Pelangi Aksara

Kamis, 31 Desember 2020

Menulis dan menerbitkan buku

 

Menulis adalah ketrampilan yang mengasah kerja otak dan menstimulus otak agar terus berpikir kreatif. Setiap orang memiliki ketrampilan, dengan kata lain menulis dapat dilatih. Pada umumnya setiap hari kita hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup diri kita sendiri dan keluarga, jangankan kepada bangsa kepada tetangga terdekatpun kita tidak bisa memberikan kontribusi apapun. Agar anda dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa dan orang banyak menulislah. Menulislah sekarang juga, menulis apa yang bisa kita tulis, tanpa memilkirkan dampak yang akan diperoleh dari kegiatan menulis. Menulis dan sebarkan sebanyak mungkin kepada orang lain lewat blog pribadi, media sosial atau media online.(Dodi Mawardi, 2009).

Tulislah apa saja yang bisa anda tulis, dan jangan ragu pada tulisan kita. Karena tulisan yang kita anggap biasa, bisa saja dianggap luar biasa bagi orang lain. Tidak perlu memikirkan bahwa menulis itu harus begini, harus begitu, mulai saja dulu. Karena pada dasarnya menulis itu dapat dilatih lewat kebiasaan yang terus menerus dilakukan secara konsisten. Untuk mengasah kemampuan menulis targetkan untuk selalu menulis setiap hari selepas melakukan aktivitas sehari hari.

Hal yang sangat mudah untuk memulai menulis adalah dengan membuat blog pribadi dan memposting tulisan anda di blog sehingga anda memiliki kepercayaan diri untuk menulis. Dengan menulis diblog setiap hari keterampilan menulis anda diasah karena akan banyak orang yang membaca dan memberi komentar pada tulisan di blog.

Seperti yang dilakukan oleh Bapak R.Brian Prasetya,S.Pd. yang lahir di Jakarta, 30 Juni 1992 berprofesi sebagai guru SD di Jakarta sekaligus seorang penulis. Memulai aktivitas menulis ketika blog pertamanya (www.praszetyawan.com) dibuat pada 2009. Profilnya pernah dimuat dalam buku berjudul "Majors For The Future".

Puluhan tulisannya sudah dimuat di berbagai media cetak seperti Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer, dan Majalah Hidup. Buku buku yang sudah diterbitkan antara lain, Blog Untuk Guru Era 4.0 (Januari 2020),  Aksi Literasi Guru Masa Kini (Mei 2020), Menerjang Tantangan Menulis Setiap Hari (Juni 2020). Sudah ngeblog sejak 2009 namun keinginan membuat buku baru muncul pada akhir 2013. Karena tidak memiliki mentor yang membimbing sehingga tidak mengetahui harus masuk ke komunitas mana. Beliau hanya mengetahui satu tempat menerbitkan buku secara mandiri yaitu nulisbuku.com.   Di nulisbuku.com  memang gratis tetapi tidak termasuk cover dan fasilitas desain . Jika penulis ingin keduanya harus membayar. Biaya mungkin hampir sejuta, ketika itu masih kuliah, tidak mungkin mengeluarkan biaya sebanyak itu.

Karena tidak mengetahui tempat lain untuk menerbitkan buku secara self publishing. Semangatnya naik turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja di laptop bertahun tahun. Penulis seperti teringat akan kisah penulis hebat Indonesia Andrea Hirata yang membiarkan naskah Laskar Pelangi ada di laptop dalam waktu yang lama. Jika Andrea Hirata tidak memiliki keinginan dan semangat untuk menerbitkan maka Laskar Pelangi tidak akan pernah ada dalam sejarah.

Namun akhirnya pada 2019 Pak Brian Prasetya mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Matanya seolah terbuka lebar bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan dengan adanya penerbit indie. Semangat menyelesaikan naskah  hingga akhirnya pada Oktober 2020  mengirim naskah buku pertamanya ke salah satu penerbit Indie. Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertamanya terbit

Setelah buku pertama terbit, barulah bertemu dengan grup pelatihan belajar menulis. Ketika itu memasuki gelombang 4, senang sekali berada satu grup dengan guru-guru yang juga suka menulis. Semangat menjadi berkali-kali lipat hingga menerbitkan buku solo pada Mei dan Juni 2020. Dalam pelatihan belajar menulis yang digagas oleh Bapak Wijaya Kusuma, M.Pd. (biasa disapa Om Jay) tidak menentukan penerbit tempat menerbitkan buku. Dalam kelas menulis Om Jay sudah ada Cak Inin dari Kamila Press, Pak Thamrin Dahlan dari YPTD, Oase Pustaka: Bu Kanjeng, Gemala Brian Prasetya.

.Maka yang sebaiknnya anda lakukan adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok dengan anda. Format naskah buku tidak ditentukan dari pelatihan belajar menulis, tapi menyesuaikan penerbit yang dipilih. Karena bisa saja antara penerbit memiliki  format setingan yang berbeda. Nah sekarang saya ingin membahas bagaimana menerbitkan buku jika lewat penerbit Gemala. Pertama, tulisan digabung dalam satu file microsoft word,  setingan file microsoft word ini perlu disesuaikan dengan format penerbit. Adapun  format penerbit Gemala: adalah ukuran kertas A5 (14x20cm), huruf times new roman, ukuran 12, spasi 1,5, margin 2 cm semua, paragraf rata kiri-kanan (justify). Kemudian masukkan juga kelengkapan naskah dalam file naskah tulisan yaitu: cover ( judul buku dan nama penulis saja), kata pengantar, daftar isi (tanpa nomor halaman), Isi naskah, profil penulis, sinopsis (3 paragraf. masing-masing paragraf 3 kalimat). Jadikan semuanya dalam satu file tidak dipisah-pisah menjadi beberapa file. Jika sudah siap, silakan kirim ke penerbit Gemala. Untuk menerbitkan di penerbit biayanya 300.000. Penulis mendapat fasilitas penerbitan mulai dari desain cover, ISBN, layout, edit ringan, 2 buku bukti terbit dan e. sertifikat.

Menulis dan menerbitkan buku saat ini menjadi sesuatu yang mudah bukan, yang penting anda mau menulis. Motivasi dan kepercayaan diri adalah kata kuncinya. Jika motivasi dari diri sendiri, ada kemungkinan akan naik-turun. Maka sebaiknya ikutan komunitas, seperti pelatihan belajar menulis. Banyak sekali yang menawarkan pelatihan menulis secara online saat ini, semuanya terserah anda untuk memilihnya. . Untuk percaya diri, anda perlu banyak membandingkan buku-buku dari berbagai penerbit indie. Ternyata isi tulisannya tidak harus yang berat-berat. Tulisan tentang keseharian saja bisa diterbitkan. Meski anda perlu melakukan swasunting atau mengedit sendiri  tapi tidak usah membayangkan mengedit dengan ketentuan tingkat tinggi. Edit saja hal-hal kecil seperti typo (salah ketik) dan merapikan susunan paragraph. Ilmu mengedit bisa dimulai dari dua hal sederhana yaitu paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat. Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan. Sebaiknya sebelum mengirim naskah tulisan ke penerbit, bacalah kembali siapa tahu ada kesalahan pengetikan (typo).

Kumpulan tulisan di blog bisa dibukukan sesuai dengan konsep yang diterapkan Om Jay. Pada dasarnya banyak penulis buku pada awalnya tidak memiliki hobi menulis. Namun karena tuntutan profesi, pekerjaan atau perkembangan yang menuntut untuk menulis sehingga akhirnya bisa menulis. Menulis sebenarnya bisa dipelajari secara otodidak, lewat internet atau buku. Apalagi sekarang ini untuk menerbitkan buku semakin mudah, tulisan apapun bisa diterbitkan. Ditambah lagi jika anda sudah terbiasa menulis di blog atau sudah bergabung dengan grup atau komunitas menulis online . Jalan yang harus dilewati untuk menerbitkan buku semakin jelas dan terbuka. Maka mari tuntaskan sampai buku terbit. Jangan berhenti di satu buku. Mudah-mudahan berlanjut menerbitkan buku kedua, ketiga, dan seterusnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar