Wabah
Covid 19 yang melanda hampir keseluruh
negeri kita tercinta Indonesia,
melumpuhkan aktivitas normal masyarakat.
Suka tidak suka perubahan pola dan sistem pembelajaran kitapun berubah. Siswa dan
guru yang terbiasa belajar mengajar dengan
sistim tatap muka di dunia nyata berubah
menjadi tatap muka di dunia maya.
Oleh karena itu guru harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Untuk menghadapi
perubahan kita harus mulai berbenah diri dengan mengembangkan kebiasaan dan
ketrampilan baru untuk mengajar di era baru susuai ruh merdeka belajar.
Perubahan pola pembelajaran yang cukup dramatis
terjadi saat ini, mau tidak mau menuntut guru untuk meningkatkan kompetensinya
dan dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan yang ada. Salah satu cara
yang paling efektif agar guru dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan
yang ada yaitu belajar secara terus menerus. Tuntutan belajar tidak hanya
ditujukan pada siswa tetapi guru sendiri dituntut untuk senantiasa belajar
tentang bagaimana mengajar yang baik dan menyenangkan dalam sistim pembelajaran
jarak jauh ini.
Karena jika guru tidak melakukannya maka siswa
bisa jadi memiliki pengetahuan dan kemampuan teknologi yang lebih tinggi dari
gurunya, karena akses terhadap teknologi. Akibatnya proses pembelajaran yang
diharapkan berjalan baik dan menyenangkan tidak dapat dilakukan hanya karena
gurunya tidak dapat mengakses teknologi dengan baik. Jika kondisi ini terus
berlangsung maka kewibawaan guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru akan
sirna. Oleh karenanya para guru harus mampu menginisiasi dirinya sendiri untuk
terus belajar.
Penguasaan dan pemanfaatan teknologi untuk
memfasilitasi belajar mengajar dan peningkatan kinerja melalui penciptaan,
pengelolaan aneka sumber dan teknologi secara tepat mutlak diperlukan dengan
tujuan memudahkan terjadinya proses belajar, meningkatkan mutu pembelajaran dan
meningkatkan kinerja (Anuszewski dan Molenda: 2008). Permasalahan pada pembelajaran jarak jauh dapat diatasi dengan
menerapkan prinsip teknologi seperti pemanfaatan media yang relevan dalam
proses pembelajaran, pengembangan model pembelajaran yang tepat sesuai
karakteristik peserta didik dan pendayagunaan aneka sumber belajar yang tersedia.
Memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dapat mendorong berkembangnya sistem pembelajaran yang lebih inovatif, mendukung aktivitas pembelajaran dan berkembangnya pola pembelajaran yang variatif (Haryono: 2008) Sehingga pola pembelajaran jarak jauh menjadi menyenangkan dan menarik bagi siswa. Bagaimana mendesain pembelajaran jarak jauh yang asyik dan menyenangkan bagi siswa agar mereka tidak terperangkap dalam kebosanan untuk belajar mandiri di rumah.
Pola
belajar mandiri untuk siswa harus tetap didampingi oleh guru maupun orang tua. Perlu
sedikit kerja keras dan penyesuaian diri
untuk menjawab tantangan yang dihadapi. Salah satu alternative yang bisa
dilakukan oleh para guru adalah kembali belajar menerapkan berbagai macam teknologi
dalam aplikasi pembelajaran via online maupun offline dari berbagai sumber.
Banyak webinar yang bisa diikuti untuk menambah wawasan dari para guru baik
yang diadakan langsung oleh kemendikbud maupun pihak lainnya.
Guru bisa belajar dan menerapkan berbagai macam teknologi
dari aplikasi yang ditawarkan untuk mendesain pola pembelajaran jarak jauh yang
menarik. Dari sekian banyak aplikasi pembelajaran mulai dari google classroom,
google doc, e_ learning, google form, google meet, quizizz, google slides dan
aplikasi lainnya semuanya ditujukan untuk mempersiapkan para guru agar
menyadari dan memiliki keahlian yang relevan di era baru. Dan ini penting
disadari oleh para guru untuk dipelajari
dan diteruskan kepada siswanya agar pembelajarannya lebih bermakna. Untuk itu
para guru tidak mempunyai pilihan lain, selain terus menerus memperbaharui
bahkan mengevaluasi pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya di setiap
waktu.
Menurut (Sandra Susanto) ada 4 kunci sekaligus
tantangan keberhasilan pembelajaran daring dan luring menjadi menyenangkan yaitu:
1.
Kemampuan guru memanfaatkan teknologi
Hal ini menjadi
prasyarat wajib untuk menunjukkan kemampuan guru dalam memanfaatkan media
teknologi dengan presentasi Zoom, penugasan via Google Classroom, pretest dan
posttest dengan Quiziz dan pemberian tugas proyek dengan memanfaatkan Google
Drive. Hal ini mutlak dilakukan agar peserta didik tertarik dan senang belajar.
2.
Pembelajaran terencana dan efektif
Guru perlu menyajikan
pembelajaran yang terencana dan efektif dalam keterbatasan waktu. Hal ini
dilakukan untuk mempersiapkan quality lesson plan dan mengatur langkah
pembeljaran yang detail.
3.
Menyatukan persepsi dan konsentrasi
siswa
Guru harus mampu
menyatukan persepsi dan konsentrasi anak didik yang serba berjauhan. Ini hanya
bisa dilakukan oleh guru yang memiliki visi jelas dalam pembelajaran dan
menjalin ikatan batin dengan siswa dalam melakukan perannya sebagai motivator,
fasilitator, mediator dan komunikator.
4.
Penguatan karakter siswa
Guru perlu menyampaikan pesan untuk
menjadi tangguh mengingat dalam kondisi masyarakat yang sedang diuji secara
fisik maupun mental yang berdampak pada pembelajaran siswa menjadi serba
terbatas dalam berkomunikasi, berinteraksi dan berkreasi.
Jika
hal hal tersebut di atas telah bersinergi dengan baik, guru akan mampu
mendesain pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa di rumah. Banyak hal dan ketrampilan yang baru yang bisa
kita pelajari agar lebih siap menghadapi tantangan zaman. Guru harus mulai berpikir kreatif dan inovatif
untuk melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh dengan maksimal agar tidak
membosankan, mencari cara terbaik untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan
rekan guru menghadapi pembelajaran pada situasi pandemi ini. Ikhtiar ini harus
selalu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru agar mampu menjawab peluang
dan tantangan baru dalam dunia pendidikan. Peluang baru yang muncul termasuk
akses yang lebih luas terhadap kemajuan teknologi yang lebih kaya dan
berkembangnya metode pembelajaran baru yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan
waktu. Ini semua dapat disiasati oleh guru dengan terus menambah wawasan dan mulai
berdamai dengan teknologi. Di sisi lain kemajuan teknologi dengan beragam
inovasi digital yang terus berkembang
juga menghadirkan tantangan baru bagi guru, satuan pendidikan serta pemerintah sebagai pemegang
kebijakan untuk menyediakaan infrastruktur pendidikan dengan teknologi baru. Teknologi
pembelajaran berbasis computer dan internet yang telah dikuasai oleh guru,
harus dibarengi oleh kesiapan
infrastruktur yang memadai agar pembelajaran jarak jauh yang menarik dan
menyenangkan menjadi sebuah keniscayaan.
#PGRI, #KOGTIK, #EPSON dan #KSGN
http://gurupenggerakindonesia.com
Daftar
Pustaka
Haryono, 2008, “Kesalahan Terapan Teknologi
Pendidikan dalam Praksis Pembelajaran”.
Januszewski and Molanda, 2008, Educational Tecnology: A Definition with Commentary,
New
York: Taylor $ Francis Group.
Sandra Susanto, diakses di https://www.tribunnews.com/lifestyle/2020
(tanggal 20 Oktober 2020)
Biodata Penulis
Siti Khusnul Khotimah, M.Pd.I



9 komentar:
Semoga tulisan ini dibca dan diimplementasikan oleh para guru sehingga terwujud proses pembelajaran yg menyenangkan.. .. Selamat kpda bu husnul smoga selalu sht dan ttp semangat menuangkan ide2 cerdasnya sehingga mnjadi inspirasi bg semua orang. Aamiin
Mantul Bu Husnul...tetap semangat dan menginspirasi
Setuju bu khusnul...guru harus terus belajar dan meningkatkan kompetensinya sesuai tuntutan profesi
Artikel yang sangat menginspirasi bu... Semangat
Artikel yang bagus bu...semangat
Mantappp 👍👍👍
Artikel yg menarik..
Alhamdulillah.. Tulisannya sangat inspiratif bukguru, lebih-lebih diatas situasi memprihatinkan seperti sekarang ini.
Setuju bu...guru harus selalu update ilmu pengetahuan yg dimilikinya
Posting Komentar