Semua mungkin sepakat bahwa
menulis tak bisa lepas dari keseharian kita. Setiap hari, mungkin kita terbiasa
menulis balasan chat di media sosial. Menulis jurnal harian mengajar. Menulis
feedback untuk tugas siswa. Dan sebgainya. Tapi, ketika harus menulis buku anda
mungkin akan berpikir. Menulis di blog saja rasanya seperti berlari sprint yang
tiba-tiba menghantam tembok. Atau bertinju yang tiba-tiba KO. Atau bermain
catur yang langsung skakmat.Entah apa yang terjadi, seolah semua ide lenyap
begitu saja. Tangan tiba-tiba tak bisa menulis. Bahkan lidah pun terasa
kelu.Lalu, bagiamana cara mengatasi hal tersebut?
Ada beberapa tips yang perlu dilakukan dan
mungkin bisa diterapkan pula pada anda, yaitu :
1.
Bergabung di kelas menulis
Banyak
hal yang bisa kita dapatkan dari kelas menulis. Contohnya kelas menulis bersama
Omjay ini. Selain mendapat ilmu, motivasi, tips dan trik menulis, terkadang
kita pun mendapat kejutan tak terduga. ikut komunitas menulis juga dirasa
perlu. Karena dalam komunitas itulah kita bisa berbagi tulisan dan membaca
tulisan orang lain sehingga kemampuan menulis kita pun akan semakin
terasah.Saat ini sudah banyak sekali komunitas menulis yang bisa diikuti.
Terlepas apakah komunitas tersebut dibuat khusus untuk guru ataupun umum.
2.
Mengikuti lomba.
Ini
cocok bagi siapa pun yang menyukai tantangan. Dengan mengikuti lomba, kita bisa
belajar membuat tulisan dengan berbagai tema dalam waktu yang tentunya sudah
terjadwal. Saya juga pernah sekali dua kali mencoba, alhamdulillah belum
menjadi juara. Hehe, tapi justru dari situ kita akan sadar dimana letak
kekurangan kita. Sehingga dikemudian hari, kita bisa belajar untuk menjadi
lebih baik.
3.
Tulislah apa yang ada disekitar kita
ika
masih merasa sulit menulis adalah tulis saja apa yang ada di sekitar kita atau
yang kita alami hari ini.Dulu saat menjadi binaan Omjay di Kelas Menulis
Gelombang 7, Omjay rutin mengirim foto setiap hari untuk diubah menjadi
tulisan.Ada foto ketoprak, gorengan, kucing, rempeyek, wah macem-macem!
Pokoknya dari foto itu harus jadi tulisan minimal 3 paragraf. Seru dan
sekaligus membuktikan bahwa memang benar apa saja yang ada di sekitar kita bisa
kita ubah menjadi tulisan. Jika belum mempan, mari buat tulisan tentang
keseharian kita. Seperti diari. Itu pun tak apa. Yang penting menulis agar
kemampuan kita semakin terasah Misalnya menulis kisah mencari tanaman keladi putih di hutan
demi gratisan atau untuk istri tercinta atau saat hiking dan lain lain
4.
Tulislah apa yang kita suka.
Karena
jika sudah suka biasanya bakal awet Bagi anda yang senang berkebun (lagi
booming lagi nih ya menanam bunga), silakan tulis tentang berkebun. anda senang
memasak? Silakan berbagi dengan jenis teks prosedural resep memasak. .Pokoknya
tulislah apa yang kita sukai dan kita kuasai.
5.
Harus menulis dimana?
Ketika
ingin menulis, tentu kita butuh medianya. Bagi saya, menulis itu bisa kita
lakukan di :Blog, buku harian, HP/Laptop atau platform menulis online seperti
wattpad dan storial. Bahkan media sosialpun bisa kita buat sebagai sarana untuk
menulis. Menulis dimana saja yang penting rutinkan atau buat target berapa
tulisan yang harus dibuat dalam sehari, seminggu, sebulan, dan seterusnya
6.
Menulis buku solo atau kolaborasi/antalogi
Nah kalau menulisnya
sudah dilakukan dan dirutinkan, tinggal naik tahap deh. Yuk terbitkan bukunya .
Kumpulan tulisan kita di blog, jurnal harian, serta draft-draft yang ada di
laptop atau hp bisa kita bukukan. Banyak alumni menulis bersama Omjay yang
sudah membuktikan. Senang sekali rasanya melihat satu per satu semakin banyak
yang membuahkan karya tulis dalam bentuk buku. Tapi, mending menulis buku solo
atau kolaborasi ya? Ada beberapa hal yang membedakan saat kita menulis buku
solo dan kolaborasi tentunya. Misal dari tema dan waktu untuk buku solo tentu
kita bebas menentukan apa temanya dan kapan mau beresnya. Apakah seminggu,
sebulan, setahun? Sedangkan jika menulis
bersama, tentu tulisan yang kita buat harus sesuai tema sesuai ketentuan dan
waktunya pun sesuai yang dijadwalkan.
Untuk konsisten produktif menulis biasanya
perlu menerapkan 5 hal yaitu:
1.
Cari apa saja yang bisa ditulis.
Walau
hanya satu paragraf. Di tulisnya bisa di berbagai media yang telah saya
sebutkan. Bahkan di status WA sekalipun. Namun niatkan, agar tulisan kita
bermanfaat bagi orang lain. Kecuali seperti diary, biasanya pengalaman sehari-hari
ditulis agar ingat seperti apa anda di
masa lalu sebagai bahan evaluasi diri.
2.
Mengusir rasa malas
Untuk
mengusir rasa malas, biasanya merefresh
otak dan hati terlebih dahulu. Bisa dengan melakukan hal yang kita sukai. Atau
membaca beberapa buku ringan dan menonton film yang menghibur sehingga otak
kembali fresh
3.
Menjaga mood
Agar
anda memiliki mood menulis yang baik itu
mudah. Tinggal mengubah mood kita menjadi Happy. Cara paling mudah mengembalikan
mood adalah dengan tersenyum. Ambillah sebuah cermin, lalu tersenyumlah. Lihat
betapa cantiknya atau gagahnya anda.. Betapa luar biasanya, betapa Tuhan telah
menganugerahkan kita akal dan tangan untuk menulis. Jadi, mengapa tidak menulis
mulai dari sekarang?
4.
Kumpulkan sesuai tema.
Bisa
dalam bentuk folder atau file. Misal buku solo pertama sudah disiapkan folder
khusus berjudul "Buku Ditta". Di dalamnya ada subfolder dan subfile
berjudul Buku 1 .... Buku 2. Minimal
50-70 hlm kan sudah bisa cetak ke penerbit indie.
Tapi
tips dari saya kalau bisa yang dekat dengan domisili agar lebih mudah dan cepat
saat nanti proses pengiriman buku.
5. Selesaikan sampai tuntas tanpa editing
Ingat, usahakan tulis garis besar dari apa yang ingin kita tulis dari awal sampai akhir agar meski tidak selesai, kita bisa menuntaskannya di lain waktu. Tips saat menulis : selesaikan sampai tuntas tanpa editing. Selesaikan saja dulu meski kita merasa ada yang tak cocok dan kurang sreg. Karena proses editing lah yang memakan waktu paling banyak dalam menghasilkan karya. Jika saat menulis namun belum tuntas, lalu kita edit. Wah, bisa bisa tidak selesai selesai karena terus menerus diedit. Jadi, selesaikan, baru edit sehingga bisa lebih enak dibaca. alternatif lain adalah menuliskan target kita di kertas/karton lalu tempel di dinding. Insya Allah satu persatu impian itu akan terwujud.
Teruslah memberi arti pada setiap orang yang
kau temui. Dalam setiap hal yang kau lalui dan untuk setiap waktu yang kau
miliki. (Berdasarkan hasil resume kelas menulis Ibu Ditta Widya Utami)