhirnya ekspektasi saya berubah menjadi sebuah prestasi. Saat Pak Joko mengumumkan bahwa tulisan saya lolos tanpa revisi, saya seolah tak percaya. Tidak pernah menyangka bahwa tulisan yang menurut penilaian pribadi hanyalah tulisan biasa saja ternyata memiliki takdir luar biasa.

Dari pengalaman ini saya belajar beberapa hal dalam menulis:

1.              Tulislah apa yang ingin kita tulis.

Biasanya, kendala di awal kita menulis adalah bingung mencari ide. Tidak tahu apa yang akan kita tulis. Untuk mengatasinya, marilah kita mulai menuliskan hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Mis: tentang hobi memasak, kegiatan sehari-hari, atau tingkah lucu anak-anak kita.

2.               Menulislah apa adanya, tanpa beban, dan tekanan.

Tuliskan apa saja yang terlintas dalam pikiran. tidak perlu kita memikirkan tata bahasa, ejaan dls. Setiap kalimat yang terlintas segera di tulis. saya biasanya menulis di HP. kadang saat tidak pegang HP, saya akan menuliskan di benda apa saja yang saya temui. Pernah saya nulisnya di telapak tangan, pernah juga di paham  Hal yang paling sulit untuk memenuhi ekspektasi menulis adalah ketika kita tidak punya hobi menulis. Kata orang hanya "Iseng-iseng" atau ikut-ikutan. Tidak masalah, jika kita tidak memiliki hobi, bukankah rasa iseng jika terus dilatih bisa menjadi suatu ketrampilan?

3.              Jadikan menulis sebagai suatu kebutuhan

Saya termasuk orang yang menulis tergantung mood. Ini sangat berat saya rasakan ketika menerima tantangan Prof. Eko.  Rasanya bulan dan matahari berpindah tempat. Disaat seperti inilah saya menguatkan tekad dan niat saya untuk mencapai realitas. Jadi, menulis itu adalah sebuah perjuangan untuk melawan semua tantangan yang menggoyahkan niat.

4.              Menulislah hingga tuntas, jangan memikirkan editing.

Hal yang menjadi fokus saya dalam menulis adalah kata TUNTAS. Jadi, menulislah hingga tuntas. Jangan sering menengok halaman yang sudah kita tulis, karena itu merupakan salah satu godaan yang membuat kita berpikir 1.000 kali tentang apa yang sudah kita tulis. kita akan berpikir untuk edit dan edit lagi. akhirnya tulisan kita tidak tuntas.

5.               Menulis jangan terlalu lama.

terkait dengan tantangan menulis terbesar itu ada pada diri kita sendiri yaitu mood dan niat, namun yg sy rasakan yg paling besar adalah kemampuan saya, Ini yg sering menghabiskan waktu lama ketika menulis Perlu waktu lama bagi saya untuk mengasah kemampuan itu.

6.              Jangan memikirkan baik buruknya tulisan kita, karna yang akan menilai adalah pembaca

Saya sering terjebak kebuntuan bila menulis kemudian menilai ada gak manfaatnya bagi orang lain,layak ngga ditulis., Karena untuk sekarang sy baru bisa menulis what to write dan blm what is it for. Jd rasanya masih jauh panggang dr api ttg ekspektasi itu.

tips yang saya gunakan dalam merangkai kata cukup sederhana. Saya menggunakan kata apa saja yang terlintas dalam pikiran saya. Kata-kata yang digunakan tidak harus kata-kata rumit. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh orang lain. Memang kendala terbesar dari diri kita sendiri bisa bermacam-macam. Masalah yang dihadapi terkait dengan kemampuan itu disebabkan karena sering  menulis dengan beban. Beban tentang baik buruknya tulisan kita. Cobalah menulis seperti yang sudah saya paparkan tadi. Menulis secara lepas dan bebas. Lepas dari beban terkait penilaian orang terhadap tulisan kita, sehingga kita bisa bebas mengekspresikan diri kita dalam tulisan.

Proses kreatif yang harus dilakukan dalam menghasilkan buku tidak terlepas dari kegiatan membaca. Jadi, menulis dan membaca ibarat dua sisi mata uang yang harus dimiliki oleh seorang penulis. Menulis tanpa pernah membaca akan pincang. Artinya tulisan kita kurang menarik. Menghasilkan buku dalam seminggu terdengar mustahil. Prosesnya jungkir balik, hingga siang dan malampun ikut terbalik. Hal pertama yang  lakukan di awal adalah mencari menentukan judul dan kerangka tulisan. lalu berburu referensi sambil menyusun paragraf demi paragraf. Ya itu tadi, pokoknya tuntas dulu semua bab, terakhir sesi editing.

Jika muncul peranyaan dibenak anda bagaimana mempublikasikan hasil tulisan anda?. Di Jaman sekarang, publikasi sangat dipermudah karena ada begitu banyak jejaring sosial yang bisa kita manfaatkan. Disamping menawarkan door to  door, kita bisa posting melalui WA, Instag, FB, Youtube, dll. jangan lupa buat flyer dan kata-kata menarik dan foto ekslusif, seperti orang jualan gitu. Namanya juga menawarkan. Yang penting harus jujur dan tidak ada kebohongan publik dalam iklan buku kita.

Selanjutnya bagaimana cara merangsang potensi diri kita, sehingga potensi itu bisa merangsang pikiran . Berbicara tentang potensi diri. Kembali lagi ke 2 hal yang harus kita ubah dalam hidup kita yang sudah dijelaskan di awal. yaitu mindset dan passion. saat keduanya seiring sejalan, dengan sendirinya kita akan happy enjoy dalam menulis. Mulailah dengan melihat apa saja yang ada di depan kita, lalu cobalah untuk mendeskripsikannya. Saat jemari kita mulai menulis, maka ide lain akan datang dengan sendirinya. Kuncinya adalah percaya diri. Setiap kita memiliki potensi, dan potensi kita perlu di asah agar menjadi kompetensi. 

Hal yang sering mengganggu bahkan bisa sebagai pemupus harapan dalam menulis. Jadikan menulis sebagai suatu kebutuhan.Jangan memikirkan baik buruknya tulisan kita, karena yang akan menilai adalah pembaca. Perasaan ini sering mengganjal diri seseorang, sehingga sering selesai menulis menjadi mentok akibat menanggung rasa malu akan hasil karya kita.

Pertanyaan besar yang perlu kita renungkan bersama adalah bagaimana menulis dan menerbitkan buku di tengah minat baca yang semakin menurun. Secara nasional, memang minat dan budaya baca kita masih rendah. Disinilah peran kita sebagai guru, orang tua,  dan orang yang peduli dengan kependidikan untuk kembali membangun budaya membaca generasi kita yang selalu pasang surut. Membaca dan menulis adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. semakin suka membaca, maka semakin mudah menulis. Menjadikan menulis sebagai kebutuhan, artinya kita menjadikan membaca sebagai makanan kita.

Agar kita bisa keluar dari zona tidak nyaman, menulislah seperti air mengalir. Maksudnya tulislah apa yang ingin kita tulis. Abaikan penilaian orang tentang tulisan kita. Biarkan tulisan tersebut selesai kita tulis secara tuntas, lalu biarkan orang lain menilai. Karena penilaian orang lain biasanya lebih baik dari kita. Percaya dirilah dengan tulisan anda. Terkadang  sudah memiliki ide/tema menulis tapi saya suka bingung mau menulis dari mana dan pengetahuan akan tema tersebut masih minim padahal anda sangat tertarik untuk menulis hal tersebut. Bagaimana solusinya? Punya ide, tapi bingung mau mulai menulis dari mana. Jangan bingung, mulai saja menulis dengan kata yang terlintas dalam pikiran. jangan memikirkan tulisan ini cocoknya di pendahuluan, atau di bab 1, dst. Tulis dan tulis saja setiap kita punya ide. saat kita benar-benar bingung dalam menulis, maka berhentilah menulis dan membacalah. Saat kita membaca, kita akan menemukan kembali ide yang terbang entah kemana. Saat ide itu muncul, jangan di tunda segeralah di tulis.

            Membuat judul tulisan yang baik, sebenarnya sangat bergantung dari minat. Kita cenderung sukanya menulis di bidang apa. Kita suka menulis fiksi atau non fiksi. Untuk memilih judul tentunya kita perlu referensi terkait konten yang akan kita tulis. Kita bisa browsing di internet sambil melakukan inovasi untuk judul yang kita buat. semakin banyak referensi judul yang kita lihat maka akan semakin baik judul yang kita tulis. untuk referensi tipe-tipe judul, silahkan intip di si https://marketingcraft.getcraft.com/id-articles/7-tipe-judul-artikel-untuk-meningkatkan-traffic-blog-anda

Ide menulis bisa datang dari mana saja. Kebanyakan dari lingkungan sekitar. agar karya kita menarik sebelum menulis buku kita harus cari tahu hal/isu yang menjadi trending topik dan tidak akan ketinggalan jaman. Dalam hal ekspektasi menerbitkan buku tentu saja pernah merasakan yang tidak sesuai harapan. cara mengatasinya kembali kepada : bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, kesempurnaan hanyalah milik Dia. cara kita menularkan hobi menulis  yang paling efektif adalah dengan bukti. Tunjukkan bahwa kita bisa berkarya, dan merekapun bisa seperti kita. tidak ada hal yang tidak bisa, dan tidak ada hal yang tidak mungkin.

Menulis merupakan suatu tantangan antara harapan dan kenyataan. Ekspektasi dalam menulis harus terus kita perjuangkan dengan niat, tekad, nekad dan konsisten. Realitas berupa prestasi adalah buah dari perjuangan. Maka berjuanglah menuntaskan karyamu, agar jejak yang ditinggal bermanfaat bagi generasi setelah kita.

 

(Resume Ibu Jamila K.Baderan Beliau adalah salah satu guru di SDN No.30 Kota Gorantalo, Provinsi Gorontalo)

 

 

 

 

 

Jumat, 01 Januari 2021

Strategi Pemasaran Buku Saat Pendemi

 

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini.  Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya khususnya barang konsumsi. Saat ini terdapat 1 328 penerbit yang terdaftar sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan jumlah penerbit aktif sebanyak 711 penerbit, dan sisanya sudah tidak aktif lagi. Tak terduga awal bulan Maret tahun 2019 ini telah datang wabah Virus Corona 2019 / Covid 19 yang menyebabkan makin terasa berat dalam perekonomian dalam negeri, terutama dari sisi konsumsi, korporasi, sektor keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dampak dari mewabahnya Covid 19 ini dirasakan betul oleh berbagai macam sektor, tidak terkecuali sektor usaha yang terkena dampak langsung akibat dari mewabahanya Covid 19. Adapun imbas yang dirasakan oleh pelaku usaha penerbitan buku seperti menurunnya pendapatan dan terganggunya kegiatan usaha dari pelaku usaha penerbitan buku tersebut.

Dampak penjualan  buku selama COVID 19 sangat dirasakan betul oleh pelaku usaha bidang penerbitan buku. Contoh: toko buku tanpa ada pengunjung selama covid 19 di bulan maret - mei 20. Grafik Penurunan Penjualan Buku di Gramedia selama pendemi Covid 19 menurun drastic. Maka dari itu dalam rangka untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku , selama pandemic Covid 19 ini supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka kita perlu  strategi pemasaran. Srategi Pemasaran biasanya hampir dipakai oleh semua wirausaha, intreprenur yang menjalankan bisnis. Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku bisnis, buku pertanian, buku fiksi - novel, buku pengembangan diri, buku teks , dll  Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1.    Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2.    Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik- hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini penerbit ANDI dalam menjalankan bisnis penerbitan buku yang sedang terus dijalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu faktor mikro dan makro. Hal ini dikarenakan penerbit ANDI offset sudah termasuk Industri penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 15.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori (dapat di kunjungi ke website kami : www.andipublisher.com ).

A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara. (Online )

1. Pentingnya Transformasi Digital

Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era low touch economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sektor-sektor industri., terutama sektor industri perbukuan. Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal, mulai dari tempat bekerja, cara belajar – mengajar ,  kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial. Strateginya yang utama yang dipakai oleh penerbit ANDI adalah digital marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku . Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :

1.  Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial.

2.  Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.

3.  Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu

4.  Menaikkan penjualan dan profit.

5.  Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing

6.  Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan

7.  Mengubah tingkah laku ( yang kurang minat beli , menjadikan tertarik beli ) , persepsi dan pendapat konsumen.

Media Online yang dapat dilakukan untuk promosi dan penjualan buku yaitu sudah tidak asing lagi dibenak anda sekalian yaitu lewat telepon, w.a, sms, email, telegram, FB, Instragram, youtube , dll. Team pemasaran On line penerbit ANDI Offset mempunyai 20 staf tenaga pemasaran khusus menjangkau lewat dunia maya / on line. Penerbit ANDI juga memasarkan buku lewat marketplace yang telah di tunjuk oleh Kemendikbut R.I melalui blanja.com, blibli.com dengan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) guna mendukung pengadaan barang dan jasa (PBJ) di sekolah melalui penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. "Inovasi dan elektronifikasi sektor PBJ merupakan suatu keniscayaan. Hal ini juga sesuai dengan amanat dan kebijakan pemerintah untuk penguatan tata kelola keuangan pendidikan melalui Perpres PBJ Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018".

2.    Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Anda tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas anda untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas anda untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktif komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita. Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemarasan lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link  Zoom , Live Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik.

B. Strategi pemasaran buku serangan Darat (offline)

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 42 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :

1.  Toko Buku

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu toko buku modern, toko buku semi modern, dan toko uku Tradisional.

Kenapa kita perlu petakan jenis toko buku tersebut hal ini dikarenakan tiap jenis toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda. Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.

Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko . Sedangkan toko buku tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual. Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.

Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain sebagai berikut:

1.  Memberikan discount

Contoh Promo tematik khusus buku pertamanan dengan memberikan discount 20% ke konsumen

2. Directselling / kunjungan langsung

Pemasaran buku melalui directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat drectselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

1.    Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

2.    Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah

3.    Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

3.  Melakukan Event – Event

Aktif dalam melakukan event – event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.

Demikian strategi pemasaran buku secara singkat , dan masih banyak lagi strategi pemasaran buku yang terus berkembang. Semoga akan banyak hadir penulis buku yang menerbitkan buku sehingga bisa menyebarluaskan karya-karya tulisan yang sangat berdampak sekali  dalam  mencerdaskan kehidupan bangsa.

Penulis dengan penerbit memiliki kedudukan setara; secara umum Penulis memandang penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat, sedangkan penerbit memandang penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung. Silahkan dibaca informasi penting ini buat anda yang ingin menerbitkan bukunya di https://literasikangagus.blogspot.com/2020/05/prosedur-penulisan-buku.html.

 

Kamis, 31 Desember 2020

Menulis dan menerbitkan buku

 

Menulis adalah ketrampilan yang mengasah kerja otak dan menstimulus otak agar terus berpikir kreatif. Setiap orang memiliki ketrampilan, dengan kata lain menulis dapat dilatih. Pada umumnya setiap hari kita hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup diri kita sendiri dan keluarga, jangankan kepada bangsa kepada tetangga terdekatpun kita tidak bisa memberikan kontribusi apapun. Agar anda dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa dan orang banyak menulislah. Menulislah sekarang juga, menulis apa yang bisa kita tulis, tanpa memilkirkan dampak yang akan diperoleh dari kegiatan menulis. Menulis dan sebarkan sebanyak mungkin kepada orang lain lewat blog pribadi, media sosial atau media online.(Dodi Mawardi, 2009).

Tulislah apa saja yang bisa anda tulis, dan jangan ragu pada tulisan kita. Karena tulisan yang kita anggap biasa, bisa saja dianggap luar biasa bagi orang lain. Tidak perlu memikirkan bahwa menulis itu harus begini, harus begitu, mulai saja dulu. Karena pada dasarnya menulis itu dapat dilatih lewat kebiasaan yang terus menerus dilakukan secara konsisten. Untuk mengasah kemampuan menulis targetkan untuk selalu menulis setiap hari selepas melakukan aktivitas sehari hari.

Hal yang sangat mudah untuk memulai menulis adalah dengan membuat blog pribadi dan memposting tulisan anda di blog sehingga anda memiliki kepercayaan diri untuk menulis. Dengan menulis diblog setiap hari keterampilan menulis anda diasah karena akan banyak orang yang membaca dan memberi komentar pada tulisan di blog.

Seperti yang dilakukan oleh Bapak R.Brian Prasetya,S.Pd. yang lahir di Jakarta, 30 Juni 1992 berprofesi sebagai guru SD di Jakarta sekaligus seorang penulis. Memulai aktivitas menulis ketika blog pertamanya (www.praszetyawan.com) dibuat pada 2009. Profilnya pernah dimuat dalam buku berjudul "Majors For The Future".

Puluhan tulisannya sudah dimuat di berbagai media cetak seperti Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer, dan Majalah Hidup. Buku buku yang sudah diterbitkan antara lain, Blog Untuk Guru Era 4.0 (Januari 2020),  Aksi Literasi Guru Masa Kini (Mei 2020), Menerjang Tantangan Menulis Setiap Hari (Juni 2020). Sudah ngeblog sejak 2009 namun keinginan membuat buku baru muncul pada akhir 2013. Karena tidak memiliki mentor yang membimbing sehingga tidak mengetahui harus masuk ke komunitas mana. Beliau hanya mengetahui satu tempat menerbitkan buku secara mandiri yaitu nulisbuku.com.   Di nulisbuku.com  memang gratis tetapi tidak termasuk cover dan fasilitas desain . Jika penulis ingin keduanya harus membayar. Biaya mungkin hampir sejuta, ketika itu masih kuliah, tidak mungkin mengeluarkan biaya sebanyak itu.

Karena tidak mengetahui tempat lain untuk menerbitkan buku secara self publishing. Semangatnya naik turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja di laptop bertahun tahun. Penulis seperti teringat akan kisah penulis hebat Indonesia Andrea Hirata yang membiarkan naskah Laskar Pelangi ada di laptop dalam waktu yang lama. Jika Andrea Hirata tidak memiliki keinginan dan semangat untuk menerbitkan maka Laskar Pelangi tidak akan pernah ada dalam sejarah.

Namun akhirnya pada 2019 Pak Brian Prasetya mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Matanya seolah terbuka lebar bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan dengan adanya penerbit indie. Semangat menyelesaikan naskah  hingga akhirnya pada Oktober 2020  mengirim naskah buku pertamanya ke salah satu penerbit Indie. Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertamanya terbit

Setelah buku pertama terbit, barulah bertemu dengan grup pelatihan belajar menulis. Ketika itu memasuki gelombang 4, senang sekali berada satu grup dengan guru-guru yang juga suka menulis. Semangat menjadi berkali-kali lipat hingga menerbitkan buku solo pada Mei dan Juni 2020. Dalam pelatihan belajar menulis yang digagas oleh Bapak Wijaya Kusuma, M.Pd. (biasa disapa Om Jay) tidak menentukan penerbit tempat menerbitkan buku. Dalam kelas menulis Om Jay sudah ada Cak Inin dari Kamila Press, Pak Thamrin Dahlan dari YPTD, Oase Pustaka: Bu Kanjeng, Gemala Brian Prasetya.

.Maka yang sebaiknnya anda lakukan adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok dengan anda. Format naskah buku tidak ditentukan dari pelatihan belajar menulis, tapi menyesuaikan penerbit yang dipilih. Karena bisa saja antara penerbit memiliki  format setingan yang berbeda. Nah sekarang saya ingin membahas bagaimana menerbitkan buku jika lewat penerbit Gemala. Pertama, tulisan digabung dalam satu file microsoft word,  setingan file microsoft word ini perlu disesuaikan dengan format penerbit. Adapun  format penerbit Gemala: adalah ukuran kertas A5 (14x20cm), huruf times new roman, ukuran 12, spasi 1,5, margin 2 cm semua, paragraf rata kiri-kanan (justify). Kemudian masukkan juga kelengkapan naskah dalam file naskah tulisan yaitu: cover ( judul buku dan nama penulis saja), kata pengantar, daftar isi (tanpa nomor halaman), Isi naskah, profil penulis, sinopsis (3 paragraf. masing-masing paragraf 3 kalimat). Jadikan semuanya dalam satu file tidak dipisah-pisah menjadi beberapa file. Jika sudah siap, silakan kirim ke penerbit Gemala. Untuk menerbitkan di penerbit biayanya 300.000. Penulis mendapat fasilitas penerbitan mulai dari desain cover, ISBN, layout, edit ringan, 2 buku bukti terbit dan e. sertifikat.

Menulis dan menerbitkan buku saat ini menjadi sesuatu yang mudah bukan, yang penting anda mau menulis. Motivasi dan kepercayaan diri adalah kata kuncinya. Jika motivasi dari diri sendiri, ada kemungkinan akan naik-turun. Maka sebaiknya ikutan komunitas, seperti pelatihan belajar menulis. Banyak sekali yang menawarkan pelatihan menulis secara online saat ini, semuanya terserah anda untuk memilihnya. . Untuk percaya diri, anda perlu banyak membandingkan buku-buku dari berbagai penerbit indie. Ternyata isi tulisannya tidak harus yang berat-berat. Tulisan tentang keseharian saja bisa diterbitkan. Meski anda perlu melakukan swasunting atau mengedit sendiri  tapi tidak usah membayangkan mengedit dengan ketentuan tingkat tinggi. Edit saja hal-hal kecil seperti typo (salah ketik) dan merapikan susunan paragraph. Ilmu mengedit bisa dimulai dari dua hal sederhana yaitu paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat. Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan. Sebaiknya sebelum mengirim naskah tulisan ke penerbit, bacalah kembali siapa tahu ada kesalahan pengetikan (typo).

Kumpulan tulisan di blog bisa dibukukan sesuai dengan konsep yang diterapkan Om Jay. Pada dasarnya banyak penulis buku pada awalnya tidak memiliki hobi menulis. Namun karena tuntutan profesi, pekerjaan atau perkembangan yang menuntut untuk menulis sehingga akhirnya bisa menulis. Menulis sebenarnya bisa dipelajari secara otodidak, lewat internet atau buku. Apalagi sekarang ini untuk menerbitkan buku semakin mudah, tulisan apapun bisa diterbitkan. Ditambah lagi jika anda sudah terbiasa menulis di blog atau sudah bergabung dengan grup atau komunitas menulis online . Jalan yang harus dilewati untuk menerbitkan buku semakin jelas dan terbuka. Maka mari tuntaskan sampai buku terbit. Jangan berhenti di satu buku. Mudah-mudahan berlanjut menerbitkan buku kedua, ketiga, dan seterusnya

Sabtu, 26 Desember 2020

Rahasia sukses menulis di koran atau tabloid

 


         Ketika mengirim artikel pada sebuah media massa kadang kadang kita sering dibuat “berjuta rasanya” jika tidak dimuat. Rasa kecewa atas penolakan terhadap hasil tulisan  membuat marah dan frustasi. Tetapi tenang, bukan hanya anda seorang yang mengalami hal tersebut, puluhan bahkan ratusan penulis mengalami hal yang sama karena tulisannya ditolak oleh redaksi. Memang di mata penulis, redaksi menjadi momok yang menakutkan karena setiap mengirim tulisan ke sebuah redaksi ternyata tulisan orang lain yang dimuat, tidak ada satupun tulisan kita yang terbit. Tidak perlu kecewa dan marah yang berlebihan karena ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar tulisan kita lolos ke redaksi dan terbit di media massa koran atau tabloid. Menurut Encon Rahman ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar tulisan kita terbit di media massa koran atau tabloid yaitu:

1.    Mulailah menulis dengan hal hal yang sederhana

            Untuk tahap awal menulislah hal hal yang  sederhana seperti humor, kartun atau apa saja yang sangat kita sukai.  Karena  rata rata penulis pemula memiliki pola pikir bahwa untuk menulis koran dan majalah sangat mudah namun  tidak memiliki pengetahuan bagaimana menulis yang bagus.. Setelah menulis hal hal yang kecil atau sederhana buatlah tulisan lain yang bisa dikembangkan seperti puisi atau cerpen. Mulailah menulis di tabloid skala local dulu atau majalah pendidikan meski levelnya rendah tetapi dimuat. Ketika kita sudah sering menulis di lingkup local baru beralih ke media nasonal. Karena saat tulisan kita dimuat di Koran atau tabloid akan memberikan semangat dan kenikmatan tersendiri.

2.    Bergabung dengan komunitas

      Untuk bisa menulis dengan baik bergabunglah dengan komunitas karena akan bertemu dengan orang orang yang memiliki hobi yang sama untuk saling memberi semangat, kritik dan saran bagi tulisan kita. Manfaat pertama yang akan kita dapatkan ketika bergabung dengan komunitas adalah networking, mendapat kenalan dan teman baru, terkadang juga bisa menemukan orang orang yang berbeda. Berbeda profesi atau pekerjaan dari sini mungkin  kita akan menemukan relasi. Dengan bergabung di komunitas kita bisa mengembangkan diri, lebih percaya diri. Karena di komunitas kita tidak berjalan sendiri melainkan ada orang lain yang membantu kita dalam segala kesulitan. Memperoleh ilmu dan mendapatkan ide ide baru yang lebih fresh dan melatih jiwa kepemimpinan.

3.    Tahan banting/ tidak gampang menyerah

      Jangan pernah mengeluh dan menyerah jika tulisan sering ditolak, jika ingin menjadi penulis hebat harus tahan banting. Penulis hebat seperti Tere Liye jatuh bangun karena tulisannya ditolak penerbit, tetapi tidak pernah menyerah untuk terus menulis.Tahan banting jangan sampai ketika tulisan kita tidak dimuat jangan sampai patah arang. Evaluasi diri mungkin karena judulnya tidak sesuai dengan yang dinginkan redaksi, tema yang kita usung tidak mewakili sebagian pembaca atau idenya didahului orang lain sehingga tulsan kita kalah bersaing.

Agar tak patah semangat dalam menulis hendaknya setiap penulis memiliki tujuan awal yang akan memberikan dorongan untuk menulis. Jika tujuan menulis telah ditetapkan dan dapat memberikan semangat untuk terus menghasilkan sebuah tulisan maka teruslah menulis dengan penuh semangat. 

Selanjutnya tetapkan target dalam menulis setiap hari berapa lama, kapan  waktu yang disiapkan untuk fokus menulis. Sehingga pekerjaan menulis bisa dilakukan dengan komitmen yang telah dibuat sebelumnya. Agar tidak mengganggu aktivitas dan kesibukan yang lain.

      Banyak orang yang awalnya tidak pernah berpikir untuk menulis namun karena sesuatu alasan  memaksanya harus bisa menulis. Karena tugas atau tuntutan pekerjaan, pengembangan karir atau pengembangan diri. Beberapa diantaranya dapat melewati tahap ini dengan baik tetapi sebagian lagi harus berusaha keras untuk menyelesaikannya dengan berbagai kendala. Tetapi sebagian lagi malah dapat melewatinya sehingga menjadi penulis professional.

      Selanjutnya fokus pada personal branding atau ciri khas sebagai penulis, apakah penulis artikel, penulis cerpen sehingga tidak semua segala tulisan bisa dicoba agar kita tetap fokus pada ciri khas kita. Personal branding adalah representasi atau citra diri anda dalam level individual. Personal branding sangat penting karena menyangkut hal hal lain yang orang lihat dan nilai tentang anda. Jika personal branding anda negative, tentu akan membuat orang lain berpikir dua kali untuk menjalin hubungan dengan anda. Ingin orang lain melihat diri anda seperti apa, atau penulis apa. Fokuslah pada personal branding anda jangan pernah membandingkan diri sendiri anda dengan orang lain, terutama orang yang sudah berpengalaman dari anda. Anggap saja mereka panutan untuk memotivasi diri anda dalam memperkuat personal branding anda. Dalam menulis setiap orang punya talenta karena secara umum ada yang berbakat pada penulisan fiksi ada juga yang berbakat pada penulisan non fiksi. Tulislah apa yang kita inginkan atau sesuai bakat dan hobi kita dan kita kuasai

Membaca buku atau karya orang lain karena akan memiliki gagasan dan ide yang menarik untuk menjadi tulisan kita. Rendahnya tingkat menulis orang Indonesia karena rendahnya minat baca dan untuk meningkatkan dua kompetensi ini harus seimbang.

4.    Mengamati gaya selingkung Koran atau tabloid

Agar tulisan kita dimuat sering seringlah membaca koran atau tabloid tujuan tulisan yang kita kirim. Untuk menulis di suatu koran atau tabloid kita harus mengamati tulisan di koran atau tabloid yang akan kita tuju sasarannya siapa saja, umur berapa    pekerjaannya apa..Ikuti gaya selingkung koran atau tabloid yang dituju arahnya kemana mulai dari gaya bahasa, paragrafnya dan hal hal biasa yang ditulis dalam koran atau tabloid tersebut.

Gaya selingkung merupakan padanan kata house style yaitu berupa gaya penulisan penerbitan yang diterapkan dalam suatu lingkungan yang khas, apakah itu negara atau lembaga dan komunitas tertentu atau penerbit. Dalam aktvitas menulis pentingnya gaya selingkung ini adalah dalam hal aturan ejaan , tata bahasa, tanda baca, penggunaan huruf kapital dan huruf miring, penomoran, singkatan, akronim dan peristilahan. Hal ini yang sering dilupakan oleh penulis karena ketika tulisan kita tidak mengikuti gaya selingkung penulisan koran atau tabloid tersebut maka artikel kita tidak akan pernah dimuat