Pelangi Aksara

Sabtu, 26 Desember 2020

Buku adalah Mahkota Penulis

 

            Buku adalah mahkota seorang penulis merupakan sebuah ungkapan  yang sangat memotivasi disampaikan oleh bapak Thamrin Dahlan, SKM, M.Si. Karena secerdas  dan sepintar apapun seseorang apabila belum menulis apalagi menerbitkan buku, maka ilmunya akan sia sia. Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi adalah sebuah kalimat yang juga sering dikatakan oleh Bapak Wijaya Kusuma seorang motivator, blogger yang memberi inspirasi dan ruang berkreasi bagi guru seluruh Indonesia.  Dengan menulis akan meninggalkan jejak sejarah meski  sudah tiada dan menjadi sesuatu yang sangat berkesan untuk dikenang kembali.

            Masalah yang sering dijumpai oleh penulis pemula adalah dari mana akan mulai menulis, apa yang akan kita tulis, menjadi suatu pertanyaan yang sering muncul dibenak. Kebingungan yang lumrah terjadi pada tahap awal. Tetapi jika dilatih untuk terus menulis setiap hari akan terbiasa dan menulis akan menjadi suatu kebiasaan yang mudah untuk dilakukan. Menulis adalah pekerjaan yang telah dilakukan sejak kita diperkenalkan huruf pada saat berumur lima tahun di taman kanak kanak atau oleh orang tua di rumah. Satu persatu huruf menjadi akrab dalam ingatan yang dilanjutkan dengan belajar menulis huruf. Menjadi aneh rasanya jika setelah menjadi guru atau memilik profesi apapun menulis menjadi pekerjaan yang sulit. Padahal pekerjaan tersebut telah kita lakoni sejak kecil.

            Umumnya orang beranggapan bahwa menulis buku memerlukan bakat istimewa atau karena pintar dan jenius. Padahal sejatinya menulis buku bukan karena bakat atau kecerdasan tetapi karena ada niat dan kemauan. Menulis merupakan ketrampilan yang bisa dicapai dengan kebiasaan yang dilatih secara terus menerus. Dengan kata lain menulis dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Setiap orang bisa menulis, mulai dari menulis diari atau catatan harian, surat cinta, status di media sosial, menulis di WhatApp, menulis sms, menulis di Koran atau bahkan menulis buku.

            Menulis buku bukanlah sesuatu yang rumit atau sulit            karena semua orang pasti bisa menulis. Hal yang harus dilakukan adalah memperbanyak membaca agar memperluas wawasan. Semakin banyak membaca semakin mudah menuangkan ide atau gagasan kedalam sebuah tulisan. Perlu diingat bahwa untuk melakukan suatu pekerjaan misalnya menulis buku lakukanlah dengan adanya niat dan kemauan serta hati yang bahagia agar terasa lebih ringan dan tidak membosankan.

            Kendala yang sering dihadapi penulis pemula adalah bingung memulai dari mana. Seringkali penulis kesulitan untuk menulis kalimat yang tepat di tahap awal sebuah tulisan. Perlu perjuangan dan pengorbanan untuk memulai menulis. Mengawali sebuah tulisan pada tahap awal mungkin terasa agak sulit , tetapi bukan berarti kesulitan tersebut menjadi alasan untuk tidak menghasilkan sebuah tulisan. Cobalah menulis ide pokoknya dulu, jika tetap kesulitan buatlah beberapa kalimat yang menggambarkan ide yang ingin ditulis. Tulislah apapun yang ingin ditulis kemudian dibaca ulang dan pilihlah yang paling menarik dari apa yang telah kita tulis kemudian kembangkan dengan menulis berdasarkan referensi yang telah diperoleh.

            Selanjutnya yang sering menjadi kendala dalam tahap menulis pemula adalah mencemaskan aturan baku penulisan atau PUEBI. Jangan khawatirkan aturan baku tersebut, menulislah karena kecemasan itu hanya akan melunturkan semangat. Rasa cemas inilah yang membuat penulis takut dan kesulitan untuk mulai menulis. Untuk menghindari hal tersebut dengan cara mengabaikannya. Tulislah apa yang ingin ditulis dan setelah selesai bacalah  secara berulang ulang dan mulai untuk dikoreksi kembali.

            Alasan lain yang diungkap seseorang tidak dapat menulis buku adalah karena tidak mempunyai waktu atau kesibukan yang padat dan malas untuk memulai.  Padahal hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan manajemen waktu yang baik. Dengan membagi waktu sepulang dari rutinitas kerja luangkan waktu khusus untuk menulis, entah itu hanya satu atau dua jam pada malam hari.  Penulis sukses kadang bisa menyempatkan diri membuat sebuah tulisan lewat handphone saat berada dalam kereta api, atau mobil. Penulis penulis sukses adalah orang orang yang memiliki kesibukan yang luar biasa tetapi mereka masih bisa menulis dan menghasilkan karya atau buku. Jika orang lain bisa melakukan hal tersebut di tengah kesibukan yang sangat padat lalu mengapa kita tidak bisa. Semuanya bisa dilakukan dengan mengatur waktu sedemikian rupa agar bisa menghasilkan sebuah tulisan. Setelah menulis lalu bagaimana cara menerbitkannya menjadi sebuah karya atau sebuah buku. Jangan putus ada jangan menyerah, karena banyak cara yang bisa kita lakukan. Salah satu cara adalah menerbitkan buku melalui Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) yang turut berperan  serta mengorganisir gerakan meningkatkan kualitas  dan kuantitas literasi Indonesia dengan fokus menerbitkan buku. Dengan komitmen membantu para penulis dari berbagai profesi untuk memiliki buku berlisensi ISBN tanpa biaya, perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Bersama      kita bisa membantu pemerintah Republik Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui profesi masing masing, membaca kemudian menulis adalah kegiatan mulia. Diperlukan suatu gerakan bersama yang sistematis untuk mensukseskan program pemerintah dalam hal mencerdakan kehidupan bangsa. Menerbitkan buku muara dari menulis, kehadiran penulis abadi sepanjang masa ketika bukunya menjadi asset Negara yang tersimpan di Perpustakaan Nasional. Menulis dan menerbitkan buku bisa menambah teman, menambah wawasan serta memberikan kebahagiaan untuk kemaslahatan bersama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar