Sejatinya setiap diri butuh nasehat, ada yang gemar dinasehati, ada juga
sebagian yang memang butuh nasehat. Sebagian besar kita kadang menjalani
kehidupan yang penuh dengan kerasnya tantangan dan getirnya hidup, yang kadang
membuat goncangan jiwa. Sehingga hidup dalam kekecewaan, tekanan dan emosi yang
berlebih tidak terkontrol. Sebagian besar banyak yang mengalami kegalauan dan
penderitaan di dalam jiwanya.
Oleh karena itu jadilah diri sebagai penyemangat bagi jiwa jiwa yang
gelisah tak tentu arah, agar jejak indahnya nasehat melekat di dalam hati. Agar
hati senantiasa basah oleh dua nasehat yaitu nasehat yang berbicara yaitu
Al-Qur;an dan nasehat yang tidak bisa berbicara yaitu kematian. Dua nasehat
berharga ini sudah cukup bagi orang yang mau mengambil nasehat, siapa yang
tidak mengambil dari dua nasehat itu lalu bagaimana mungkin ia akan menasehati
orang lain.
Setiap diri butuh nasehat, suntikan semangat dan inspirasi yang semuanya
sudah tertulis dengan jelas dalam Al Qur’an. Dari Al Qur’an kita bisa mereguk
cahaya ilmu, rasa optimis menghadapi hidup. Tetapi kadang kita hanya
menganggapnya sebagai mushaf yang diam terpaku dan berdebu di rak lemari.
Padahal penasehat sejati adalah Al Qur’an yang mampu membersihkan kotornya
hati, menguatkan jiwa yang rapuh yang tengah bergumul dalam diri, karena hanya
dengan membaca Al Qur’an hati menjadi tenang. Semoga kita menjadi insan yang
selalu muhasabah diri dengan penuh istiqomah
membuat lidah kita basah untuk membaca “kalamNYA”. Semoga bermanfaat.
2 komentar:
Masih perlu perbaikan desain
Test
Posting Komentar