Maut adalah haq, datang tiba tiba tanpa pemberitahuan. Orang yang
paginya segar bugar beberapa menit kemudian
pergi mendahului kita, membuat
sontak anak, istri , keluarga, karib dan kerabat. Ketika pemutus kelezatan
telah tiba, sudah siapkah kita menghadapinya? Apa yang kita siapkan sebagai
bekal dikehidupan selanjutnya.
Ketika anak sekolah pasti sudah jauh hari kita siapkan asuransi
untuk biaya pendidikannya. Mempersiapkan segala sesuatunya secara matang dan
terperinci. Sehingga ketika anak kita butuh biaya untuk pendidikan tidak perlu
pusing karena sudah ada dana yang memang secara sadar dan sengaja disiapkan
untuk itu. Lalu bagaimana dengan persiapan untuk kehidupan abadi kelak. Banyak
dari kita terlalu sibuk dengan bekal dunia dan mengabaikan bekal untuk
kehidupan selanjutnya. Dunia hanyalah tempat singgah dan mampir sejenak melepas
penat, untuk meneruskan perjalanan sesungguhnya.
Banyak nasehat yang ada di sekitar kita untuk dijadikan ibrah ketika
maut menjemput, ada nasehat yang bisa berbicara yaitu Al Qur,an dan
nasehat yang tidak bisa berbicara yaitu kematian. Keduanya sudah cukup bagi
orang yang mau mengambil nasehat. Setiap yang bernyawa pasti akan mati, tidak
ada yang bisa menolong selain amal dan
kebaikan. Oleh karena itu tetaplah berbuat baik sehingga kita akan dikenang
sebagai orang baik dan mendapat tempat terbaik juga di kehidupan selanjutnya.
Nasehat yang tidak bisa berbicara adalah kematian, darinya kita belajar bahwa
ketentuan Allah Swt pasti adanya dan kita tidak diberi pengetahuan kapan maut
itu datang meski sedikit. Semoga kita menjadi hamba yang istiqomah untuk selalu
menebar kebaikan dalam keseharian dan tak
lupa menyibukkan diri dengan menyiapkan bekal untuk perjalanan selanjutnya. Sehingga
kapanpun kematian menjemput kita sudah siap dengan segala bekal kita. Semoga
bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar