Pelangi Aksara

Senin, 02 November 2020

Bukan Guru Biasa Ala Cik Gu Tere

 

Berkah Dibalik Musibah

          Hari keenam bergabung di kelas menulis malam ini dengan narasumber Ibu Theresia Sri Rahayu atau biasa dipanggil Cik Gu Tere, seorang guru bloger inspiratif yang naskahnya tembus penerbit mayor. Guru yang mengikuti grup belajar menulis yang digagas oleh Om Jay termasuk dalam kelompok “bukan guru biasa”. Mengapa  karena menurut cikgu Tere   yang mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis adalah guru guru hebat yang luar biasa, layak menyandang predikat bukan guru biasa.

Saat ini kita berada dalam masa pandemi, dimana kita dipaksa untuk beradaptasi dengan segala bentuk perubahan dan pada  ketidakbiasaan itu. Banyak guru di luar sana yang memilih untuk menyerah pada keadaan dibanding dengan menciptakan situasi baru atau keluar dari situasi yang dianggap tidak nyaman. Hal ini tentunya akan menjadikan situasi pandemi saat ini sebagai suatu masalah atau bahkan musibah.

Namun tidak sedikit juga guru yang justru menemukan “berkah dibalik musibah”. Yang tadinya tidak mengerti dengan pembelajaran daring berbasis teknologi sekarang sudah piawai menyelenggarakan kelas online. Bahkan mengajari rekan guru yang lain yang tadinya tidak bisa menulis buku sekarang menjadi penulis buku dan masih banyak kisah sukses lainnya.

Perlu Jam Terbang

          Cik Gu Tere juga awalnya merupakan seorang guru yang kebingungan dengan kondisi saat ini sampai akhirnya bergabung dalam grup 4 pelatihan belajar menulis bersama Om Jay dan tergabung bersama pak Brian di grup yang sama. Selama mengikuti kegiatan belajar menulis di gelombang 4 mendapatkan banyak pengetahuan dan ketrampilan bekal menulis. Dari awalnya menulis resume sebagai rangkuman materi belajar sampai menulis artikel untuk lomba dan bahkan menulis bahan bacaan untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Dan menulis buku untuk berbagai kepentingan.

          Banyak proses yang dilalui untuk dapat menulis artikel dan bahan buku. Perlu jam terbang, konsistensi dan kesadaran dari diri. Cik Gu Tere orang yang suka tantangan yang diberikan oleh narasumber Bunda Lilis Sutikno yang menantang agar menjadi peresume tercepat dan menulis buku dalam waktu seminggu. Bersama Prof.Richardus Eko Indrajit dan penerbit Andi. Terkait jam terbang ini adalah hal yang paling penting bagi seorang penulis. Terutama jika terjadi writer blocks. Bagi para penulis pemula hal ini pasti sering terjadi, apalagi jika kita termasuk orang yang menulis mengandalkan mood/suasana hati. Menulis harus dilakukan dimana saja, kapan saja dan bagaimana saja caranya, agar jam terbang kita meningkat.

Konsisten

      Jika ingin berhasil atau sukses  konsisten adalah kunci suksesnya, karena tidak konsisiten penyebab kegagalan terbesar. Apa yang kita rencanakan dengan baik akan berjalan dengan berhasil jika kita terus kita kerjakan dengan benar dan konsisten. Dengan tetap konsisten akan mengajarkan kita untuk membentuk kebiasaan baru yang positif dan mengurangi yang kurang perlu. Awalnya memang berat dan terpaksa tetapi ini akan berpengaruh terhadap pengembangan diri kita.

      Mengapa perlu konsisten dalam menulis atau melakukan suatu pekerjaan? Menjalankan suatu proses untuk mencapai suatu tujuan itu tidak ada yang instan. Banyak tantangan dan hambatan yang akan kita lalui, waktunya pun kadang kadang tidak bisa kita prediksi Oleh karena itu kita harus melakukannya dengan penuh tanggung jawab, meski berat. Suasana hati yang kadang berubah namun menulis tetap harus kita lakukan itu pesan yang selalu disampaikan Om Jay serta Cik Gu Tere. Melakukan hal besar dalam waktu singkat memang memiliki kebanggaan tersendiri, namun semua itu perlu waktu. Dengan tetap konsisten akan mengajarkan kita secara langsung membentuk kebiasaan baru yang positif, melatih disiplin, bertanggung jawab dan belajar mengatasi rasa bosan.

   Banyak dari kita yang sudah sangat baik dalam menulis, alurnya jelas dan kalimat kalimatnya rapi sehingga paragrafpun menjadi padu dan akhirnya resumenya menjadi enak dibaca karena isinya mengalir. Cik Gu Tere yakin setelah  menyelesaikan pelatihan   pasti dapat menulis  karya sendiri dengan baik. Oleh kerena itu yang dibutuhkan adalah tetap konsisten dalam menulis untuk menghasilkan tulisan yang baik.

Writter Block

     Writter Block adalah sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan atau ide untuk tulisannya. Ini semua pasti pernah dialami oleh semua penulis atau semua orang saat akan menulis. Writter block adalah hal konkrit dan fenomena yang bisa diatasi secara mudah.

        Untuk menghindari writer blocks:Kenali dulu penyebabnya, apakah internal dari penulis atau eksternal. Setelah tahu penyebabnya pasti kita akan cepat menemukan solusinya.Contoh.menulis dengan mood (internal) maka buat jadwal sehingga kita dipaksa untuk menulis. Suasana menulis tidak mendukung (eksternal) solusinya kenali gaya menulis dan ciptakan suasana menulis yang diinginkan.Jaga konsistensi untuk tetap menulis setiap hari. Tulislah draf tulisan di HP jadi walaupun tidak langsung diposting tetap menuIis. Ide brilian memang sulit ditemukan, tetapi biasanya ide ini akan muncul dengan sendirinya. Biasanya terpancing situasi yang terjadi saat itu. Sebenarnya ide brilian bisa ditemukan dengan membuat peta konsep terlebih dahulu, fokus pada pengamatan lingkungan sekitar

Google Trend

            Untuk bisa tahu pasar buku kita bisa menggunakana google trend, untuk melihat topik yang menarik yang bisa kita jadikan buku sehingga banyak peminatnya.Selain itu belajar membaca situasi dan kebutuhan saat ini, misalnya sekarang lagi ada guru penggerak, kita bisa menulis merdeka belajar dan lain lain. Sebagai penulis pemula memang banyak tantangannya. Diantaranya adalah kita susah membangkitkan minat untuk menulis, apalagi ditengah kesibukan utama aktivitas menulis sepertinya tidak penting lagi. Oleh karena itu gunakan waktu lain yang bisa dilakukan untuk menulis, fokus untuk satu topik spesifik dulu.yang disukai dan dikuasai.

          Ketika menemui tantangan ingatlah hanya buah manis yang dilempari orang, hambatan dan tantangan selalu ada di manapun kita berada. Tetapi tetaplah focus untuk meraih kesuksesan dengan mengabaikan hambatan tersebut.. Jalin relasi dengan orang orang yang satu frekwensi dengan kita agar lingkungan kita diisi dengan energi positif yang akan mendorong kita untuk berkarya dan meraih prestasi.

Kiat sukses untuk meraih prestasi termasuk menerbitkan buku mayor adalah:

  • Berpikir positif
  •  Tetapkan target/fokus pada tujuan
  •  Maksimalkan potensi
  •   Miliki mindset pembelajar
  •   Ciptakan lingkungan yag mendukung
  •    Atur waktu seefektif mungkin.

Jurus Menulis IDOLA

Trik menulis buku sangat banyak, salah satunya idola ala Cik Gu Tere yaitu

  •  I = Identifikasi topic menarik
  • D= Daftar semua judul luar biasa
  • O= Outline terperinci akan membantu
  • L= Lanjut menulis isi bab
  • A= Atur layout sesuai permintaan penerbit.

          Seringkali Cik Gu Tere menghabiskan waktu berjam jam untuk menulis bahkan sampai lembur, namun merasa hal itu adalah hal biasa karena passionnya memang menulis. Mengapa Cik Gu Tere tertarik mengikuti kegiatan belajar menulis ini ada beberapa alasannya: 

  • Melakukan hobi yang sangat disukai sejak kecil, yang suka menulis cerita yang dikliping
  • Mengupgrade skill menulis bergabung dengan penulis lain membuat termotivasi untuk belajar jurus jurus baru dalam menulis.
  • Mengekspresikan diri menulis adalah sarana menuangkan ide atau pemikiran yang sangat produktif, kita bebas menjadi siapa saja dan menggali imajinasi kita seluas luasnya.
  • Jembatan meraih prestasi/ menulis mendatangkan banyak manfaat diantaranya berbagai apresiasi sebagai bonus dari menulis. Contoh apresiasi yang saya terima blogger inspiratif, penulis cerita mini terbaik, creator artikel terbaik, penulis bebrapa judul buku, Tim reviewer dan Uji Keterbacaan ModulLiterasi, Tim pengembang konten artikel di komunitas belajar guru penggerak kemendikbud

            Hal ini adalah pencapaian terbesar dalam hidup Cik Gu Tere, terlebih ketika menjadi guru di masa pandemic  seperti saat ini. Berkat menulis di blog ketrampilan menulisnya terus terasah dan akhirnya tanggal 1 Oktober 2020 mendapat apresiasi dari Dirjen Dikdas kemendikbud RI sebagai creator konten artikel terbaik dalam lomba pancasila bakti 2020. Hadiahnya sangat besar yaitu 10 juta rupiah dalam bentuk media pembelajaran. Bisakah dibayangakan ketika tulisan kita 3-4 haaman dibayar dengan nominal sekian?

Personal Branding

            Motivasi menulis di blog adalah untuk membuat jejak digital, mengapa di blog karena di blog terlihat lebih keren daripada menulis di media sosial. Diera digital blog adalah salah satu identitas kita. Mulai dari membangun personal branding, personal blog, tips menulis di blog dari satu artikel dan pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran Menjadi penulis adalah sebuah jalan yang mulia yang harus ditapaki penuh keyakinan, karena menulis itu bukan hanya ajang pembuktian diri namun sebuah jalan untuk berbagi inspirasi dan motivasi bagi orang lain.

            Om Jay selalu mengatakan bahwa setiap hari kita harus menulis karena akan mendatangkan keajaiban. Dan sudah Cik Gu Tere buktikan banyak sekali manfaatnya jika menulis secara konsisiten. Beberapa kali lolos seleksi lomba tingkat nasional salah satunya karena jejak digital  melalui tulisan di medsos dan blog. Ketika panitia ingin mengetahui profil kita mereka cukup mengetik  nama kita di browser, dan mereka akan mendapatkan semuanya.Itulah pentingnya personal branding. Tidak ada penulis yang langsung besar semuanya berawal dari penulis kecil dulu, namun lama kelaman karya tulisnya akan dihargai orang asalkan terus konsisten dalam menulis, bisa diblog atau medsos. Dan yang tak kalah pentingnya bersikaplah terbuka dan positif terhadap saran dan kritik dari pembaca. Berlakulah sebagai pembaca tulisan kita sendiri ketika sudah selesai menulis, agar berlatih obyektif sehingga tulisan kita akan tetap terjaga kualitasnya.

 3 B (Belajar berkarya dan berbagi)

            Memantaskan diri sendiri menjadi bagian dari bukan guru biasa hendaknya selalu melakukan 3 B Belajar berkarya dan berbagi. Mencari ilmu, tuangkan lewat karya nyata/tulisan dan bagikan karya tersebut hingga dapat menginspirasi orang lain.  Belajar sepanjang hayat untuk meningkatkan kompetensi adalah sebuah keharusan di samping tuntutan profesi.

            Guru memang bertugas untuk mengajar namun disaat yang bersamaan guru juga dituntut untuk mau belajar. Dengan adanya sharing knowledge pembiasaan berbagi pengetahuan akan menghasilkan sebuah proses belajar bersama sama yang dapat meningkatkan kemampuan dan mengubah potensi menjadi kompetensi maksimal serta meningkatkan kinerja guru yang akan berdampak pada peningkatan mutu sekolah.

            Saat pandemi ruang webinar menjadi sarana pembelajaran yang sangat menyenangkan, menggali berbagai ilmu pengetahuan, menuangkan karya dengan tulisan dan membagi apa yang telah diperoleh dengan sesama rekan guru adalah kebiasaan baru yang secara tidak sadar membangun komunitas guru belajar, guru penggerak dan guru berbagi. Jika suasana kondusif ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan akan menghasilkan suasana yang sangat mendukung dalam pengembangan diri guru ke depannya. Peningkatan kompetensi dan menghasilkan guru yang profesional yang menjadi harapan bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Resume hari ke enam Pelatihan Belajar Menulis Angkatan 15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar