Pelangi Aksara

Rabu, 13 Januari 2021

Memulai Menulis

Semua mungkin sepakat bahwa menulis tak bisa lepas dari keseharian kita. Setiap hari, mungkin kita terbiasa menulis balasan chat di media sosial. Menulis jurnal harian mengajar. Menulis feedback untuk tugas siswa. Dan sebgainya. Tapi, ketika harus menulis buku anda mungkin akan berpikir. Menulis di blog saja rasanya seperti berlari sprint yang tiba-tiba menghantam tembok. Atau bertinju yang tiba-tiba KO. Atau bermain catur yang langsung skakmat.Entah apa yang terjadi, seolah semua ide lenyap begitu saja. Tangan tiba-tiba tak bisa menulis. Bahkan lidah pun terasa kelu.Lalu, bagiamana cara mengatasi hal tersebut?

Ada beberapa tips yang perlu dilakukan dan mungkin bisa diterapkan pula pada anda, yaitu :

1.    Bergabung di kelas menulis

Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari kelas menulis. Contohnya kelas menulis bersama Omjay ini. Selain mendapat ilmu, motivasi, tips dan trik menulis, terkadang kita pun mendapat kejutan tak terduga. ikut komunitas menulis juga dirasa perlu. Karena dalam komunitas itulah kita bisa berbagi tulisan dan membaca tulisan orang lain sehingga kemampuan menulis kita pun akan semakin terasah.Saat ini sudah banyak sekali komunitas menulis yang bisa diikuti. Terlepas apakah komunitas tersebut dibuat khusus untuk guru ataupun umum.

2.    Mengikuti  lomba.

Ini cocok bagi siapa pun yang menyukai tantangan. Dengan mengikuti lomba, kita bisa belajar membuat tulisan dengan berbagai tema dalam waktu yang tentunya sudah terjadwal. Saya juga pernah sekali dua kali mencoba, alhamdulillah belum menjadi juara. Hehe, tapi justru dari situ kita akan sadar dimana letak kekurangan kita. Sehingga dikemudian hari, kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik.

3.     Tulislah apa yang ada disekitar kita

ika masih merasa sulit menulis adalah tulis saja apa yang ada di sekitar kita atau yang kita alami hari ini.Dulu saat menjadi binaan Omjay di Kelas Menulis Gelombang 7, Omjay rutin mengirim foto setiap hari untuk diubah menjadi tulisan.Ada foto ketoprak, gorengan, kucing, rempeyek, wah macem-macem! Pokoknya dari foto itu harus jadi tulisan minimal 3 paragraf. Seru dan sekaligus membuktikan bahwa memang benar apa saja yang ada di sekitar kita bisa kita ubah menjadi tulisan. Jika belum mempan, mari buat tulisan tentang keseharian kita. Seperti diari. Itu pun tak apa. Yang penting menulis agar kemampuan kita semakin terasah Misalnya menulis  kisah mencari tanaman keladi putih di hutan demi gratisan atau untuk istri tercinta atau saat hiking dan lain lain

4.    Tulislah apa yang kita suka.

Karena jika sudah suka biasanya bakal awet Bagi anda yang senang berkebun (lagi booming lagi nih ya menanam bunga), silakan tulis tentang berkebun. anda senang memasak? Silakan berbagi dengan jenis teks prosedural resep memasak. .Pokoknya tulislah apa yang kita sukai dan kita kuasai.

5.    Harus menulis dimana?

Ketika ingin menulis, tentu kita butuh medianya. Bagi saya, menulis itu bisa kita lakukan di :Blog, buku harian, HP/Laptop atau platform menulis online seperti wattpad dan storial. Bahkan media sosialpun bisa kita buat sebagai sarana untuk menulis. Menulis dimana saja yang penting rutinkan atau buat target berapa tulisan yang harus dibuat dalam sehari, seminggu, sebulan, dan seterusnya

6.    Menulis buku solo atau kolaborasi/antalogi

Nah kalau menulisnya sudah dilakukan dan dirutinkan, tinggal naik tahap deh. Yuk terbitkan bukunya . Kumpulan tulisan kita di blog, jurnal harian, serta draft-draft yang ada di laptop atau hp bisa kita bukukan. Banyak alumni menulis bersama Omjay yang sudah membuktikan. Senang sekali rasanya melihat satu per satu semakin banyak yang membuahkan karya tulis dalam bentuk buku. Tapi, mending menulis buku solo atau kolaborasi ya? Ada beberapa hal yang membedakan saat kita menulis buku solo dan kolaborasi tentunya. Misal dari tema dan waktu untuk buku solo tentu kita bebas menentukan apa temanya dan kapan mau beresnya. Apakah seminggu, sebulan, setahun?  Sedangkan jika menulis bersama, tentu tulisan yang kita buat harus sesuai tema sesuai ketentuan dan waktunya pun sesuai yang dijadwalkan.

Untuk konsisten produktif menulis biasanya perlu menerapkan 5 hal yaitu:

1.    Cari apa saja yang bisa ditulis.

Walau hanya satu paragraf. Di tulisnya bisa di berbagai media yang telah saya sebutkan. Bahkan di status WA sekalipun. Namun niatkan, agar tulisan kita bermanfaat bagi orang lain. Kecuali seperti diary, biasanya pengalaman sehari-hari ditulis agar  ingat seperti apa anda di masa lalu sebagai bahan evaluasi diri.

2.    Mengusir rasa malas

Untuk mengusir rasa malas, biasanya  merefresh otak dan hati terlebih dahulu. Bisa dengan melakukan hal yang kita sukai. Atau membaca beberapa buku ringan dan menonton film yang menghibur sehingga otak kembali fresh

3.    Menjaga mood

Agar anda memiliki mood  menulis yang baik itu mudah. Tinggal mengubah mood kita menjadi Happy. Cara paling mudah mengembalikan mood adalah dengan tersenyum. Ambillah sebuah cermin, lalu tersenyumlah. Lihat betapa cantiknya atau gagahnya anda.. Betapa luar biasanya, betapa Tuhan telah menganugerahkan kita akal dan tangan untuk menulis. Jadi, mengapa tidak menulis mulai dari sekarang?

4.    Kumpulkan sesuai tema.

Bisa dalam bentuk folder atau file. Misal buku solo pertama sudah disiapkan folder khusus berjudul "Buku Ditta". Di dalamnya ada subfolder dan subfile berjudul Buku 1 .... Buku 2.  Minimal 50-70 hlm kan sudah bisa cetak ke penerbit indie.

Tapi tips dari saya kalau bisa yang dekat dengan domisili agar lebih mudah dan cepat saat nanti proses pengiriman buku.

5.    Selesaikan sampai tuntas tanpa editing 

    Ingat, usahakan tulis garis besar dari apa yang ingin kita tulis dari awal sampai akhir agar meski tidak selesai, kita bisa menuntaskannya di lain waktu. Tips saat menulis : selesaikan sampai tuntas tanpa editing. Selesaikan saja dulu meski kita merasa ada yang tak cocok dan kurang sreg. Karena proses editing lah yang memakan waktu paling banyak dalam menghasilkan karya. Jika saat menulis namun belum tuntas, lalu kita edit. Wah, bisa bisa tidak selesai selesai karena terus menerus diedit. Jadi, selesaikan, baru edit sehingga bisa lebih enak dibaca.  alternatif lain adalah menuliskan target kita di kertas/karton lalu tempel di dinding. Insya Allah satu persatu impian itu akan terwujud.

Teruslah memberi arti pada setiap orang yang kau temui. Dalam setiap hal yang kau lalui dan untuk setiap waktu yang kau miliki. (Berdasarkan hasil resume kelas menulis Ibu Ditta Widya Utami)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar