Ketika mengirim artikel pada sebuah
media massa kadang kadang kita sering dibuat “berjuta rasanya” jika tidak
dimuat. Rasa kecewa atas penolakan terhadap hasil tulisan membuat marah dan frustasi. Tetapi tenang,
bukan hanya anda seorang yang mengalami hal tersebut, puluhan bahkan ratusan
penulis mengalami hal yang sama karena tulisannya ditolak oleh redaksi. Memang
di mata penulis, redaksi menjadi momok yang menakutkan karena setiap mengirim
tulisan ke sebuah redaksi ternyata tulisan orang lain yang dimuat, tidak ada
satupun tulisan kita yang terbit. Tidak perlu kecewa dan marah yang berlebihan
karena ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar tulisan kita lolos ke redaksi
dan terbit di media massa koran atau tabloid. Menurut Encon Rahman ada beberapa
hal yang harus kita ketahui agar tulisan kita terbit di media massa koran atau
tabloid yaitu:
1.
Mulailah menulis dengan hal hal yang
sederhana
Untuk tahap awal menulislah hal hal yang sederhana seperti humor, kartun atau apa saja
yang sangat kita sukai. Karena rata rata penulis pemula memiliki pola pikir
bahwa untuk menulis koran dan majalah sangat mudah namun tidak memiliki pengetahuan bagaimana menulis
yang bagus.. Setelah menulis hal hal yang kecil atau sederhana buatlah tulisan
lain yang bisa dikembangkan seperti puisi atau cerpen. Mulailah menulis di
tabloid skala local dulu atau majalah pendidikan meski levelnya rendah tetapi
dimuat. Ketika kita sudah sering menulis di lingkup local baru beralih ke media
nasonal. Karena saat tulisan kita dimuat di Koran atau tabloid akan memberikan
semangat dan kenikmatan tersendiri.
2.
Bergabung dengan komunitas
Untuk bisa menulis dengan baik
bergabunglah dengan komunitas karena akan bertemu dengan orang orang yang
memiliki hobi yang sama untuk saling memberi semangat, kritik dan saran bagi
tulisan kita. Manfaat pertama yang akan kita dapatkan ketika bergabung dengan
komunitas adalah networking, mendapat kenalan dan teman baru, terkadang juga
bisa menemukan orang orang yang berbeda. Berbeda profesi atau pekerjaan dari
sini mungkin kita akan menemukan relasi.
Dengan bergabung di komunitas kita bisa mengembangkan diri, lebih percaya diri.
Karena di komunitas kita tidak berjalan sendiri melainkan ada orang lain yang
membantu kita dalam segala kesulitan. Memperoleh ilmu dan mendapatkan ide ide
baru yang lebih fresh dan melatih jiwa kepemimpinan.
3.
Tahan banting/ tidak gampang menyerah
Jangan pernah mengeluh dan menyerah jika
tulisan sering ditolak, jika ingin menjadi penulis hebat harus tahan banting.
Penulis hebat seperti Tere Liye jatuh bangun karena tulisannya ditolak
penerbit, tetapi tidak pernah menyerah untuk terus menulis.Tahan banting jangan
sampai ketika tulisan kita tidak dimuat jangan sampai patah arang. Evaluasi
diri mungkin karena judulnya tidak sesuai dengan yang dinginkan redaksi, tema
yang kita usung tidak mewakili sebagian pembaca atau idenya didahului orang
lain sehingga tulsan kita kalah bersaing.
Agar
tak patah semangat dalam menulis hendaknya setiap penulis memiliki tujuan awal yang
akan memberikan dorongan untuk menulis. Jika tujuan menulis telah ditetapkan
dan dapat memberikan semangat untuk terus menghasilkan sebuah tulisan maka
teruslah menulis dengan penuh semangat.
Selanjutnya
tetapkan target dalam menulis setiap hari berapa lama, kapan waktu yang disiapkan untuk fokus menulis.
Sehingga pekerjaan menulis bisa dilakukan dengan komitmen yang telah dibuat
sebelumnya. Agar tidak mengganggu aktivitas dan kesibukan yang lain.
Banyak orang yang awalnya tidak pernah berpikir untuk menulis
namun karena sesuatu alasan memaksanya
harus bisa menulis. Karena tugas atau tuntutan pekerjaan, pengembangan karir
atau pengembangan diri. Beberapa diantaranya dapat melewati tahap ini dengan
baik tetapi sebagian lagi harus berusaha keras untuk menyelesaikannya dengan
berbagai kendala. Tetapi sebagian lagi malah dapat melewatinya sehingga menjadi
penulis professional.
Selanjutnya fokus pada personal branding
atau ciri khas sebagai penulis, apakah penulis artikel, penulis cerpen sehingga
tidak semua segala tulisan bisa dicoba agar kita tetap fokus pada ciri khas
kita. Personal branding adalah representasi atau citra diri anda dalam level
individual. Personal branding sangat penting karena menyangkut hal hal lain
yang orang lihat dan nilai tentang anda. Jika personal branding anda negative,
tentu akan membuat orang lain berpikir dua kali untuk menjalin hubungan dengan
anda. Ingin orang lain melihat diri anda seperti apa, atau penulis apa.
Fokuslah pada personal branding anda jangan pernah membandingkan diri sendiri
anda dengan orang lain, terutama orang yang sudah berpengalaman dari anda.
Anggap saja mereka panutan untuk memotivasi diri anda dalam memperkuat personal
branding anda. Dalam menulis setiap orang punya talenta karena secara umum ada
yang berbakat pada penulisan fiksi ada juga yang berbakat pada penulisan non fiksi.
Tulislah apa yang kita inginkan atau sesuai bakat dan hobi kita dan kita kuasai
Membaca
buku atau karya orang lain karena akan memiliki gagasan dan ide yang menarik
untuk menjadi tulisan kita. Rendahnya tingkat menulis orang Indonesia karena rendahnya
minat baca dan untuk meningkatkan dua kompetensi ini harus seimbang.
4.
Mengamati gaya selingkung Koran atau tabloid
Agar
tulisan kita dimuat sering seringlah membaca koran atau tabloid tujuan tulisan
yang kita kirim. Untuk menulis di suatu koran atau tabloid kita harus mengamati
tulisan di koran atau tabloid yang akan kita tuju sasarannya siapa saja, umur
berapa pekerjaannya apa..Ikuti gaya
selingkung koran atau tabloid yang dituju arahnya kemana mulai dari gaya
bahasa, paragrafnya dan hal hal biasa yang ditulis dalam koran atau tabloid
tersebut.
Gaya
selingkung merupakan padanan kata house
style yaitu berupa gaya penulisan penerbitan yang diterapkan dalam suatu
lingkungan yang khas, apakah itu negara atau lembaga dan komunitas tertentu
atau penerbit. Dalam aktvitas menulis pentingnya gaya selingkung ini adalah
dalam hal aturan ejaan , tata bahasa, tanda baca, penggunaan huruf kapital dan
huruf miring, penomoran, singkatan, akronim dan peristilahan. Hal ini yang
sering dilupakan oleh penulis karena ketika tulisan kita tidak mengikuti gaya
selingkung penulisan koran atau tabloid tersebut maka artikel kita tidak akan
pernah dimuat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar