Pelangi Aksara

Rabu, 13 Januari 2021

Memulai Menulis

Semua mungkin sepakat bahwa menulis tak bisa lepas dari keseharian kita. Setiap hari, mungkin kita terbiasa menulis balasan chat di media sosial. Menulis jurnal harian mengajar. Menulis feedback untuk tugas siswa. Dan sebgainya. Tapi, ketika harus menulis buku anda mungkin akan berpikir. Menulis di blog saja rasanya seperti berlari sprint yang tiba-tiba menghantam tembok. Atau bertinju yang tiba-tiba KO. Atau bermain catur yang langsung skakmat.Entah apa yang terjadi, seolah semua ide lenyap begitu saja. Tangan tiba-tiba tak bisa menulis. Bahkan lidah pun terasa kelu.Lalu, bagiamana cara mengatasi hal tersebut?

Ada beberapa tips yang perlu dilakukan dan mungkin bisa diterapkan pula pada anda, yaitu :

1.    Bergabung di kelas menulis

Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari kelas menulis. Contohnya kelas menulis bersama Omjay ini. Selain mendapat ilmu, motivasi, tips dan trik menulis, terkadang kita pun mendapat kejutan tak terduga. ikut komunitas menulis juga dirasa perlu. Karena dalam komunitas itulah kita bisa berbagi tulisan dan membaca tulisan orang lain sehingga kemampuan menulis kita pun akan semakin terasah.Saat ini sudah banyak sekali komunitas menulis yang bisa diikuti. Terlepas apakah komunitas tersebut dibuat khusus untuk guru ataupun umum.

2.    Mengikuti  lomba.

Ini cocok bagi siapa pun yang menyukai tantangan. Dengan mengikuti lomba, kita bisa belajar membuat tulisan dengan berbagai tema dalam waktu yang tentunya sudah terjadwal. Saya juga pernah sekali dua kali mencoba, alhamdulillah belum menjadi juara. Hehe, tapi justru dari situ kita akan sadar dimana letak kekurangan kita. Sehingga dikemudian hari, kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik.

3.     Tulislah apa yang ada disekitar kita

ika masih merasa sulit menulis adalah tulis saja apa yang ada di sekitar kita atau yang kita alami hari ini.Dulu saat menjadi binaan Omjay di Kelas Menulis Gelombang 7, Omjay rutin mengirim foto setiap hari untuk diubah menjadi tulisan.Ada foto ketoprak, gorengan, kucing, rempeyek, wah macem-macem! Pokoknya dari foto itu harus jadi tulisan minimal 3 paragraf. Seru dan sekaligus membuktikan bahwa memang benar apa saja yang ada di sekitar kita bisa kita ubah menjadi tulisan. Jika belum mempan, mari buat tulisan tentang keseharian kita. Seperti diari. Itu pun tak apa. Yang penting menulis agar kemampuan kita semakin terasah Misalnya menulis  kisah mencari tanaman keladi putih di hutan demi gratisan atau untuk istri tercinta atau saat hiking dan lain lain

4.    Tulislah apa yang kita suka.

Karena jika sudah suka biasanya bakal awet Bagi anda yang senang berkebun (lagi booming lagi nih ya menanam bunga), silakan tulis tentang berkebun. anda senang memasak? Silakan berbagi dengan jenis teks prosedural resep memasak. .Pokoknya tulislah apa yang kita sukai dan kita kuasai.

5.    Harus menulis dimana?

Ketika ingin menulis, tentu kita butuh medianya. Bagi saya, menulis itu bisa kita lakukan di :Blog, buku harian, HP/Laptop atau platform menulis online seperti wattpad dan storial. Bahkan media sosialpun bisa kita buat sebagai sarana untuk menulis. Menulis dimana saja yang penting rutinkan atau buat target berapa tulisan yang harus dibuat dalam sehari, seminggu, sebulan, dan seterusnya

6.    Menulis buku solo atau kolaborasi/antalogi

Nah kalau menulisnya sudah dilakukan dan dirutinkan, tinggal naik tahap deh. Yuk terbitkan bukunya . Kumpulan tulisan kita di blog, jurnal harian, serta draft-draft yang ada di laptop atau hp bisa kita bukukan. Banyak alumni menulis bersama Omjay yang sudah membuktikan. Senang sekali rasanya melihat satu per satu semakin banyak yang membuahkan karya tulis dalam bentuk buku. Tapi, mending menulis buku solo atau kolaborasi ya? Ada beberapa hal yang membedakan saat kita menulis buku solo dan kolaborasi tentunya. Misal dari tema dan waktu untuk buku solo tentu kita bebas menentukan apa temanya dan kapan mau beresnya. Apakah seminggu, sebulan, setahun?  Sedangkan jika menulis bersama, tentu tulisan yang kita buat harus sesuai tema sesuai ketentuan dan waktunya pun sesuai yang dijadwalkan.

Untuk konsisten produktif menulis biasanya perlu menerapkan 5 hal yaitu:

1.    Cari apa saja yang bisa ditulis.

Walau hanya satu paragraf. Di tulisnya bisa di berbagai media yang telah saya sebutkan. Bahkan di status WA sekalipun. Namun niatkan, agar tulisan kita bermanfaat bagi orang lain. Kecuali seperti diary, biasanya pengalaman sehari-hari ditulis agar  ingat seperti apa anda di masa lalu sebagai bahan evaluasi diri.

2.    Mengusir rasa malas

Untuk mengusir rasa malas, biasanya  merefresh otak dan hati terlebih dahulu. Bisa dengan melakukan hal yang kita sukai. Atau membaca beberapa buku ringan dan menonton film yang menghibur sehingga otak kembali fresh

3.    Menjaga mood

Agar anda memiliki mood  menulis yang baik itu mudah. Tinggal mengubah mood kita menjadi Happy. Cara paling mudah mengembalikan mood adalah dengan tersenyum. Ambillah sebuah cermin, lalu tersenyumlah. Lihat betapa cantiknya atau gagahnya anda.. Betapa luar biasanya, betapa Tuhan telah menganugerahkan kita akal dan tangan untuk menulis. Jadi, mengapa tidak menulis mulai dari sekarang?

4.    Kumpulkan sesuai tema.

Bisa dalam bentuk folder atau file. Misal buku solo pertama sudah disiapkan folder khusus berjudul "Buku Ditta". Di dalamnya ada subfolder dan subfile berjudul Buku 1 .... Buku 2.  Minimal 50-70 hlm kan sudah bisa cetak ke penerbit indie.

Tapi tips dari saya kalau bisa yang dekat dengan domisili agar lebih mudah dan cepat saat nanti proses pengiriman buku.

5.    Selesaikan sampai tuntas tanpa editing 

    Ingat, usahakan tulis garis besar dari apa yang ingin kita tulis dari awal sampai akhir agar meski tidak selesai, kita bisa menuntaskannya di lain waktu. Tips saat menulis : selesaikan sampai tuntas tanpa editing. Selesaikan saja dulu meski kita merasa ada yang tak cocok dan kurang sreg. Karena proses editing lah yang memakan waktu paling banyak dalam menghasilkan karya. Jika saat menulis namun belum tuntas, lalu kita edit. Wah, bisa bisa tidak selesai selesai karena terus menerus diedit. Jadi, selesaikan, baru edit sehingga bisa lebih enak dibaca.  alternatif lain adalah menuliskan target kita di kertas/karton lalu tempel di dinding. Insya Allah satu persatu impian itu akan terwujud.

Teruslah memberi arti pada setiap orang yang kau temui. Dalam setiap hal yang kau lalui dan untuk setiap waktu yang kau miliki. (Berdasarkan hasil resume kelas menulis Ibu Ditta Widya Utami)

 

Selasa, 12 Januari 2021

Merubah Motivasi Menjadi Aksi Nyata


 

Setiap Orang Istimewa

Setiap orang yang akan memulai sesuatu pekerjaan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya pasti akan mengalami kebingungan, tidak percaya diri dan sederet rasa pesimis lainnya.  Tetapi siapa sangka berangkat dari kebingungan dan rasa tidak percaya diri inilah akhirnya lahir sebuah karya berupa buku berjudul kelas maya dan diterbitkan oleh penerbit mayor yaitu penerbit ANDI. Setelah sebelumnya ibu Eva Hariati Israel berani menerima tantangan dari Prof.Richardus Eko Indrajit untuk menulis dalam waktu seminggu. Setelah bukunya dinyatakan diterima tanpa revisi oleh penerbit mayor( penerbit Andi).

Kunci keberhasilan seorang penulis adalah menciptakan semangat dan konsisten. Apabila semangat sudah tumbuh dan mendarah daging, maka ketika ada kesalahan dalam tulisan, baik itu typo atau EYD minimal semangat itu yang akan terus mendorong untuk terus memperbaiki diri. Berbeda jika dari awal tidak terbangun semangat  dan terikat dengan aturan yang ada dapat dipastikan menulis dipastikan akan berhentu ditengah jalan.

Menulis buku adalah suatu kegiatan yang memerlukan disiplin yang tinggi serta focus. Menulis buku menjadi ketrampilan yang mengasah kerja otak agar terus berpikir dan bekerja dengan ide ide kreatif. Bagi penulis pemula latihan dan terus latihan merupakan salah satu cara jitu menjadi seorang penulis yang produktif. Setiap orang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu tugas kita pribadi adalah menggali keistimewaan tersebut menjadi sesuatu potensi yang bisa diarahkan untuk menghasilkan suatu karya. Dan dukungan terbaik itu harus datang dari diri sendiri, kalau tekat dan niat sudah ada dan bergerak, inilah  energi yang paling menggerakkan diri.

Untuk tahap awal mungkin akan banyak kendala yang dihadapi. Jika ada hambatan atau kendala, jangan dijadikan penghalang untuk mengembangkan diri. Karena setiap diri memiliki keistimewaan dan potensinya sendiri. Jika  anda  terpengaruh dengan penilaian orang lain anda tidak ada berkembang dengan baik. Mengambil yang positif abaikan hal hal yang negatif. kebaikan yang di bagikan melalui tulisan akan tumbuh menjadi kebaikan kebaikan yang lain. Jangan pernah berhenti hanya karna kritikan, kritikan yang datang jadikan refleksi diri untuk perbaikan kearah yang lebih baik.

Bergabung Di Grup Menulis

Pengalaman yang terjadi dalam setiap kehidupan manusia bisa menjadi inspirasi menulis. Dari pengalaman yang pernah dialami akan mudah mendeskripsikan apa yang telah kita lihat, kita rasakan. Untuk tahap awal tidak perlu menulis yang muluk muluk serta rumit. Menulis sesederhana yang kita lihat. Bergabung di grup menulis juga sangat bagus untuk membangun suasana atau mengasah kemampuan menulis. Karena dengan bergabung dalam grup menulis kita akan bertemu walaupun dalam dunia maya dengan orang orang yang memiliki hobi yang sama.

Banyak grup menulis online yang ada sebagai tempat untuk bergabung dan memgasah ketrampilan menulis. Salah satunya adalah grup menulis online yag digagas oleh Om Jay (Wijaya Kusumah, M.Pd.) yang bekerja sama dengan PGRI. Selama proses belajar dalam grup menulis bersama om jay ini , refleksi peristiwa, perasaan dan pembelajaran serta pengembangan diri bisa didapatkan dalam komunitas menulis ini Hal yang menarik lainnya yang didapatkan dari proses menulis ini adalah bertambah wawasan dan keilmuan. Bertambahnya wawasan tentang publikasi dan teknik menentukan tema penulisan yang sesuai tren zaman. Hadirnya narasumber narasumber yang luar biasa yang terus berbagi dan memotivasi. Motivasi  yang membuat  ingin menulis harus selalu dilatih dan dihadirkan sehingga bisa berbagi dan berkarya. Dengan menulis berarti membagikan ilmu yang bermanfaat dan  menghasilkan sebuah karya yang akan tidak akan hilang.

Salah satu hal yang patut kita syukuri saat ini adalah berada dalam komunitas menulis yang memiliki visi misi yang sama, mengembangkan diri untuk bisa menulis lebih baik. Dengan bergabung di pelatihan belajar menulis bisa mengenal nara sumber yang hebat. Narasumber yang hebat dan memiliki banyak karya akan membagikan pengalaman-pengalaman terbaiknya. Ini adalah sesuatu yang bermanfaat bagi penulis pemula. Dengan bergabung dalam suatu komunitas menulis bisa mengggerakkan, memotivasi untuk mencoba menuangkan apa yang ada di benak menjadi sebuah tulisan. Dengan keinginan kuat untuk belajar menulis dan mempunyai mimpi untuk menerbitkan buku akan menjadi sebuah kenyataan.

Fokus dan Percaya Diri

Fokus adalah suatu kemampuan konsentrasi pada tingkat kepekaan suatu objek tanpa menambah hal lainnya yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan kualitas konsentrasi. Pada saat kondisi focus maka kita telah menghilangkan segala pengaruh yang mungkin mengganggu perhatian kita pada suatu subjek tertentu. Sehingga perhatian kita benar benar hanya tertuju pada suatu hal yang sedang kita pikirkan atau kita kerjakan dalam hal ini kegiatan menulis.

Ada beberapa tips agar kita dapat focus terhadap apa yang menjadi tujuan kita (menulis) antara lain:

1.    Tetap Ingat pada Impian Besar Anda

2.    Fokus pada solusi dan jangan terjebak masalah

3.    Pelajari apa yang telah dilakukan oleh orang lain

4.    Pikirkan tahapan yang harus dilalui satu persatu

5.    Fokus pada hal paling mendesak dan penting

6.    Kerjakan

Percaya diri dan yakin pada diri sendiri, lakukan dengan nyaman dan sepenuh hati jangan lupa doa. Percaya diri merupakan suatu keyakinan dalam jiwa manusia bahwa tantangan hidup apapun harus dihadapi dengan berbuat sesuatu. Kepercayaan diri ini lahir dari kesadaan bahwa jika memutuskan untuk melakukan sesuatu, sesuatu itu harus dilakukan. Kita pasti bisa, ketika kita sudah memulai sesuatu yang baik maka kebaikan kebaikan lainnya juga akan mengikut termasuk motivasi dan semangat juga dengan sendirinya hadir. Mungkinkah? Pertanyaan ini juga yang mendominasi hati dan pikiran setiap orang yang baru memulai sesuatu pekerjaan. Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa ketika tekad dan niat sudah bulat, maka motivasi, semangatdan rasa percaya diri itu akan hadir dengan sendirinya. Jangan patah semangat untuk mencoba dan percaya diri menyodorkan tulisan anda ke penerbit mayor.

Menulis Buku dan Menerbitkan di Penerbit Mayor

            Untuk menulis dan menerbitkan buku bagi penulis pemula mungkin terdengar berlebihan. Tetapi faktanya sebanyak 9 orang penulis pemula yang tergabung di grup menulis Om Jay gelombang 7 berhasil melewati tantangan tersebut. Untuk melewati tantangan tersebut pasti terdapat banyak kendala mulai dari tidak memiliki ide ingin menulis apa, waktu untuk menulis disela kesibukan yang ada dan masih banyak kendala lain. Tetapi itu semua bukanlah menjadi hambatan untuk bergerak maju dan menghasilkan karya. Agar buku yang kita tulis bisa melewati proses seleksi dari penerbit mayor, harus memenuhi beberapa criteria yaitu:

1.    Tema buku, jika dicari pada google tren menunjukkan grafik yang bagus

2.    Profil penulis , semakin terkenal dan kredibel akan sangat baik

3.    Target pasar yang menguntungkan

4.    Ragam tulisan kita sesuai dengan visi misi penerbit

Apa keuntungan yang kita dapat ketika kita berhasil menulis dan buku yg kita tulis itu terbit

1.    Kepuasan batin.satu hal yang tidak bisa kita ukur dengan apapun

2.    Integritas ,kredibilitas dan percaya diri semakin baik

3.    Motivasi bertambah

4.   Terbuka peluang peluang baru untuk menjadi narasumber, motifator menulis dan hal hal positif lainnya

5.    Buku terbit tanpa biaya apapun , karena semua ditanggung penerbit dan diedarkan secara nasional dengan ber ISBN

6.    Mendapat Royalty

Rubah motivasi menjadi aksi nyata mulai dari sekarang. Mulailah bergerak, dengan bergerak pasti akan sampai pada tujuan. Lakukan mulai dari sekarang dan dari diri sendiri. Buka simpul ide ide cemerlang yang ada pada diri anda. Jangan patah semangat untuk mencoba dan percaya diri. Yakinkan diri pasti bisa, ketika menekan tombol star dalam pikiran anda, insyaa Allah akan dilancarkan sampai akhir. Inilah pentingnya niat dan usaha untuk selalu berjalan seiring agar menghasilkan karya terbaik anda.

 


Rabu, 06 Januari 2021

Menulis Reportase

 

Menulis berita, peristiwa, laporan pandangan mata dari lapangan atau istilah jurnalistiknya reportase. Secara tertulis atau (kadang) dilengkapi foto dari TKP (istilah kepolisian tempat kejadian perkara) ke kantor redaksi koran/media.  Reportase merupakan keterampilan dasar sekaligus tugas utama seorang wartawan. Reportase merupakan bagian dari pembuatan berita.

Reportase bisa dikatakan merupakan proses terpenting karena dari proses inilah terkumpul bahan atau informasi untuk diberitakan. Reportase merupakan laporan keadaan suatu tempat atau kejadian yang ditulis secara lengkap dan cermat. Reportase biasanya ditulis atau dilaporkan oleh seorang wartawan mengenai peristiwa yang dilihatnya.

Kegiatan ini sangat penting dalam menghasilkan sebuah berita, informasi yang terkandung dalam reportase merupakan fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan narasumber yang kemudian diolah menjadi satu berita yang komplit. Berita yang baik adalah berita yang menyajikan fakta fakta secara jujur, obyektif. Oleh karena itu untuk menulis sebuah reportase haruslah mempunyai sifat jujur, obyektif dan tidak memihak.

Unsur unsur berita

Untuk menulis sebuah berita yang baik harus memenuhi unsure 5W + 1H sehingga menghasilkan berita yang lengkap. Unsur berita tersebut meliputi:

1.    What (apa) yaitu peristiwa apa yang akan ditulis atau diberitakan

2.    Who (siapa) yaitu siapa saja tokoh yang terlibat dalam peristiwa tersebut

3.    Where (dimana) yaitu dimana terjadinya peristiwa yang ingin ditulis atau diberitakan

4.    When (kapan) yaitu kapan waktu kejadian atau peristiwa itu terjadi

5.    Why (mengapa) yaitu mengapa peristiwa itu terjadi atau alasan serta penyebab yang menjadi latar belakang terjadinya peristiwa

6.    How (bagaimana) yaitu bagaimana kejadian itu terjadi atau proses kejadian atau peristiwa yang ingin ditulis /diberitakan.

Jika semua unsur di atas telah terpenuhi maka suatu berita atau reportase bisa dikatakan lengkap.

Untuk menulis reportase yang baik ada tekniknya:yaitu:

1.    Observasi

Yaitu wartawan langsung datang ke lokasi kejadian mengamati dan mengumpulkan data data atau fakta terkait 5W1H. Dengan menggunakan semua indera saat melakukan pengamatan. Dengan terjun langsung ke lapangan reportase akan merasakan langsung peristiwa yang terjadi di lapangan sehingga ia bisa menyampaiakan informasi yang valid kepada pembaca

2.    Wawancara

Wawancara adalah proses reportase dengan cara bertanya kepada narasumber untuk menggali informasi atau keterangan.Wawancara merupakan bentuk reportase dengan cara mengumpulkan data berupa pendapat opini dan pengamatan seseorang tentang suatu peristiwa yang terjadi

3.    Riset data

Yang disebut juga studi literature dan riset dokumentasi yaitu wartawan membuka arsip, buku atau referensi terkait dengan berita yang akan ditulis.

 

Reportase merupakan laporan keadaan suatu tempat yang ditulis secara lengkap. Nah, ada perbedaan pola penulisan berita di koran/media dengan menulis bebas untuk artikel di media. Tentu berbeda lagi jika menulis untuk karangan ilmiah, skripsi, makalah, tesis atau disertasi. Di media, ada format atau standar baku, yakni berita tidak boleh (dilarang) memasukkan opini penulisnya atau wartawannya. Tapi si wartawan ingin menyampaikan pendapat, gagasan, pemikiran, boleh saja. Ada tempat khusus yakni opini, artikel, yang by name.

Untuk rubrik artikel di media, sudah disiapkan, baik koran, majalah, tabloid, dan lain lain. Selain wartawan sebagai  tugas utamanya, rubrik opini ini bisa diisi oleh orang luar. Maksudnya pembaca, sesuai keahlian dan bidang yang dikuasainya. Untuk tulisan ini, ada kompensasi dari redaksi media tersebut, berupa honorarium yg besarnya tergantung kemampuan media yang bersangkutan Mereka yang ahli/pakar satu bidang ilmu, bahkan menjadi penulis tetap, yang tentu honornya juga lumayan. Saat ini media besar seperti Kompas, Majalah Tempo, Republika, Media Indonesia dan beberapa majalah menerapkan standar honor.

Sayangnya dengan datangnya era digital ini, media cetak dan sebangsanya, banyak yang tiarap lalu tidur untuk selamanya. Kini era berganti dengan online Satu sisi mengurangi pasar media cetak, sisi lain membuka peluang baru sebagai netizen, atau citizen jurnalis. Media Informasi pun semakin memiliki banyak pilihan. Dulu harus ke lapak kaki lima, lampu merah, pengecer, agen untuk dapat membeli koran/majalah, sekarang cukup dengan gadget atau hp, dunia sudah terbentang luas.

Jadi benar kata orang, untuk mahir menulis harus banyak membaca. Ya minimal membaca ulang tulisan sendiri dimana kekurangannya, ejaannya dan lain lain.  Untuk mahir menulis, harus banyak membaca.  dengan banyak membaca akan memperkaya perbendaharaan kata (diksi), belajar EYD atau istilah sekarang adalah PUEBI serta menambah wawasan, terutama bagaimana format menulis yang baik, belajar menyusun paragraf, huruf sambung, istilah istilah baru dan lain lain.

Yang lebih terasa lagi, dengan banyak membaca tulisan orang lain, kita belajar style (gaya) penulisan orang. Kita bisa meniru untuk kemudian akan muncul gaya khas kita sendiri. Menulis dengan kunci 3D. Tulislah yang D-ialami sendiri, yg D-isukai, yg D-ikuasai.  Rajin membaca, nonton TV/film, dengar radio untuk memperkaya wawasan sebagai tabungan ide kalau mau menulis, terutama genre fiksi.  

Tips menulis yang bisa dilakukan juga menurut bapak Nur Aliem Halvaima, SH, MH adalah,

1.    PDLS = Peka Dengan Lingkungan Sekitar (KEPO),

2.    TBTO = Terus Belajar atau Baca (dari) Tulisan Orang

3.    TLMM = Terus Latihan Menulis di Media (Medsos)

4.    TILM = Terus Ikut Lomba Menulis, sebagai uji coba sejauh mana kualitas tulisan kita

Percaya diri terhadap tulisan anda dan berani mengirim tulisan ke media untuk ikut lomba atau diterbitkan akan menjadi langkah awal untuk tetap semangat menulis dan menghasilkan karya selanjutnya, sehingga karya atau tulisan anda bisa dikenal oleh orang lain. Ketika tulisan anda dimuat atau diterbitkan menjadi sebuah buku akan menambah semangat untuk menulis yang lebih baik lagi dan memiliki kebahagian serta kebanggaan tersendiri karena dapat menghasilkan sebuah karya yang bisa dikenang oleh anak cucu kita kelak.

Sabtu, 02 Januari 2021

Mengubah Ekspektasi Menjadi Prestasi

 


Salah satu bentuk pengembangan diri dalam mengeksplore kompetensi  dalam menulis adalah dengan cara bergabung dalam satu komunitas positif seperti WA Grup Belajar Menulis. Bukan tanpa alasan, tentunya setiap orang yang bergabung punya harapan yang ingin dicapai. Terkait dengan hal tersebut  Kata “ekspektasi” tentunya sudah sangat familiar di telinga. Setiap orang, setiap saat pasti memiliki ekspektasi terhadap berbagai hal yang di inginkan dalam hidup. Sebagai contoh, ekspektasi  ketika bergabung dalam grup menulis ini adalah ingin menghasilkan sebuah karya berupa jejak literasi yang dapat dikenal dan dikenang meskipun  sudah berkalang tanah. Sayangnya, ekspektasi kita tidak selalu sama dengan realita. Ekspektasi tak seindah kenyataan. Hal inilah yang kemudian menjadi inspirasi dalam tulisan buku ke-2 Ibu Jamila K.Baderan yang diterbitkan pada tahun 2019.

Dalam hal menulis, harapan terbesar kita adalah mampu merangkai kata-kata menjadi sebuah paragraf menarik yang terus berangkai menjadi bab demi bab hingga akhirnya menjadi sebuah buku. Sekilas, menulis adalah hal yang sangat mudah. Bukankah kita sudah sering menulis sejak kecil? Tetapi, ketika kemampuan menulis tersebut disandingkan dengan ekspektasi sebuah karya yang bernilai bagi orang lain muncullah masalah besar. diantaranya ,

1.    Bagaimana memulai sebuah tulisan?

2.    Apa ide/topik yang harus kita tulis?

3.    Apakah tulisan saya menarik?

Mewujudkan ekspektasi memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi bagi para penulis pemula. Dalam prosesnya kita harus berjuang melawan semua hambatan yang datang baik dari diri sendiri mapun dari lingkungan sekitar.Sebenarnya, tantangan menulis terbesar itu ada pada diri kita sendiri. Yaitu mood dan kemauan alias niat. Oleh karena itu untuk mengubah ekspektasi menjadi prestasi kita harus berubah. Ada 2 hal penting yang harus kita ubah, yaitu mindset dan passion. Mindset adalah cara pikir tentang sesuatu yang dapat mempengaruhi sikap dan tindakan kita. Sementara passion adalah sesuatu yang membuat kita tidak pernah merasa bosan.Kedua hal ini di bahas secara detail dalam buku saya yang ketiga hasil kolaborasi bersama Prof. Eko Indrajit yang Alhamdulillah di terima dan diterbitkan oleh Penerbit Andi.

Pengalaman saya dalam mewujudkan ekspektasi dalam menulis adalah berjuang membangun tekad  dan keyakinan yang kuat untuk mencapai realitas. Terkadang saya juga harus nekat mengambil keputusan yang jika dipikir dengan akal sehat pencapaiannya sangat mustahil. Untuk itulah saya selalu berusaha konsisten terhadap ekspektasi yang susah payah saya bangun. Pantang mundur jika kaki sudah melangkah.

Saat menerima tantangan Prof. Eko untuk menulis buku dalam seminggu, ada sejuta keraguan yang menyelimuti hati dan pikiran saya. Berbagai pemikiran negatif menghantui, namun berkat kenekatan, dibarengi niat, tekad, serta konsistensi yang kuat akhirnya ekspektasi saya berubah menjadi sebuah prestasi. Saat Pak Joko mengumumkan bahwa tulisan saya lolos tanpa revisi, saya seolah tak percaya. Tidak pernah menyangka bahwa tulisan yang menurut penilaian pribadi hanyalah tulisan biasa saja ternyata memiliki takdir luar biasa.

Dari pengalaman ini saya belajar beberapa hal dalam menulis:

1.              Tulislah apa yang ingin kita tulis.

Biasanya, kendala di awal kita menulis adalah bingung mencari ide. Tidak tahu apa yang akan kita tulis. Untuk mengatasinya, marilah kita mulai menuliskan hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Mis: tentang hobi memasak, kegiatan sehari-hari, atau tingkah lucu anak-anak kita.

2.               Menulislah apa adanya, tanpa beban, dan tekanan.

Tuliskan apa saja yang terlintas dalam pikiran. tidak perlu kita memikirkan tata bahasa, ejaan dls. Setiap kalimat yang terlintas segera di tulis. saya biasanya menulis di HP. kadang saat tidak pegang HP, saya akan menuliskan di benda apa saja yang saya temui. Pernah saya nulisnya di telapak tangan, pernah juga di paham  Hal yang paling sulit untuk memenuhi ekspektasi menulis adalah ketika kita tidak punya hobi menulis. Kata orang hanya "Iseng-iseng" atau ikut-ikutan. Tidak masalah, jika kita tidak memiliki hobi, bukankah rasa iseng jika terus dilatih bisa menjadi suatu ketrampilan?

3.              Jadikan menulis sebagai suatu kebutuhan

Saya termasuk orang yang menulis tergantung mood. Ini sangat berat saya rasakan ketika menerima tantangan Prof. Eko.  Rasanya bulan dan matahari berpindah tempat. Disaat seperti inilah saya menguatkan tekad dan niat saya untuk mencapai realitas. Jadi, menulis itu adalah sebuah perjuangan untuk melawan semua tantangan yang menggoyahkan niat.

4.              Menulislah hingga tuntas, jangan memikirkan editing.

Hal yang menjadi fokus saya dalam menulis adalah kata TUNTAS. Jadi, menulislah hingga tuntas. Jangan sering menengok halaman yang sudah kita tulis, karena itu merupakan salah satu godaan yang membuat kita berpikir 1.000 kali tentang apa yang sudah kita tulis. kita akan berpikir untuk edit dan edit lagi. akhirnya tulisan kita tidak tuntas.

5.               Menulis jangan terlalu lama.

terkait dengan tantangan menulis terbesar itu ada pada diri kita sendiri yaitu mood dan niat, namun yg sy rasakan yg paling besar adalah kemampuan saya, Ini yg sering menghabiskan waktu lama ketika menulis Perlu waktu lama bagi saya untuk mengasah kemampuan itu.

6.              Jangan memikirkan baik buruknya tulisan kita, karna yang akan menilai adalah pembaca

Saya sering terjebak kebuntuan bila menulis kemudian menilai ada gak manfaatnya bagi orang lain,layak ngga ditulis., Karena untuk sekarang sy baru bisa menulis what to write dan blm what is it for. Jd rasanya masih jauh panggang dr api ttg ekspektasi itu.

tips yang saya gunakan dalam merangkai kata cukup sederhana. Saya menggunakan kata apa saja yang terlintas dalam pikiran saya. Kata-kata yang digunakan tidak harus kata-kata rumit. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami oleh orang lain. Memang kendala terbesar dari diri kita sendiri bisa bermacam-macam. Masalah yang dihadapi terkait dengan kemampuan itu disebabkan karena sering  menulis dengan beban. Beban tentang baik buruknya tulisan kita. Cobalah menulis seperti yang sudah saya paparkan tadi. Menulis secara lepas dan bebas. Lepas dari beban terkait penilaian orang terhadap tulisan kita, sehingga kita bisa bebas mengekspresikan diri kita dalam tulisan.

Proses kreatif yang harus dilakukan dalam menghasilkan buku tidak terlepas dari kegiatan membaca. Jadi, menulis dan membaca ibarat dua sisi mata uang yang harus dimiliki oleh seorang penulis. Menulis tanpa pernah membaca akan pincang. Artinya tulisan kita kurang menarik. Menghasilkan buku dalam seminggu terdengar mustahil. Prosesnya jungkir balik, hingga siang dan malampun ikut terbalik. Hal pertama yang  lakukan di awal adalah mencari menentukan judul dan kerangka tulisan. lalu berburu referensi sambil menyusun paragraf demi paragraf. Ya itu tadi, pokoknya tuntas dulu semua bab, terakhir sesi editing.

Jika muncul peranyaan dibenak anda bagaimana mempublikasikan hasil tulisan anda?. Di Jaman sekarang, publikasi sangat dipermudah karena ada begitu banyak jejaring sosial yang bisa kita manfaatkan. Disamping menawarkan door to  door, kita bisa posting melalui WA, Instag, FB, Youtube, dll. jangan lupa buat flyer dan kata-kata menarik dan foto ekslusif, seperti orang jualan gitu. Namanya juga menawarkan. Yang penting harus jujur dan tidak ada kebohongan publik dalam iklan buku kita.

Selanjutnya bagaimana cara merangsang potensi diri kita, sehingga potensi itu bisa merangsang pikiran . Berbicara tentang potensi diri. Kembali lagi ke 2 hal yang harus kita ubah dalam hidup kita yang sudah dijelaskan di awal. yaitu mindset dan passion. saat keduanya seiring sejalan, dengan sendirinya kita akan happy enjoy dalam menulis. Mulailah dengan melihat apa saja yang ada di depan kita, lalu cobalah untuk mendeskripsikannya. Saat jemari kita mulai menulis, maka ide lain akan datang dengan sendirinya. Kuncinya adalah percaya diri. Setiap kita memiliki potensi, dan potensi kita perlu di asah agar menjadi kompetensi. 

Hal yang sering mengganggu bahkan bisa sebagai pemupus harapan dalam menulis. Jadikan menulis sebagai suatu kebutuhan.Jangan memikirkan baik buruknya tulisan kita, karena yang akan menilai adalah pembaca. Perasaan ini sering mengganjal diri seseorang, sehingga sering selesai menulis menjadi mentok akibat menanggung rasa malu akan hasil karya kita.

Pertanyaan besar yang perlu kita renungkan bersama adalah bagaimana menulis dan menerbitkan buku di tengah minat baca yang semakin menurun. Secara nasional, memang minat dan budaya baca kita masih rendah. Disinilah peran kita sebagai guru, orang tua,  dan orang yang peduli dengan kependidikan untuk kembali membangun budaya membaca generasi kita yang selalu pasang surut. Membaca dan menulis adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. semakin suka membaca, maka semakin mudah menulis. Menjadikan menulis sebagai kebutuhan, artinya kita menjadikan membaca sebagai makanan kita.

Agar kita bisa keluar dari zona tidak nyaman, menulislah seperti air mengalir. Maksudnya tulislah apa yang ingin kita tulis. Abaikan penilaian orang tentang tulisan kita. Biarkan tulisan tersebut selesai kita tulis secara tuntas, lalu biarkan orang lain menilai. Karena penilaian orang lain biasanya lebih baik dari kita. Percaya dirilah dengan tulisan anda. Terkadang  sudah memiliki ide/tema menulis tapi saya suka bingung mau menulis dari mana dan pengetahuan akan tema tersebut masih minim padahal anda sangat tertarik untuk menulis hal tersebut. Bagaimana solusinya? Punya ide, tapi bingung mau mulai menulis dari mana. Jangan bingung, mulai saja menulis dengan kata yang terlintas dalam pikiran. jangan memikirkan tulisan ini cocoknya di pendahuluan, atau di bab 1, dst. Tulis dan tulis saja setiap kita punya ide. saat kita benar-benar bingung dalam menulis, maka berhentilah menulis dan membacalah. Saat kita membaca, kita akan menemukan kembali ide yang terbang entah kemana. Saat ide itu muncul, jangan di tunda segeralah di tulis.

            Membuat judul tulisan yang baik, sebenarnya sangat bergantung dari minat. Kita cenderung sukanya menulis di bidang apa. Kita suka menulis fiksi atau non fiksi. Untuk memilih judul tentunya kita perlu referensi terkait konten yang akan kita tulis. Kita bisa browsing di internet sambil melakukan inovasi untuk judul yang kita buat. semakin banyak referensi judul yang kita lihat maka akan semakin baik judul yang kita tulis. untuk referensi tipe-tipe judul, silahkan intip di si https://marketingcraft.getcraft.com/id-articles/7-tipe-judul-artikel-untuk-meningkatkan-traffic-blog-anda

Ide menulis bisa datang dari mana saja. Kebanyakan dari lingkungan sekitar. agar karya kita menarik sebelum menulis buku kita harus cari tahu hal/isu yang menjadi trending topik dan tidak akan ketinggalan jaman. Dalam hal ekspektasi menerbitkan buku tentu saja pernah merasakan yang tidak sesuai harapan. cara mengatasinya kembali kepada : bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, kesempurnaan hanyalah milik Dia. cara kita menularkan hobi menulis  yang paling efektif adalah dengan bukti. Tunjukkan bahwa kita bisa berkarya, dan merekapun bisa seperti kita. tidak ada hal yang tidak bisa, dan tidak ada hal yang tidak mungkin.

Menulis merupakan suatu tantangan antara harapan dan kenyataan. Ekspektasi dalam menulis harus terus kita perjuangkan dengan niat, tekad, nekad dan konsisten. Realitas berupa prestasi adalah buah dari perjuangan. Maka berjuanglah menuntaskan karyamu, agar jejak yang ditinggal bermanfaat bagi generasi setelah kita.

 

(Resume Ibu Jamila K.Baderan Beliau adalah salah satu guru di SDN No.30 Kota Gorantalo, Provinsi Gorontalo)

 

 

 

 

 

Jumat, 01 Januari 2021

Strategi Pemasaran Buku Saat Pendemi

 

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini.  Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya khususnya barang konsumsi. Saat ini terdapat 1 328 penerbit yang terdaftar sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan jumlah penerbit aktif sebanyak 711 penerbit, dan sisanya sudah tidak aktif lagi. Tak terduga awal bulan Maret tahun 2019 ini telah datang wabah Virus Corona 2019 / Covid 19 yang menyebabkan makin terasa berat dalam perekonomian dalam negeri, terutama dari sisi konsumsi, korporasi, sektor keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dampak dari mewabahnya Covid 19 ini dirasakan betul oleh berbagai macam sektor, tidak terkecuali sektor usaha yang terkena dampak langsung akibat dari mewabahanya Covid 19. Adapun imbas yang dirasakan oleh pelaku usaha penerbitan buku seperti menurunnya pendapatan dan terganggunya kegiatan usaha dari pelaku usaha penerbitan buku tersebut.

Dampak penjualan  buku selama COVID 19 sangat dirasakan betul oleh pelaku usaha bidang penerbitan buku. Contoh: toko buku tanpa ada pengunjung selama covid 19 di bulan maret - mei 20. Grafik Penurunan Penjualan Buku di Gramedia selama pendemi Covid 19 menurun drastic. Maka dari itu dalam rangka untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku , selama pandemic Covid 19 ini supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka kita perlu  strategi pemasaran. Srategi Pemasaran biasanya hampir dipakai oleh semua wirausaha, intreprenur yang menjalankan bisnis. Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku bisnis, buku pertanian, buku fiksi - novel, buku pengembangan diri, buku teks , dll  Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1.    Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2.    Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik- hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini penerbit ANDI dalam menjalankan bisnis penerbitan buku yang sedang terus dijalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu faktor mikro dan makro. Hal ini dikarenakan penerbit ANDI offset sudah termasuk Industri penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 15.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori (dapat di kunjungi ke website kami : www.andipublisher.com ).

A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara. (Online )

1. Pentingnya Transformasi Digital

Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era low touch economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sektor-sektor industri., terutama sektor industri perbukuan. Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal, mulai dari tempat bekerja, cara belajar – mengajar ,  kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial. Strateginya yang utama yang dipakai oleh penerbit ANDI adalah digital marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku . Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :

1.  Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial.

2.  Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.

3.  Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu

4.  Menaikkan penjualan dan profit.

5.  Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing

6.  Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan

7.  Mengubah tingkah laku ( yang kurang minat beli , menjadikan tertarik beli ) , persepsi dan pendapat konsumen.

Media Online yang dapat dilakukan untuk promosi dan penjualan buku yaitu sudah tidak asing lagi dibenak anda sekalian yaitu lewat telepon, w.a, sms, email, telegram, FB, Instragram, youtube , dll. Team pemasaran On line penerbit ANDI Offset mempunyai 20 staf tenaga pemasaran khusus menjangkau lewat dunia maya / on line. Penerbit ANDI juga memasarkan buku lewat marketplace yang telah di tunjuk oleh Kemendikbut R.I melalui blanja.com, blibli.com dengan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) guna mendukung pengadaan barang dan jasa (PBJ) di sekolah melalui penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. "Inovasi dan elektronifikasi sektor PBJ merupakan suatu keniscayaan. Hal ini juga sesuai dengan amanat dan kebijakan pemerintah untuk penguatan tata kelola keuangan pendidikan melalui Perpres PBJ Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018".

2.    Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Anda tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas anda untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas anda untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktif komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita. Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemarasan lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link  Zoom , Live Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik.

B. Strategi pemasaran buku serangan Darat (offline)

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 42 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :

1.  Toko Buku

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu toko buku modern, toko buku semi modern, dan toko uku Tradisional.

Kenapa kita perlu petakan jenis toko buku tersebut hal ini dikarenakan tiap jenis toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda. Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.

Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko . Sedangkan toko buku tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual. Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.

Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain sebagai berikut:

1.  Memberikan discount

Contoh Promo tematik khusus buku pertamanan dengan memberikan discount 20% ke konsumen

2. Directselling / kunjungan langsung

Pemasaran buku melalui directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat drectselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

1.    Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

2.    Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah

3.    Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

3.  Melakukan Event – Event

Aktif dalam melakukan event – event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.

Demikian strategi pemasaran buku secara singkat , dan masih banyak lagi strategi pemasaran buku yang terus berkembang. Semoga akan banyak hadir penulis buku yang menerbitkan buku sehingga bisa menyebarluaskan karya-karya tulisan yang sangat berdampak sekali  dalam  mencerdaskan kehidupan bangsa.

Penulis dengan penerbit memiliki kedudukan setara; secara umum Penulis memandang penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat, sedangkan penerbit memandang penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung. Silahkan dibaca informasi penting ini buat anda yang ingin menerbitkan bukunya di https://literasikangagus.blogspot.com/2020/05/prosedur-penulisan-buku.html.