Pelangi Aksara

Sabtu, 26 Desember 2020

Rahasia sukses menulis di koran atau tabloid

 


         Ketika mengirim artikel pada sebuah media massa kadang kadang kita sering dibuat “berjuta rasanya” jika tidak dimuat. Rasa kecewa atas penolakan terhadap hasil tulisan  membuat marah dan frustasi. Tetapi tenang, bukan hanya anda seorang yang mengalami hal tersebut, puluhan bahkan ratusan penulis mengalami hal yang sama karena tulisannya ditolak oleh redaksi. Memang di mata penulis, redaksi menjadi momok yang menakutkan karena setiap mengirim tulisan ke sebuah redaksi ternyata tulisan orang lain yang dimuat, tidak ada satupun tulisan kita yang terbit. Tidak perlu kecewa dan marah yang berlebihan karena ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar tulisan kita lolos ke redaksi dan terbit di media massa koran atau tabloid. Menurut Encon Rahman ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar tulisan kita terbit di media massa koran atau tabloid yaitu:

1.    Mulailah menulis dengan hal hal yang sederhana

            Untuk tahap awal menulislah hal hal yang  sederhana seperti humor, kartun atau apa saja yang sangat kita sukai.  Karena  rata rata penulis pemula memiliki pola pikir bahwa untuk menulis koran dan majalah sangat mudah namun  tidak memiliki pengetahuan bagaimana menulis yang bagus.. Setelah menulis hal hal yang kecil atau sederhana buatlah tulisan lain yang bisa dikembangkan seperti puisi atau cerpen. Mulailah menulis di tabloid skala local dulu atau majalah pendidikan meski levelnya rendah tetapi dimuat. Ketika kita sudah sering menulis di lingkup local baru beralih ke media nasonal. Karena saat tulisan kita dimuat di Koran atau tabloid akan memberikan semangat dan kenikmatan tersendiri.

2.    Bergabung dengan komunitas

      Untuk bisa menulis dengan baik bergabunglah dengan komunitas karena akan bertemu dengan orang orang yang memiliki hobi yang sama untuk saling memberi semangat, kritik dan saran bagi tulisan kita. Manfaat pertama yang akan kita dapatkan ketika bergabung dengan komunitas adalah networking, mendapat kenalan dan teman baru, terkadang juga bisa menemukan orang orang yang berbeda. Berbeda profesi atau pekerjaan dari sini mungkin  kita akan menemukan relasi. Dengan bergabung di komunitas kita bisa mengembangkan diri, lebih percaya diri. Karena di komunitas kita tidak berjalan sendiri melainkan ada orang lain yang membantu kita dalam segala kesulitan. Memperoleh ilmu dan mendapatkan ide ide baru yang lebih fresh dan melatih jiwa kepemimpinan.

3.    Tahan banting/ tidak gampang menyerah

      Jangan pernah mengeluh dan menyerah jika tulisan sering ditolak, jika ingin menjadi penulis hebat harus tahan banting. Penulis hebat seperti Tere Liye jatuh bangun karena tulisannya ditolak penerbit, tetapi tidak pernah menyerah untuk terus menulis.Tahan banting jangan sampai ketika tulisan kita tidak dimuat jangan sampai patah arang. Evaluasi diri mungkin karena judulnya tidak sesuai dengan yang dinginkan redaksi, tema yang kita usung tidak mewakili sebagian pembaca atau idenya didahului orang lain sehingga tulsan kita kalah bersaing.

Agar tak patah semangat dalam menulis hendaknya setiap penulis memiliki tujuan awal yang akan memberikan dorongan untuk menulis. Jika tujuan menulis telah ditetapkan dan dapat memberikan semangat untuk terus menghasilkan sebuah tulisan maka teruslah menulis dengan penuh semangat. 

Selanjutnya tetapkan target dalam menulis setiap hari berapa lama, kapan  waktu yang disiapkan untuk fokus menulis. Sehingga pekerjaan menulis bisa dilakukan dengan komitmen yang telah dibuat sebelumnya. Agar tidak mengganggu aktivitas dan kesibukan yang lain.

      Banyak orang yang awalnya tidak pernah berpikir untuk menulis namun karena sesuatu alasan  memaksanya harus bisa menulis. Karena tugas atau tuntutan pekerjaan, pengembangan karir atau pengembangan diri. Beberapa diantaranya dapat melewati tahap ini dengan baik tetapi sebagian lagi harus berusaha keras untuk menyelesaikannya dengan berbagai kendala. Tetapi sebagian lagi malah dapat melewatinya sehingga menjadi penulis professional.

      Selanjutnya fokus pada personal branding atau ciri khas sebagai penulis, apakah penulis artikel, penulis cerpen sehingga tidak semua segala tulisan bisa dicoba agar kita tetap fokus pada ciri khas kita. Personal branding adalah representasi atau citra diri anda dalam level individual. Personal branding sangat penting karena menyangkut hal hal lain yang orang lihat dan nilai tentang anda. Jika personal branding anda negative, tentu akan membuat orang lain berpikir dua kali untuk menjalin hubungan dengan anda. Ingin orang lain melihat diri anda seperti apa, atau penulis apa. Fokuslah pada personal branding anda jangan pernah membandingkan diri sendiri anda dengan orang lain, terutama orang yang sudah berpengalaman dari anda. Anggap saja mereka panutan untuk memotivasi diri anda dalam memperkuat personal branding anda. Dalam menulis setiap orang punya talenta karena secara umum ada yang berbakat pada penulisan fiksi ada juga yang berbakat pada penulisan non fiksi. Tulislah apa yang kita inginkan atau sesuai bakat dan hobi kita dan kita kuasai

Membaca buku atau karya orang lain karena akan memiliki gagasan dan ide yang menarik untuk menjadi tulisan kita. Rendahnya tingkat menulis orang Indonesia karena rendahnya minat baca dan untuk meningkatkan dua kompetensi ini harus seimbang.

4.    Mengamati gaya selingkung Koran atau tabloid

Agar tulisan kita dimuat sering seringlah membaca koran atau tabloid tujuan tulisan yang kita kirim. Untuk menulis di suatu koran atau tabloid kita harus mengamati tulisan di koran atau tabloid yang akan kita tuju sasarannya siapa saja, umur berapa    pekerjaannya apa..Ikuti gaya selingkung koran atau tabloid yang dituju arahnya kemana mulai dari gaya bahasa, paragrafnya dan hal hal biasa yang ditulis dalam koran atau tabloid tersebut.

Gaya selingkung merupakan padanan kata house style yaitu berupa gaya penulisan penerbitan yang diterapkan dalam suatu lingkungan yang khas, apakah itu negara atau lembaga dan komunitas tertentu atau penerbit. Dalam aktvitas menulis pentingnya gaya selingkung ini adalah dalam hal aturan ejaan , tata bahasa, tanda baca, penggunaan huruf kapital dan huruf miring, penomoran, singkatan, akronim dan peristilahan. Hal ini yang sering dilupakan oleh penulis karena ketika tulisan kita tidak mengikuti gaya selingkung penulisan koran atau tabloid tersebut maka artikel kita tidak akan pernah dimuat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar