Pelangi Aksara

Sabtu, 26 Desember 2020

Buku adalah Mahkota Penulis

 

            Buku adalah mahkota seorang penulis merupakan sebuah ungkapan  yang sangat memotivasi disampaikan oleh bapak Thamrin Dahlan, SKM, M.Si. Karena secerdas  dan sepintar apapun seseorang apabila belum menulis apalagi menerbitkan buku, maka ilmunya akan sia sia. Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi adalah sebuah kalimat yang juga sering dikatakan oleh Bapak Wijaya Kusuma seorang motivator, blogger yang memberi inspirasi dan ruang berkreasi bagi guru seluruh Indonesia.  Dengan menulis akan meninggalkan jejak sejarah meski  sudah tiada dan menjadi sesuatu yang sangat berkesan untuk dikenang kembali.

            Masalah yang sering dijumpai oleh penulis pemula adalah dari mana akan mulai menulis, apa yang akan kita tulis, menjadi suatu pertanyaan yang sering muncul dibenak. Kebingungan yang lumrah terjadi pada tahap awal. Tetapi jika dilatih untuk terus menulis setiap hari akan terbiasa dan menulis akan menjadi suatu kebiasaan yang mudah untuk dilakukan. Menulis adalah pekerjaan yang telah dilakukan sejak kita diperkenalkan huruf pada saat berumur lima tahun di taman kanak kanak atau oleh orang tua di rumah. Satu persatu huruf menjadi akrab dalam ingatan yang dilanjutkan dengan belajar menulis huruf. Menjadi aneh rasanya jika setelah menjadi guru atau memilik profesi apapun menulis menjadi pekerjaan yang sulit. Padahal pekerjaan tersebut telah kita lakoni sejak kecil.

            Umumnya orang beranggapan bahwa menulis buku memerlukan bakat istimewa atau karena pintar dan jenius. Padahal sejatinya menulis buku bukan karena bakat atau kecerdasan tetapi karena ada niat dan kemauan. Menulis merupakan ketrampilan yang bisa dicapai dengan kebiasaan yang dilatih secara terus menerus. Dengan kata lain menulis dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Setiap orang bisa menulis, mulai dari menulis diari atau catatan harian, surat cinta, status di media sosial, menulis di WhatApp, menulis sms, menulis di Koran atau bahkan menulis buku.

            Menulis buku bukanlah sesuatu yang rumit atau sulit            karena semua orang pasti bisa menulis. Hal yang harus dilakukan adalah memperbanyak membaca agar memperluas wawasan. Semakin banyak membaca semakin mudah menuangkan ide atau gagasan kedalam sebuah tulisan. Perlu diingat bahwa untuk melakukan suatu pekerjaan misalnya menulis buku lakukanlah dengan adanya niat dan kemauan serta hati yang bahagia agar terasa lebih ringan dan tidak membosankan.

            Kendala yang sering dihadapi penulis pemula adalah bingung memulai dari mana. Seringkali penulis kesulitan untuk menulis kalimat yang tepat di tahap awal sebuah tulisan. Perlu perjuangan dan pengorbanan untuk memulai menulis. Mengawali sebuah tulisan pada tahap awal mungkin terasa agak sulit , tetapi bukan berarti kesulitan tersebut menjadi alasan untuk tidak menghasilkan sebuah tulisan. Cobalah menulis ide pokoknya dulu, jika tetap kesulitan buatlah beberapa kalimat yang menggambarkan ide yang ingin ditulis. Tulislah apapun yang ingin ditulis kemudian dibaca ulang dan pilihlah yang paling menarik dari apa yang telah kita tulis kemudian kembangkan dengan menulis berdasarkan referensi yang telah diperoleh.

            Selanjutnya yang sering menjadi kendala dalam tahap menulis pemula adalah mencemaskan aturan baku penulisan atau PUEBI. Jangan khawatirkan aturan baku tersebut, menulislah karena kecemasan itu hanya akan melunturkan semangat. Rasa cemas inilah yang membuat penulis takut dan kesulitan untuk mulai menulis. Untuk menghindari hal tersebut dengan cara mengabaikannya. Tulislah apa yang ingin ditulis dan setelah selesai bacalah  secara berulang ulang dan mulai untuk dikoreksi kembali.

            Alasan lain yang diungkap seseorang tidak dapat menulis buku adalah karena tidak mempunyai waktu atau kesibukan yang padat dan malas untuk memulai.  Padahal hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan manajemen waktu yang baik. Dengan membagi waktu sepulang dari rutinitas kerja luangkan waktu khusus untuk menulis, entah itu hanya satu atau dua jam pada malam hari.  Penulis sukses kadang bisa menyempatkan diri membuat sebuah tulisan lewat handphone saat berada dalam kereta api, atau mobil. Penulis penulis sukses adalah orang orang yang memiliki kesibukan yang luar biasa tetapi mereka masih bisa menulis dan menghasilkan karya atau buku. Jika orang lain bisa melakukan hal tersebut di tengah kesibukan yang sangat padat lalu mengapa kita tidak bisa. Semuanya bisa dilakukan dengan mengatur waktu sedemikian rupa agar bisa menghasilkan sebuah tulisan. Setelah menulis lalu bagaimana cara menerbitkannya menjadi sebuah karya atau sebuah buku. Jangan putus ada jangan menyerah, karena banyak cara yang bisa kita lakukan. Salah satu cara adalah menerbitkan buku melalui Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) yang turut berperan  serta mengorganisir gerakan meningkatkan kualitas  dan kuantitas literasi Indonesia dengan fokus menerbitkan buku. Dengan komitmen membantu para penulis dari berbagai profesi untuk memiliki buku berlisensi ISBN tanpa biaya, perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Bersama      kita bisa membantu pemerintah Republik Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui profesi masing masing, membaca kemudian menulis adalah kegiatan mulia. Diperlukan suatu gerakan bersama yang sistematis untuk mensukseskan program pemerintah dalam hal mencerdakan kehidupan bangsa. Menerbitkan buku muara dari menulis, kehadiran penulis abadi sepanjang masa ketika bukunya menjadi asset Negara yang tersimpan di Perpustakaan Nasional. Menulis dan menerbitkan buku bisa menambah teman, menambah wawasan serta memberikan kebahagiaan untuk kemaslahatan bersama. 

Minggu, 06 Desember 2020

Jurus menulis sukses ala Noralia Purwanita, M.Pd.

 

Berbagai cerita dan kisah menarik  terangkai dibalik wabah Covid 19 yang melanda hampir seluruh wilayah di dunia. Bagi sebagian orang wabah ini dianggap sebagai musibah sementara sebagian orang yang lain yang bisa mengambil hikmah dari kejadian ini, menganggap sebagai suatu kesempatan dan “berkah”. Salah seorang yang menganggap wabah ini sebagai berkah untuk menghasilkan karya terbaik adalah perempuan inspiratif bernama Noralia Purwa Yunita, M.Pd. Alumni gelombang 8 kelas menulis online yang digagas oleh Om Jay. Buku dan berbagai artikel turut lahir di masa pandemic ini. Salah satu artikelnya dimuat di majalah pedidikan Geliat Gemilang Bandung. Untuk menghasilkan berbagai karya  tentunya tidak lepas hambatan dan kendala yang mengiringi selama proses pengerjaan karya tersebut. Apalagi di masa pandemic seperti saat ini para guru lebih disibukkan dengan berbagai kegiatan pembelajaran, karena untuk pembelajaran daring jauh lebih banyak persiapan daripada tatap muka. Untuk bisa menulis dengan baik dan menghasilkan karya berupa buku diperlukan beberapa strategi agar sukses diantaranya adalah:

1.      Membuat Skala Prioritas

            Skala prioritas adalah ukuran kebutuhan yang tersusun dalam daftar berdasarkan tingkat kebutuhan dimulai dari kebutuhan yang penting dari beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Agar bisa menulis dengan baik kita perlu memperhatikan skala prioritas. Cara ini dianggap  efektif untuk menyelesaikan berbagai macam masalah yang dihadapi dalam menulis. Tidak bisa dipungkiri bahwa sistem pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh guru selama pandemi ini memerlukan cadangan energy yang ekstra. Banyak kegiatan juga menjadi kendala utama. Oleh karena itu skala prioritas menjadi solusi terbaik agar semua pekerjaan bisa terselesaikan. Cara membuat skala prioritas yang patut kita coba adalah:

1.     Kumpulkan daftar semua tugas, terutama tugas yang harus diselesaikan dalam waktu sehari,                 jangan khawatir terkait jumlah tugas tersebut.

2.      Identifikasi tugas, dengan menyeleksi tugas tersebut berdasarkan kepentingan. Dahulukan                      terlebih         dahulu tugas yang penting dan mendesak serta nilai pula tugas mana yang                            sekiranya           akan membawa nilai tinggi.

3.     Kerjakan tugas dari urutan yang lebih mudah ke urutan yang lebih sulit, Sebab terkadang bila                  mendahulukan yang sulit akan banyak menyita waktu untuk tugas tugas yang lain.

4.     Fleksibel, dengan segala perubahan akan tugas atau kegiatan  didepan lantaran bisa saja secara                mendadak  membebani dengan tugas lain yang baru dan mendesak.

Dengan cara membuat skala prioritas di atas, semua pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu yang dibutuhkan. Dengan begitu produktivitas dalam menulis akan bisa meningkat.

2.      Singkirkan rasa malas dan jenuh

            Malas dan jenuh ketika menulis menjadi masalah kedua.karena mengerjakan kegiatan yang sama berulang ulang. Jika penyakit itu menghinggapi beralihlah ke kegiatan lain sebagai refreshing, seperti menonton film, baca novel atau apapun kegiatan yang membuat kita nyaman. Jika baterei semangat sudah penuh langsung tancap gas untuk kembali berkarya. Jangan biarkan malas dan jenuh hinggap terlalu lama, cukup 1-2 hari untuk bersantai lalu kembali untuk menulis. Kunci keberhasilan seorang penulis adalah menciptakan semangat dan konsistensi. Apabila semangat sudah tumbuh dan mendarah daging, maka ketika datang rasa jenuh dan malas, semangat itu yang akan mendorong untuk segera bangkit dan kembali untuk segera menulis.

3.      Krisis Ide

            Hal yang sangat umum dan dirasa sulit adalah ketika penulis mengalami krisis ide. Krisis ide menjadi kendala ketiga yang harus segera disingkirkan. Ketika bingung mau menulis apa atau menentukan topic apa yang ingin kita tulis bisa dilakukan dengan memilih topic atau tema yang sesuai dengan minat kita. Bahkan ketika membaca surat kabar ada satu pargraf yang menarik hati kita, segera kita tulis kemudian ditambahi gagasan atau ide, sanggahan atau menambah data lain yang diperoleh dari referensi yang berbeda. Setelah tulisan yang ingin disampaikan sudah berparagraf paragraf tidak ada salahnya keluar sebentar sambil refreshing untuk rilek. Setelah merasa rilek bisa melanjutkan dengan menambah kalimat penjelas dibelakang poin poin yang telah kita tulis. Untuk itu diperlukan jurus bahwa apa yang kita lihat, kita rasakan dan kita alami dapat kita jadikan ide untuk tulisan kita. Saat kita refreshing  apa yang kita alami dan kita rasakan saat itu bisa menjadi ide tulisan. Intinya apapun yang kita rasakan dan pikirkan dapat diubah menjadi sebuah tulisan. Barangkali lebih menjiwai dan siapa tahu dari hasil corat coretan tadi bisa menjadi novel. Bukankah di dunia ini banyak ketidakpastian? Termasuk kita tidak tahu kepastian nasib tulisan kita. Karena banyak novel best seller awalnya hanyalah hasil iseng iseng ingin menuangkan perasaan dan kegelisahannya.

4.      Perbendaharaan Diksi

            Hal yang kerap melanda penulis salah satunya adalah perbendaharaan diksi. Dalam pemilihan diksi ungkapan yang ditulis harus dapat dipahami, dengan tetap memprhatikan kaidah makna, kalimat dan sosial. Terkadang kelemahan segelintir penulis adalah memilih diksi anti mainstream tingkat tinggi, namun tidak melakukan croschek arti kata sebernanya dalam PUEBI. Jadi cukup banyak yang terbelenggu dalam pemilihan diksi. Perbendaharaan diksi menjadi menjadi masalah tersendiri  dalam menulis. Jika sudah mentok dalam kosa kata biasa membaca artikel orang lain atau novel atau karya apapun karena dengan banyak membaca akan memperbanyak perbendaharaan diksi kita.

5.      Takut Salah

            Pada awal bergabung perasaan takut salah sering muncul. Tetapi Om Jay meyakinkan bahwa tulis saja apa yang kita pikirkan jangan permasalahkan EYD atau kaidah kebahasaan yang lain cukup tulis saja hingga selesai. Jika sudah membaca berulang ulang lalu lakukan editing sesuai kaidah. Jika sejak awal memilikirkan EYD maka tidak akan terwujud tulisan. Dengan mempraktekkan langsung akhirnya tulisan mengalir sendiri. Sebenarnya kalimat itu adalah untuk memotivasi orang orang yang ingin belajar menulis. Tujuannya adalah  melahirkan sebuah persepsi bahwa memang menulis itu mudah sekali. Tulis saja apa yang ada dan kita alami. Umumnya semua pemula dalam hal apapun takut melakukan kesalahan. Rasa takut itulah yang menjadi beban yang akhirnya justru membuat kita terjebak dalam kesalahan. Tidak takut salah dalam menulis akan membuat kita lebih cepat bisa dan berani mengungkapkan isi kepala dan hati. Sehingga memiliki keberanian dan kepercayaan diri terhadap hasil tulisan kita. Untuk bisa menulis dengan baik perbanyak membaca setelah itu tentukan tema yang akan ditulis dan mencari referensi baik dari buku sejenis atau jurnal ilmiah, lalu dan menulislah. Fokuslah pada tema yang ingin ditulis hingga selesai.Yang paling penting dari penulisan buku adalah dengan membuat outline agar tulisan kita tidak keluar dari tema.

 

Berkarya ketika waktu luang itu biasa namun berkarya di tengah kesibukan yang luar biasa itu istimewa.

         

 

Selasa, 24 November 2020

Ruang Rindu

Kala rindu bertemu kian membuncah 

Menghadirkan rasa gundah

Ketika semangat untuk menemanimu menggapai asa kian menggelora

Hadirmu kunanti tanpa suara 

Bercakap bersama embun pagi dengan senyum sumringah

Tawa canda penuh gairah            

Suara kaki di koridor riuh        

Berebut irama gaduh              

Membuat langkah terhenti di ujung sepi                                                  

Bilakah waktunya tiba            

Merenda hari dengan asa yang membumbung tinggi                  

Melukis harapan dengan pelangi 

Melihatmu tersenyum menggapai mimpi                                        

Merunduk di pagi hari dengan dengan lantunan ayat suci yang menggemuruhkan langit                

Ingin kulipat musim agar segera berakhir dan mempertemukan kita dalam Ruang Rindu


Pulau Seribu Masjid, 2020

Kamis, 19 November 2020

 

Percakapan Laut

 

Ombak menggelegar penuh amarah

Rumah rapuh tepi pantai  tak berdaya dalam pasrah

Kudekap kearifan pada setiap percakapan pasir dan gelombang

Saat melebur mencumbui laut pasang

 

Aroma musim  kadang mengerikan

Jeritan hati nelayan  terabaikan

Pada desir angin malam kutitipkan salam

Bulan menjauhlah dan sembunyi dalam kelam

 

Agar Ikan hadir disetiap meja  rumah petak

Bersama mimpi yang kadang retak

Pada keangkuhan musim

Kutitip gairah yang tak pernah padam

 

 

 

Pulau Seribu Masjid, 2020

Selasa, 10 November 2020

Puisi Lelakiku

Senyummu melangit kala janji terucap 
Netra teduh memasung penuh harap 
Saat kucium tanganmu dengan sahdu 
Pertanda ikatan telah berpadu 

Untukmu Lelakiku 
Tempat berlabuh segala risau 
Bersenai liarnya gelisah 
Asmaraloka terpaku diam dan menetap pasrah 

Waktu bergulir meninggalkan larik kenangan 
Kala rindu telah mengakar dan membuai angan 
Menghantar hasrat hingga ke bintang 
Berdua denganmu bahagia tersenyum bersama kilau kunang kunang 



Pulau Seribu Masjid, 2020

Selasa, 03 November 2020

Menulis Buku Yang Diterima Penerbit




Menulis adalah suatu kegiatan yang bagaimanapun akan melahirkan suatu inovasi dan kreativitas yang tiada henti.  Menulis menjadi sebuah ketrampilan yang akan mengasah kerja otak agar terus berpikir kreatif.. Setiap orang memiliki ketrampilan, dengan kata lain, menulis dapat dilatih. Masih lekat dalam ingatan kita sejak kelas l sekolah dasar  guru  mengajari kita untuk menulis. Menjadi aneh ketika setelah sekian puluh tahun  berkata bahwa kita tidak pandai menulis. Ini adalah motivasi  yang digelorakan oleh Bapak Joko Irawan Mumpuni (Direktur PT Andi) agar lebih semangat menulis. Karena melihat sudah banyak guru guru yang hebat dan telah mumpuni menulis tetapi karena kurang gaulnya dengan penerbit sehingga tidak tahu naskah seperti apa yang diinginkan oleh penerbit.

 Menulis Buku

Bagi penulis pemula, latihan dan terus latihan merupakan salah satu cara jitu menjadi seorang penulis yang produktif Menulis buku dapat diawali dengan cara menuliskan tulisan pendek. Bisa berupa opini satu paragraph, dua paragraph atau tiga paragraph. Hari berikutnya, bisa ditambah satu paragraph lagi. Hingga menemukan identitas menulis dan menemukan apa yang ingin disampaikan ke dalam lembaran-lembaran. Menurut para penulis popular salah satu kunci sukses menulis buku adalah mengabaikan segala aturan yang mengikat, yang justru melemahkan semangat.

Kunci keberhasilan seorang penulis, adalah menciptakan semangat dan konsistensi. Apabila semangat sudah tumbuh dan mendarah daging, maka, ketika ada kesalahan dalam tulisan, baik kesalahan PUEBI atau semacamnya minimal, semangat itu yang akan mendorong untuk berbenah mendekati kesempurnaan. Berbeda jika dari awal tidak terbangun semangat dan terbelengu dengan aturan. Sudah dapat dipastikan, sebelum menuliskan lembar kedua, sudah berhenti ditengah jalan. Menulis buku seperti menjual sebuah produk, dilihat dari segi ekonomi, yang akan laku jika dapat memenuhi permintaan pasar yang selalu bergejolak mengikuti perkembangan zaman. Untuk menulis buku yang akan diterima penerbit ada beberapa langkah yang harus kita ikuti salah satunya adalah dengan melihat google trend. Sehingga kita mengetahui topik apa yang sedang trend agar buku kita diterima oleh penerbit

Secara umum ada beberapa  langkah  yang harus dilakukan untuk menulis buku yaitu :

  • Menentukan tema. Anda sebaiknya menulis dalam bidang yang Anda kuasai.
  • Mengumpulkan bahan. 
  • Membuat outline/kerangka tulisan.
  • Menulis.
  • Membaca kembali tulisan Anda.
  •  Mengirimkannya ke penerbit atau menerbitkannya sendiri.

 Produk buku dipasar

       Mengapa pengetahuan tentang ini penting  supaya sejak awal sudah memastikan tipe dan kelompok buku apa yang ingin kita tulis. Kelompok buku didunia sudah lazim digambar dengan sirip ikan terbagi menjadi 2 yaitu buku teks (buku yang dipakai untuk proses belajar mengajar dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi) dan non teks.yaitu buku yang tidak selalu digunakan dalam pengajaran tersebut.  Buku teks buku pelajaran dibagi dua yaitu bupel (buku pelajaran) dan yang kedua buku PT. Sedangkan buku Non teks dibagi dua  juga yaitu buku fiksi (novel, cerpen,puisi) dan buku non fiksi (buku anak pegetahuan umum dan lain lain).

 Ekosistem Penerbitan

        Industri buku core bisnisnyanya adalah penerbitan buku. Tetapi ternyata stake holdernya atau pihak yang terkait semuanya adalah lembaga seperti perusahaan yang memiliki banyak karyawan . Seperti di Andi ada sekitar 600 orang pegawai artinya para penulis  ini tidak sadar bahwa hidupnya sangat penting bagi kehidupan orang lain. Bayangkan jika satu buku masuk ke penerbit maka kegiatan ekonomi akan dijalankan oleh banyak pihak, akan banyak orang bisa memiliki gaji tetap. Penulis adalah orang yang paling mulia tidak kalah mulia dengan jabatan lain karena menghidupi orang lain. Maka penulis upahnya banyak di surga oleh karena itu berusahalah agar bukunya diterbitkan di penerbit mayor.(motivasi dari Pak Joko Irawan Mumpuni)

            Untuk tingkat literasi kita memang masih tertinggal dengan negara lain. Oleh karena itu minat literasi harus kita tingkatkan. Minat menulis hampir mengalami nasib yang sama dengan minat membaca. Tingkat literasi mempengaruhi  pertumbuhan industri penerbitan. Apa yang menjadikan kita terpuruk karena budaya di Indonesia yang ditumbuhkan adalah minat bercerita dari pada minat membaca atau menulis. Sebagai contoh ketika baru ketemu teman yang sudah lama tidak bisa bertemu bisa seharian bercerita. Padahal orang yang pandai bercerita pasti pandai menulis kenapa karena materinya sudah banyak hanya diucapkan tetapi  tidak di tulis. Oleh karena itu mulai sekarang mulailah menulis dan naskahnya dikirimkan ke penerbit.

Penghambat Pertumbuhan Industri penerbitan /Literasi adalah

Minat Baca

·         Budaya baca

·         Kurangnya bahan bacaan

·         Kualitas bacaan

      Minat Tulis

·         Budaya tulis

·         Tidak tahu prosedur menulis dan penerbitan

·         Anggapan yang salah tentang dunia penulisan dan penerbitan

      Apresiasi Hak Cipta

·         Pembajakan

·         Duplikasi Non Legal

·         Perangkat hokum

 

Proses Naskah Menjadi Buku

            Penulis mengirim naskah kepada penerbit, naskah akan dipelajari oleh penerbit. Setelah dipelajari hanya ada dua jawaban diterima atau ditolak. Kalau ditolak akan dikembalikan kepada penulis. Jika naskahnya diterima akan diterbitkan sekaligus dibiayai oleh penerbit   termasuk memberi royalty kepada penulis setiap kurun waktu tertentu. Setelah dinyatakan diterima penerbit memberitahu bahwa naskah itu diterima dan menyatakan bahwa naskah itu akan diterbitkan sekaligus surat resmi  penandatanganan surat perjanjian, baru diedit dan dibuat desain cover dan setting isinya. Disinilah letak perbedaan antara penerbit mayor dan penerbit lain. Cover dan desain yang membuat adalah penerbit, kalau tidak professional akan kurang bagus sehingga bukunya tidak menarik dan tidak laku dijual.

Cara memilih  penerbit yang baik

  • Memiliki visi yang jelas
  • Memiliki bisnis core lini produk tertentu
  • Pengalaman penerbit
  • Jaringan pemasaran
  • Memiliki percetakan sendiri
  • Keberanian mencetak jumlah eksemplar
  • Kejujuran dalam pembayaran royalty

Apa yang diperoleh oleh penulis

  • Kepuasan
  • Reputasi
  • Karir
  • Financial

Naskah seperti apa yang diterima oleh penerbit

  • .       Tema tidak popular tetapi penulis populer
  •      Tema popular  penulis popular (sangat disukai oleh penerbit)
  •      Tema tak popular penulis tak popular (yang akan ditolak)
  •      Tema popular tetapi penulis tidak popular

 

#Resume Kelas Menulis Online dengan Narasumber Bapak Joko Irawan Mumpuni#

Senin, 02 November 2020

Bukan Guru Biasa Ala Cik Gu Tere

 

Berkah Dibalik Musibah

          Hari keenam bergabung di kelas menulis malam ini dengan narasumber Ibu Theresia Sri Rahayu atau biasa dipanggil Cik Gu Tere, seorang guru bloger inspiratif yang naskahnya tembus penerbit mayor. Guru yang mengikuti grup belajar menulis yang digagas oleh Om Jay termasuk dalam kelompok “bukan guru biasa”. Mengapa  karena menurut cikgu Tere   yang mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis adalah guru guru hebat yang luar biasa, layak menyandang predikat bukan guru biasa.

Saat ini kita berada dalam masa pandemi, dimana kita dipaksa untuk beradaptasi dengan segala bentuk perubahan dan pada  ketidakbiasaan itu. Banyak guru di luar sana yang memilih untuk menyerah pada keadaan dibanding dengan menciptakan situasi baru atau keluar dari situasi yang dianggap tidak nyaman. Hal ini tentunya akan menjadikan situasi pandemi saat ini sebagai suatu masalah atau bahkan musibah.

Namun tidak sedikit juga guru yang justru menemukan “berkah dibalik musibah”. Yang tadinya tidak mengerti dengan pembelajaran daring berbasis teknologi sekarang sudah piawai menyelenggarakan kelas online. Bahkan mengajari rekan guru yang lain yang tadinya tidak bisa menulis buku sekarang menjadi penulis buku dan masih banyak kisah sukses lainnya.

Perlu Jam Terbang

          Cik Gu Tere juga awalnya merupakan seorang guru yang kebingungan dengan kondisi saat ini sampai akhirnya bergabung dalam grup 4 pelatihan belajar menulis bersama Om Jay dan tergabung bersama pak Brian di grup yang sama. Selama mengikuti kegiatan belajar menulis di gelombang 4 mendapatkan banyak pengetahuan dan ketrampilan bekal menulis. Dari awalnya menulis resume sebagai rangkuman materi belajar sampai menulis artikel untuk lomba dan bahkan menulis bahan bacaan untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Dan menulis buku untuk berbagai kepentingan.

          Banyak proses yang dilalui untuk dapat menulis artikel dan bahan buku. Perlu jam terbang, konsistensi dan kesadaran dari diri. Cik Gu Tere orang yang suka tantangan yang diberikan oleh narasumber Bunda Lilis Sutikno yang menantang agar menjadi peresume tercepat dan menulis buku dalam waktu seminggu. Bersama Prof.Richardus Eko Indrajit dan penerbit Andi. Terkait jam terbang ini adalah hal yang paling penting bagi seorang penulis. Terutama jika terjadi writer blocks. Bagi para penulis pemula hal ini pasti sering terjadi, apalagi jika kita termasuk orang yang menulis mengandalkan mood/suasana hati. Menulis harus dilakukan dimana saja, kapan saja dan bagaimana saja caranya, agar jam terbang kita meningkat.

Konsisten

      Jika ingin berhasil atau sukses  konsisten adalah kunci suksesnya, karena tidak konsisiten penyebab kegagalan terbesar. Apa yang kita rencanakan dengan baik akan berjalan dengan berhasil jika kita terus kita kerjakan dengan benar dan konsisten. Dengan tetap konsisten akan mengajarkan kita untuk membentuk kebiasaan baru yang positif dan mengurangi yang kurang perlu. Awalnya memang berat dan terpaksa tetapi ini akan berpengaruh terhadap pengembangan diri kita.

      Mengapa perlu konsisten dalam menulis atau melakukan suatu pekerjaan? Menjalankan suatu proses untuk mencapai suatu tujuan itu tidak ada yang instan. Banyak tantangan dan hambatan yang akan kita lalui, waktunya pun kadang kadang tidak bisa kita prediksi Oleh karena itu kita harus melakukannya dengan penuh tanggung jawab, meski berat. Suasana hati yang kadang berubah namun menulis tetap harus kita lakukan itu pesan yang selalu disampaikan Om Jay serta Cik Gu Tere. Melakukan hal besar dalam waktu singkat memang memiliki kebanggaan tersendiri, namun semua itu perlu waktu. Dengan tetap konsisten akan mengajarkan kita secara langsung membentuk kebiasaan baru yang positif, melatih disiplin, bertanggung jawab dan belajar mengatasi rasa bosan.

   Banyak dari kita yang sudah sangat baik dalam menulis, alurnya jelas dan kalimat kalimatnya rapi sehingga paragrafpun menjadi padu dan akhirnya resumenya menjadi enak dibaca karena isinya mengalir. Cik Gu Tere yakin setelah  menyelesaikan pelatihan   pasti dapat menulis  karya sendiri dengan baik. Oleh kerena itu yang dibutuhkan adalah tetap konsisten dalam menulis untuk menghasilkan tulisan yang baik.

Writter Block

     Writter Block adalah sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan atau ide untuk tulisannya. Ini semua pasti pernah dialami oleh semua penulis atau semua orang saat akan menulis. Writter block adalah hal konkrit dan fenomena yang bisa diatasi secara mudah.

        Untuk menghindari writer blocks:Kenali dulu penyebabnya, apakah internal dari penulis atau eksternal. Setelah tahu penyebabnya pasti kita akan cepat menemukan solusinya.Contoh.menulis dengan mood (internal) maka buat jadwal sehingga kita dipaksa untuk menulis. Suasana menulis tidak mendukung (eksternal) solusinya kenali gaya menulis dan ciptakan suasana menulis yang diinginkan.Jaga konsistensi untuk tetap menulis setiap hari. Tulislah draf tulisan di HP jadi walaupun tidak langsung diposting tetap menuIis. Ide brilian memang sulit ditemukan, tetapi biasanya ide ini akan muncul dengan sendirinya. Biasanya terpancing situasi yang terjadi saat itu. Sebenarnya ide brilian bisa ditemukan dengan membuat peta konsep terlebih dahulu, fokus pada pengamatan lingkungan sekitar

Google Trend

            Untuk bisa tahu pasar buku kita bisa menggunakana google trend, untuk melihat topik yang menarik yang bisa kita jadikan buku sehingga banyak peminatnya.Selain itu belajar membaca situasi dan kebutuhan saat ini, misalnya sekarang lagi ada guru penggerak, kita bisa menulis merdeka belajar dan lain lain. Sebagai penulis pemula memang banyak tantangannya. Diantaranya adalah kita susah membangkitkan minat untuk menulis, apalagi ditengah kesibukan utama aktivitas menulis sepertinya tidak penting lagi. Oleh karena itu gunakan waktu lain yang bisa dilakukan untuk menulis, fokus untuk satu topik spesifik dulu.yang disukai dan dikuasai.

          Ketika menemui tantangan ingatlah hanya buah manis yang dilempari orang, hambatan dan tantangan selalu ada di manapun kita berada. Tetapi tetaplah focus untuk meraih kesuksesan dengan mengabaikan hambatan tersebut.. Jalin relasi dengan orang orang yang satu frekwensi dengan kita agar lingkungan kita diisi dengan energi positif yang akan mendorong kita untuk berkarya dan meraih prestasi.

Kiat sukses untuk meraih prestasi termasuk menerbitkan buku mayor adalah:

  • Berpikir positif
  •  Tetapkan target/fokus pada tujuan
  •  Maksimalkan potensi
  •   Miliki mindset pembelajar
  •   Ciptakan lingkungan yag mendukung
  •    Atur waktu seefektif mungkin.

Jurus Menulis IDOLA

Trik menulis buku sangat banyak, salah satunya idola ala Cik Gu Tere yaitu

  •  I = Identifikasi topic menarik
  • D= Daftar semua judul luar biasa
  • O= Outline terperinci akan membantu
  • L= Lanjut menulis isi bab
  • A= Atur layout sesuai permintaan penerbit.

          Seringkali Cik Gu Tere menghabiskan waktu berjam jam untuk menulis bahkan sampai lembur, namun merasa hal itu adalah hal biasa karena passionnya memang menulis. Mengapa Cik Gu Tere tertarik mengikuti kegiatan belajar menulis ini ada beberapa alasannya: 

  • Melakukan hobi yang sangat disukai sejak kecil, yang suka menulis cerita yang dikliping
  • Mengupgrade skill menulis bergabung dengan penulis lain membuat termotivasi untuk belajar jurus jurus baru dalam menulis.
  • Mengekspresikan diri menulis adalah sarana menuangkan ide atau pemikiran yang sangat produktif, kita bebas menjadi siapa saja dan menggali imajinasi kita seluas luasnya.
  • Jembatan meraih prestasi/ menulis mendatangkan banyak manfaat diantaranya berbagai apresiasi sebagai bonus dari menulis. Contoh apresiasi yang saya terima blogger inspiratif, penulis cerita mini terbaik, creator artikel terbaik, penulis bebrapa judul buku, Tim reviewer dan Uji Keterbacaan ModulLiterasi, Tim pengembang konten artikel di komunitas belajar guru penggerak kemendikbud

            Hal ini adalah pencapaian terbesar dalam hidup Cik Gu Tere, terlebih ketika menjadi guru di masa pandemic  seperti saat ini. Berkat menulis di blog ketrampilan menulisnya terus terasah dan akhirnya tanggal 1 Oktober 2020 mendapat apresiasi dari Dirjen Dikdas kemendikbud RI sebagai creator konten artikel terbaik dalam lomba pancasila bakti 2020. Hadiahnya sangat besar yaitu 10 juta rupiah dalam bentuk media pembelajaran. Bisakah dibayangakan ketika tulisan kita 3-4 haaman dibayar dengan nominal sekian?

Personal Branding

            Motivasi menulis di blog adalah untuk membuat jejak digital, mengapa di blog karena di blog terlihat lebih keren daripada menulis di media sosial. Diera digital blog adalah salah satu identitas kita. Mulai dari membangun personal branding, personal blog, tips menulis di blog dari satu artikel dan pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran Menjadi penulis adalah sebuah jalan yang mulia yang harus ditapaki penuh keyakinan, karena menulis itu bukan hanya ajang pembuktian diri namun sebuah jalan untuk berbagi inspirasi dan motivasi bagi orang lain.

            Om Jay selalu mengatakan bahwa setiap hari kita harus menulis karena akan mendatangkan keajaiban. Dan sudah Cik Gu Tere buktikan banyak sekali manfaatnya jika menulis secara konsisiten. Beberapa kali lolos seleksi lomba tingkat nasional salah satunya karena jejak digital  melalui tulisan di medsos dan blog. Ketika panitia ingin mengetahui profil kita mereka cukup mengetik  nama kita di browser, dan mereka akan mendapatkan semuanya.Itulah pentingnya personal branding. Tidak ada penulis yang langsung besar semuanya berawal dari penulis kecil dulu, namun lama kelaman karya tulisnya akan dihargai orang asalkan terus konsisten dalam menulis, bisa diblog atau medsos. Dan yang tak kalah pentingnya bersikaplah terbuka dan positif terhadap saran dan kritik dari pembaca. Berlakulah sebagai pembaca tulisan kita sendiri ketika sudah selesai menulis, agar berlatih obyektif sehingga tulisan kita akan tetap terjaga kualitasnya.

 3 B (Belajar berkarya dan berbagi)

            Memantaskan diri sendiri menjadi bagian dari bukan guru biasa hendaknya selalu melakukan 3 B Belajar berkarya dan berbagi. Mencari ilmu, tuangkan lewat karya nyata/tulisan dan bagikan karya tersebut hingga dapat menginspirasi orang lain.  Belajar sepanjang hayat untuk meningkatkan kompetensi adalah sebuah keharusan di samping tuntutan profesi.

            Guru memang bertugas untuk mengajar namun disaat yang bersamaan guru juga dituntut untuk mau belajar. Dengan adanya sharing knowledge pembiasaan berbagi pengetahuan akan menghasilkan sebuah proses belajar bersama sama yang dapat meningkatkan kemampuan dan mengubah potensi menjadi kompetensi maksimal serta meningkatkan kinerja guru yang akan berdampak pada peningkatan mutu sekolah.

            Saat pandemi ruang webinar menjadi sarana pembelajaran yang sangat menyenangkan, menggali berbagai ilmu pengetahuan, menuangkan karya dengan tulisan dan membagi apa yang telah diperoleh dengan sesama rekan guru adalah kebiasaan baru yang secara tidak sadar membangun komunitas guru belajar, guru penggerak dan guru berbagi. Jika suasana kondusif ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan akan menghasilkan suasana yang sangat mendukung dalam pengembangan diri guru ke depannya. Peningkatan kompetensi dan menghasilkan guru yang profesional yang menjadi harapan bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Resume hari ke enam Pelatihan Belajar Menulis Angkatan 15