Semua
penulis hebat pada awalnya belum memiliki pengetahuan tentang seluk beluk
bagaimana menulis untuk menghasilkan sebuah buku. Begitu juga yang dialami oleh
Yulius Roma Patandean seorang guru yang juga seorang penulis buku mayor yang
saat ini bertugas di SMAN 5 tana Toraja. Pada awalnya bergabung di grup menulis
Om Jay gelombang 8. Buku buku yang sudah dihasilkan oleh Yuliau Roma Patendean
begitu banyak di antaranya, Guru Menulis
Guru Berkarya, Digital Transformation, Tetesan di Ujung pena yang berupa
kumpulan puisi dan masih banyak lagi bukunya yang lain.
Hampir
semua orang pasti memiliki ide dan pengalaman
yang bisa dituliskan. Kita juga dianugerahi nikmat dan karunia terindah untuk
menulis. Tinggal bagaimana mengolah kedua hal ini menjadi penopang tulisan yang
terstruktur menjadi sebuah buku. Langkah pertama yang paling dirasa efektif
bagi penulis pemula adalah bergabung dikelas menulis online yang salah satunya
diadakan oleh Om Jay. Membuat resume dari materi yang disampaikan oleh narasumber
adalah salah satu cara melatih keaktifan anda untuk menulis. Jadikanlah menulis
resume sebagai menu wajib dan alarm bagi anda untuk konsisten menulis. Mengapa
resume? Karena resume inilah yang paling mudah dibahasakan saat anda mulai
belajar menulis. Kontennya sudah ada tinggal diolah dan diberi bumbu
kreatifitas mengolah kata kata sehingga
renyah untuk dikunyah (dibaca).
Apa
yang harus anda lakukan agar bisa menulis dan menerbitkan buku? Yang harus
dilakukan untuk tahap awal adalah:
1. Mencoba
menulis
Dari sekian banyak literatur
yang dibaca, ketrampilan menulis bisa diasah yaitu dengan mencoba menulis.
Harapan terbesar ketika tulisan itu selesai ditulis dan bisa dibaca oleh public
adalah kita menjadi seseorang yang menghargai proses. Contoh paling mudah
adalah menulis konten di media sosial facebook, twitter, instagram, WhatsApp.
Meski singkat menulis di media sosial akan melatih anda untuk berekspresi.
Menulis adalah membuat perubahan, karena dengan menulis anda bisa mencapai
banyak sekali tujuan besar. Menginspirasi orang lain, menyebarkan informasi
yang bermanfaat bahkan merubah dunia.
2. Lakukan
Ketika
anda sudah memutuskan untuk menulis sesuatu, mulailah melakukannya. Hal yang
paling gampang adalah menulis apa yang anda alami secara langsung. Namun tidak
semua yang kita alami menarik untuk dibaca oleh orang lain. Dibutuhkan
ketrampilan untuk merangkai kata menjadi kalimat yang enak dibaca. Dan semua
itu bisa dilakukan dengan terus menerus berlatih. Prinsipnya dalam menulis,
jangan takut salah, nikmati saja alurnya, karena kalimat-demi kalimat yang kita
tuliskan pada akhirnya akan saling terkait satu sama lain menghasilkan sebuah
makna.
3. Budayakan
Menulis
Banyak orang yang sangat
produktif menulis di tempat yang sunyi. Sebagian lain mungkin perlu ditemani
iringan musik untuk menyelesaikan tulisan. Ada yang sangat senang menulis di
pagi hari atau sebagian lagi di malam hari. Pada dasarnya anda harus mengetahui
kondisi seperti apa yang paling cocok untuk menulis. Menulis yang paling
sederhana adalah menulis sedikit-demi sedikit, walaupun hanya berupa
coretan-coretan outline tentang apa yang menjadi minat anda. Terkait fakta,
sebaiknya ada dalam bentuk contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga teori yang anda tulis ada contoh praktisnya
4. Konsisten
Ketika anda sudah menemukan formula yang
tepat untuk menulis, langkah selanjutnya adalah konsisten dengan menulis.
Dengan menulis setiap hari, menulis artikel, puisi, cerpen atau menulis di blog
kemudian publish tulisan anda. Dengan menulis setiap hari anda akan dilatih
untuk tetap konsisten menulis.
Untuk
menunjang produktifitas menulis tips yang perlu anda lakukan menurut Yulius
Roma Patandean diantaranya adalah:
1. Biasakan
mengambil satu kalimat panjang untuk kutipan dengan ketentuan yang jelas
sumbernya. Ada jejak bahwa kita mengutipnya, kadangkala sampai 3 paragraf yang
diselingi dengan pendapat pribadi atau
kesimpulkan kutipan itu. Hasilkanlah tulisan yang elegan lewat naskah
yang rapi. Setiap tulisan yang kita buat memiliki makna dan nilai. Padukanlah
tulisan dari kutipan-kutipan dengan ide-ide kita seperti memadukan gula dan
kopi disiram air panas. Air panasnya adalah teknik menulis otomatis yang
membuat jiwa kita makin memanas menghasilkan karya selanjutnya.
2. Agar
terhindar dari plagiarisme, maka semua kutipan yang diambil, dari manapun ,
jejaknya harus ada. Apakah dalam bentuk CITATION atau FOOTNOTE. Jika
menggunakan citation/footnote, lebih baik copy paste full, apalagi jika
pendapat para tokoh besar, lalu diinterpretasikan atau di sederhanakan.
3. Membuat
keselarasan antara ide yang anda buat dengan ide yang dikutip. Misalnya, jika
teorinya memberikan contoh tentang Kota Jakarta, maka di versi anda, akan
menjadi contoh kota Toraja.
Menulislah
seperti air yang mengalir setiap ada kendala selalu ada jalan keluar. Seperti
air yang senantiasa mencari celah untuk mengalir. Tantangan terbesar menulis
adalah diri sendiri Jadi mari kalahkan diri anda agar tetap konsisten menulis
ditengah keterbatasan yang melingkupi. Menulislah agar hidupmu bermakna,
menulislah agar hidupmu berwarna, menulislah agar kau dikenal esok hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar